Prodipaiunikhamsjember

Prodipaiunikhamsjember Info Tentang Aktifitas Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam KH. Achmad Muzakky Syah (UNIKHAMS) Jember

02/03/2023

Implementasi MBKM dalam Kurikulum PAI

Surabaya, (5-7/12/22) mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Agama Islam atas nama Dewi Sinta mewakili Institut A...
13/12/2022

Surabaya, (5-7/12/22) mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Agama Islam atas nama Dewi Sinta mewakili Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember mengikuti Diklatpimnas III yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Ada 73 peserta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Indonesia yang lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel GreenSA Inn UIN Sunan Ampel Surabaya selama 3 hari yakni sejak hari Senin – Rabu/ 5-7 Desember 2022 dengan mengusung tema “Lead, Serve and Innovate: Islamic Higher Education Development Goals for Emmerging Leader”.

Pada pembukaan acara Zulpan Syarif Supriadi Hasibuan, S.Ag, M.Pd selaku Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan menyatakan bahwa tujuan dan target acara diklatpimnas ini adalah mencetak calok pemimpin mahasiswa yang berjiwa dan berkarakter pemimpin.

Selama kegiatan berlangsung dewi nyatakan bahwa kegiatan ini asik dan menyenangkan, “ yang pasti senang dapat mengikuti kegiatan diklatpimnas ini, tidak semua mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini. Walaupun di awal saya merasa pesimis tapi pada kenyataanya semua dapat berjalan dengan baik. Mahasiswa dari kampus lain memiliki pengalaman yang luar biasa, jadi kami dapat berbagi pengalaman, mengerjakan tugas sampai berdiskusi yang kelupaan terhadap waktu. Semoga nanti kami dapat berjumpa lagi dalam forum-forum yang luar biasa dengan mereka”.

Output kegiatan diklatpimnas III selama 3 hari ini adalah menghasilkan karya ilmiah yang dijadikan 2 buah buku. Buku pertama yang berjudul Lead Serve and Inovate : Dialektika Pemikiran Mahasiswa dalam Penguatan Fungsi Dakwah, Moderasi Beragama dan Keamanan Nasional. Buku Kedua yang berjudul Lead Serve and Inovate : Dialektika Pemikiran Mahasiswa dalam Pengembangan Terbarukan, Ekonomi Kreatif dan Literasi Digital. (Sr)

https://iaiq.ac.id/mahasiswa-pai-iai-al-qodiri-mengikuti-diklatpimnas-iii-ptki-se-indonesia/

Jember, (12/13/22) Mahasiswa PAI atas nama Hannani Roisyah sukses menerbitkan jurnal hasil penelitian kolaboratif dengan...
13/12/2022

Jember, (12/13/22) Mahasiswa PAI atas nama Hannani Roisyah sukses menerbitkan jurnal hasil penelitian kolaboratif dengan dosen IAI Al-Qodiri dan dosen Universitas Nurul Jadid Probolinggo. Hasil penelitian tersebut terbit di jurnal Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Nurul Jadid Probolinggo

Penelitian ini mengangkat judul “METAQU; A STRATEGI TO ENHANCE READING QUR’AN CAPABILITY THROUGH WALI ASUH”.

Dalam penelitianya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an melalui metode talqin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan model aliran udara yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: mereduksi data, menyajikan data, kemudian menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talqin merupakan metode pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, dan metode talqin sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Penelitian ini mengandung makna bahwa metode talqin dapat memudahkan siswa dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. (Sr)

https://iaiq.ac.id/mahasiswa-pai-sukses-menerbitkan-jurnal-hasil-penelitian-kolaboratif-dengan-dosen/

Jember, (11/12/2022) mahasiswa program studi pendidikan agama islam institut agama islam menjuarai perlombaan kaligrafi ...
13/12/2022

Jember, (11/12/2022) mahasiswa program studi pendidikan agama islam institut agama islam menjuarai perlombaan kaligrafi ditingkat kabupaten. Penyelengaaran ini dalam rangka rangkaian lomba peringatan 1 Abad NU yang diselenggarakan oleh PC RMI NU Kencong.

Kegiatan ini diselnggarakan pada hari Minggu 11 Desember 2022 di PP Nurul Hikmah Kasiyan Puger Jember Jawa Timur.

Mahasiswa atas nama Erikafatul Insani merupakan mahasiswa semester 5 saat ini, dan sering mengikuti perlombaan-perlombaan baik tingkat wilayah, nasional maupun internasional. (Sr)

https://iaiq.ac.id/mahasiswa-pai-menjuarai-lomba-kaligrafi-kontemporer/

23/09/2021

Hayukk guyssss kuliah dengan kami

09/09/2021

Selamat Hari Olahraga Nasional

30/08/2021

Wayahe kuliah di perodi kampus

19/08/2021

Visi Misi dan Tujuan Program Studi Pai Al-Qodiri Jember

VISI

Menjadi pusat pengembangan pendidikan dan keguruan agama islam yang professional, religius yang berwawasan moderasi beragama dan mampu berkompetitif di tingkat Nasional pada tahun 2026

lebih lengkap kunjungi laman dibawah ini

17/08/2021

Hay guysss
Di hari kemerdekaan NKRI yang ke-76, tepat hari Selasa, 17 Agustus 2021
Program Studi PAI IAI Al-Qodiri resmi meluncurkan Media Sosial guysss
Ada IG, FB, Chanel YouTube, bahkan yang kekinian TikTok.

Silahkan ikuti semua medsos resmi tersebut agar info2 keprodian, kampus, dan mahasiswa tidak ketinggalan

17/08/2021

Oleh : Syaiful Rizal, S.Pd.I., M.Pd

Selasa, 17 Agustus 2021 Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke-76. Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ir Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. Namun, bukan perkara mudah untuk memproklamirkan kemerdekaan tersebut. Ada pengorbanan besar bangsa Indonesia untuk terbebas dari penjajahan. Momentum ini tak akan terjadi tanpa serangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

Maka sejak terlontarnya proklamasi oleh Sang Proklamator kita (Ir. Soekarno), perjuangan demi perjuangan yang ditapaki oleh pahlawan-pahlawan kita bukan hanya dari golongan Militer ataupun Ormas tapi juga terdiri dari para Ulama’ dan para santrinya terus bergelora. Ulama’ dan santri rela meninggalkan sanak famili, menghabiskan seluruh harta, mempertaruhkan jiwa dan raga untuk memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.

Resolusi Jihad

Fatwa resolusi jihad bermula ketika Presiden Soekarno bertanya kepada KH. Hasyim Asy’ari mengenai hukum membela tanah air dari ancaman penjajah penjajah menurut hukum Islam. disaat itupun KH. Hasyim Asy’ari tidak langsung menjawab melainkan meminta pendapat kepada para Kiai.

Bertepat pada tanggal 21-22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari mengundang wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura yang bertepat di Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa melawan penjajah sebagai perang suci alias Jihad ataupun saat ini populer dengan Resolusi Jihad.

Latar belakang adanya Resolusi Jihad dilatar belakangi oleh pertempuran antara pasukan Inggris dengan arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945. Dalam peperangan tersebut B**g Tomo menyampaikan pidatonya yang sangat melegenda, sebelum melontarkan pidato tersebut B**g Tomo terlebih dahulu menghadap KH. Hasyim Asy’ari beliau meminta izin untuk membacakan isi pidatonya yang merupakan resolusi jihad yang sebelumnya telah disepakati oleh Ulama’ NU.

Setelah dikumandangkannya Resolusi jihad pada tanggal 10 November 1945 ribuan Kiai dan Santri datang ke Surabaya untuk berjuang untuk melawan tentara sekutu di bawah Komando Inggris yang diboncengi Netherlands Indies Civil Administration (NICA) Belanda. Tentara sekutu dilengkapi dengan senjata modern kala itu dan para kiai serta para santri hanya bersenjata bambu runcing, anehnya mereka tidak merasa takut atau gentar sedikitpun untuk melawan sekutu. Pertempuran berlangsung selama 3 minggu yang dimenangkan oleh para pejuang.

Kita sebagai penerus bangsa haruslah bersyukur dan menghargai jasa para Ulama’, kyai kita yang telah berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan, maka kita sebagai penerus haruslah mengisi hari kemerdekaan dengan hal-hal yang baik. Khususnya para santri yang tau betul pengorbanan para ulama’ terdahulu kita.

Mahasantri

Di era kemerdekaan RI ke 76 menjadi sosok santri yang menjadi pahlawan kemerdekaan merupakan impian yang didambakan oleh santri. Istilah “mahasantri” cocok untuk disandingkan bagi santri yang statusnya menjadi mahasiswa. Mereka kuliah namun hidup di pesantren dan tiap hari beraktivitas layaknya santri pada umumnya. Pandai berbicara di depan umum, aktif berorganisasi, dan berIP tinggi impian selanjutnya bagi mahasantri.

Namun, banyak santri yang memiliki julukan mahasantri kebanyakan hanya mondok yang tidak serius karena dari aspek kegiatan dan waktu mereka memiliki toleransi tersendiri. Padahal dengan memondok Mahasantri dapat membentengi dirinya dari pergaulan bebas, mendapatkan pengetahuan agama yang dapat menambah keimanannya dan menjadi sosok pahlawan bagi NKRI sesuai dengan zamannya.

Pengisi Kemerdekaan NKRI

Mahasantri memiliki peran penting, tidak lagi dalam merebut kemerdekaan tetapi berperan penting dalam mengisi kemerdekaan. Sebab di tangan para Mahasanti itulah, masa depan bangsa Indonesia dipertaruhkan.

Yang dibutuhkan dari peran mahasantri pada zaman sekarang dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif sehingga mereka bisa menjadi agen of chage bagi masyarakat menuju Indonesia yang lebih baik, yakni melalui :

Menangkal Faham Radikalisme dengan mengkampanyekan dan mempromosikan kontra-narasi terhadap gejala radikalisme dan memproduksi kajian-kajian yang moderat dan inklusif.
Menumbuhkan nilai-nilai karakter islami Mahasantri dengan mengimplematasikannya dalam kehidupan sehari-hari yakni dengan Beriman, Bertaqwa, Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab dan Hidup Sehat.
Bumi indonesia telah dibanjiri oleh darah keringat dan air mata perjuangan para Ulama’ serta santri. Mahasantri harus menjaga dan merawatnya sebagai bentuk ta’dzimnya mahasantri kepada para Ulama’. Pepatah mengatakan “Seandainya bumi Nusantara (Indonesia) ini dibelah menjadi dua maka yang keluar adalah para Ulama’ dan para santri”.

https://iaiq.ac.id/blog/mahasantri-pengisi-kemerdekaan-nkri/

Address

Jalan Manggar 139-A Gebang Poreng Patrang Jember
Jember
68117

Opening Hours

Monday 08:00 - 13:00
Tuesday 08:00 - 13:00
Wednesday 08:00 - 13:00
Thursday 08:00 - 13:00

Telephone

+62331412034

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Prodipaiunikhamsjember posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Prodipaiunikhamsjember:

Share

Category