Fawatifu Syu'ara

Fawatifu Syu'ara Penulis, Pendidik, dan konten creator

“Kalau Barisan Runtuh, Jangan Sibuk Menyalahkan yang Pergi, Lihat Dulu yang Mendorong”Kadang… ujian itu bukan datang dar...
21/11/2025

“Kalau Barisan Runtuh, Jangan Sibuk Menyalahkan yang Pergi, Lihat Dulu yang Mendorong”

Kadang… ujian itu bukan datang dari luar barisan.
Bukan p**a datang dari kerasnya dunia.
Sering kali… ujian itu justru datang dari tingkah kita sendiri yang merasa paling layak berdiri di depan.

Bukan karena lemahnya hujjah orang lain,
tapi karena kerasnya lidah kita…
dinginnya sikap kita…
dan retaknya empati yang entah kapan terakhir kita rawat.

Ada orang yang mundur bukan karena imannya turun…
Tapi karena kita sibuk merasa paling penting,
paling pantas dianggap,
paling layak diprioritaskan—
sampai lupa bahwa mereka juga manusia yang punya hati.

Ada yang pergi bukan karena niatnya buruk,
tapi karena kita terlalu pelit untuk sekadar menghargai.
Terlalu sibuk menjadi “pengemban dakwah senior”,
hingga lupa bahwa dakwah itu bukan panggung kompetisi siapa yang paling suci.

Padahal dulu, mereka datang dengan semangat penuh.
Membawa jiwa, waktu, tenaga…
yang sering kita pakai, tapi jarang kita hargai.

Dan ketika luka kecil mereka tak pernah kita perhatikan,
ketika kecewa mereka kita anggap lebay,
ketika hati mereka dipatahkan oleh sikap dingin kita sendiri…
mereka menjauh.

Lalu kita sok bijak berkata,
“Jika benar berjuang karena Allah, kenapa harus mundur karena manusia?”

Padahal, kalau mau jujur…
kita juga harus bertanya:

“Jika benar kita berjuang karena Allah, kenapa perlakuan kita justru melukai manusia?”

Kalau benar ikhlas,
kenapa sulit menyapa?
Kenapa pelit memberi apresiasi?
Kenapa ringan meremehkan, tapi berat menguatkan?

Kalau cinta jalan ini karena Allah,
mestinya hati kita pun lembut kepada hamba-hamba-Nya.
Karena orang yang terluka bukan hanya diuji…
Tapi kita juga diuji lewat cara kita memperlakukannya.

Ingat…
Manusia bisa mundur karena kecewa.
Dan sering kali, penyebab kecewanya bukan takdir,
bukan setan,
bukan dunia…
tapi kita yang gagal menjadi saudara.

Maka jika barisan mulai rapuh,
jangan buru-buru menyalahkan yang pergi.
Barangkali yang seharusnya bertaubat dulu justru yang masih tinggal.

Mari jaga adab,
karena adab yang buruk jauh lebih mematikan dari kurangnya ilmu.
Dan jangan sampai, di hari perhitungan nanti,
kita terkejut melihat pahala dakwah kita berpindah
kepada orang yang pernah kita remehkan.

Sahabatmu Fawatifu Syu'ara

          Judul: Khayzu ⚔ Kota AbsurdBab 17 Kebun Main-MainPenulis: Fawatifu Syu’ara(QS. Al-A’raf:10)"Dan sungguh, Kami ...
21/09/2025




Judul: Khayzu ⚔ Kota Absurd
Bab 17 Kebun Main-Main
Penulis: Fawatifu Syu’ara

(QS. Al-A’raf:10)
"Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan Kami adakan bagimu di bumi (segala sumber) penghidupan. Maka sedikit sekali kamu bersyukur."

“Berhenti dulu, Nara. Lihat itu.”

Khayzu mengangkat tangannya, memberi tanda agar langkah mereka tertahan di bibir jalan tanah. Di hadapan mereka, terbentang sebuah kebun luas, begitu hijau, begitu rapi, begitu… menipu.

Dari jauh, ia seperti surga kecil: pohon-pohon berbaris indah, buah-buah menggantung ranum, tanah subur yang seperti selalu disiram embun pagi. Tapi begitu satu anak kecil memetik apel merah yang ranum, sesuatu yang janggal terjadi.

“Yo-yo?” Nara refleks berteriak ketika buah itu dalam sekejap berubah jadi mainan berputar, seperti sebuah keajaiban.

Nantikan di buku cetaknya ya!!!🤩
Dibuka PO dengan banyak bonus dari Khayzu 🥰😍 Yuks, hubungi wa.me//6285249949713 💡 Kenapa harus baca buku ini?
✅ Kisah satir, gaya kritik ke penguasa yang lebih aman, menggelitik dan penuh tawa.
✅ Dibalut nilai spiritual dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menguatkan hati.
✅ Cocok untuk kamu yang sering jenuh dengan “absurditas” hidup sehari-hari.
✅ Membuatmu sadar bahwa syukur adalah cahaya di tengah gelapnya masalah.
✅ Tambahan bonus yang gak masuk akal seperti:
1. Potongan harga
2. Kelas Cerpen (bisa pilih Desain)
3. Kelas Nonfiksi boleh pilih (Opini, Storytelling, SP, dan ESAI)

Colek sahabat seperjuangannya Sorotan Sorotan

Berjuang menghasilkan karya dalam waktu 30 hari
05/09/2025

Berjuang menghasilkan karya dalam waktu 30 hari



Address

Kotawaringin

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fawatifu Syu'ara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category