13/03/2022
*PANDUAN HIDUP MULIA MENURUT DHAMMA UNTUK PERUMAHTANGGA*
Panduan Hidup Setahap demi Setahap Sesuai Dhamma Ajaran Buddha untuk PeRumahTangga dalam kehidupan sehari-hari agar pikiran tidak tercemari hal buruk dan agar terdapat ketidakmenyesalan serta memperoleh Sukacita :*
1. Berusaha menyisihkan sedikit/sebagian penghasilan/uang jajan untuk berdana sesuai kemampuan dan kerelaan melepas dengan bahagia (sebelum dan sesudah memberi juga berbahagia)
2. Berusaha selalu bersyukur/puas/berbahagia dengan yang dimiliki dengan pandangan benar Hukum Karma (bersyukur/puas/berbahagia dengan buah karma baik yang ada)
3. Berusaha selalu menjaga moralitas Pancasila Buddhis
4. Berusaha bermatapencaharian benar
5. Berusaha selalu menyadari saat ini sedang apa dan penuh perhatian dengan apa yang dikerjakan(Hidup Saat Ini) - Jangan biarkan Pikiran mengembara/berkelana ke Masa Lalu dan Masa Depan serta terpengaruh keserakahan/nafsu keinginan dan kebencian/kekejaman/niat buruk
6. Berusaha menyisihkan waktu untuk merenungkan ketidakkekalan(Anicca), ketidakpuasan(Dukkha) dan tiada inti diri yang kekal(Anatta) adalah hal yang wajar sebagaimana adanya dalam proses kehidupan.
7. Berusaha menyisihkan waktu untuk melatih keterpusatan/konsentrasi/keheningan pikiran dengan meditasi Anapanassati (perhatian pada proses nafas masuk dan keluar)
Bagaimana menurut Anda?
Silakan direnungkan dan dicoba...
Bila bermanfaat bagimu terimalah, jika tidak bermanfaat bagimu janganlah engkau terima. ππ
*Panduan Hidup Bahagia, Tenang, Damai, Sejahtera Sesuai Dhamma untuk Perumahtangga dan Ajarkan/Wariskanlah kepada anak-anak anda Demi Kebahagiaan Dalam Jangka Waktu Yang Lama*
Panduan Hidup Setahap demi Setahap Sesuai Dhamma Ajaran Buddha untuk PeRumahTangga dalam kehidupan sehari-hari agar pikiran tidak tercemari hal buruk dan agar terdapat ketidakmenyesalan serta memperoleh Sukacita/Kebahagiaan/Ketenangan/Kedamaian :*
1. Berusaha rajin dan semangat di dalam bekerja mencari nafkah, belajar bagi pelajar/siswa dan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga.
2. Berusaha Penuh hati-hati, dengan kata lain, menjaga dengan hati-hati kekayaan apapun yang telah diperoleh dengan kerajinan dan semangat, tidak membiarkannnya mudah hilang atau dicuri.
3. Berusaha bergaul dengan teman-teman baik, dan tidak bergaul dengan orang jahat/buruk perilaku ucapan dan tindakan.
4. Berusaha Hidup Sederhana sesuai dengan batas-batas kemampuannya. Artinya bisa menempuh cara hidup yang sesuai dan seimbang dengan penghasilan yang diperolehnya, tidak boros, tetapi juga tidak pelit/kikir.
5. Berusaha menyisihkan sedikit/sebagian penghasilan/uang jajan untuk berdana sesuai kemampuan dan kerelaan melepas dengan cinta kasih dan bahagia (sebelum dan sesudah memberi juga berbahagia).
6. Berusaha selalu bersyukur/puas/berbahagia dengan yang sudah dimiliki dengan pandangan benar Hukum Karma (bersyukur/puas/berbahagia dengan buah karma baik yang ada).
7. Berusaha selalu menjaga moralitas ucapan dan tindakan sesuai Pancasila Buddhis.
8. Berusaha bermata pencaharian benar.
9. Berusaha selalu menyadari saat ini sedang apa dan penuh kesadaran/ingatan bersyukur dengan apa yang dikerjakan (Hidup Saat Ini) - Jangan biarkan Pikiran mengembara/berkelana ke Masa Lalu dan Masa Depan serta terpengaruh keserakahan/nafsu keinginan dan kebencian/kekejaman/kemarahan/niat buruk.
10. Berusaha menyisihkan waktu untuk merenungkan ketidakkekalan(Anicca), ketidakpuasan(Dukkha) dan tiada inti diri/aku yang kekal, bukan aku, bukan diriku, bukan milikku (Anatta) dari segala sesuatu yang terkondisi/terbentuk adalah hal yang wajar sebagaimana adanya dalam proses kehidupan.
11. Berusaha menyisihkan waktu untuk melatih keterpusatan/konsentrasi/keheningan/ketenangan/kedamaian pikiran dengan meditasi Anapanassati (perhatian/kesadaran/ingatan pikiran pada objek proses nafas masuk dan keluar)
Silakan direnungkan, dilihat, dipahami dan dijalankan serta rasakan manfaatnya bagimu.
Bila bermanfaat bagimu terimalah, jika tidak bermanfaat bagimu janganlah engkau terima. ππ
Reff:
http://tanhadi.blogspot.com/2015/01/hidup-bagahagia-sebagai-perumahh-tangga.html?m=1
by Anonim