27/10/2022
Sacha Inchi, Kacang Sejuta Manfaat
Sacha inchi nut ( Plukenetia volubilis ) yang berasal dari hutan tropis Amazon juga dikenal dengan nama Inca nut atau mountain nut. Dengan penyebaran yang luas, kacang sacha inchi juga ditanam di Cina, Vietnam, Malaysia, Thailand dan baru-baru ini di Indonesia. Secara morfologi, buah sacha inchi berbentuk bintang. Di setiap bintang, ada 4 - 5 kacang. Buah sacha inchi yang masih mentah berwarna hijau, sedangkan yang sudah matang berwarna coklat kehitaman.
Sacha inchi kaya dengan asam lemak omega 3 (47-51%), omega 6 (34-37%) dan omega 9 (6-10%) yang memberikan banyak manfaat kesehatan untuk anak-anak dan orang dewasa. Daun tanaman sacha inchi kaya akan antioksidan dan dapat digunakan sebagai bahan masakan atau diolah menjadi daun teh. Secara ekonomis, satu liter minyak kacang sacha inchi bernilai jutaan rupiah. Minyaknya merupakan bahan kosmetik, terutama untuk menjaga kelembapan dan kecerahan kulit. Minyak sacha inchi juga bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dan asam urat, mengurangi risiko pembengkakan jantung dan stroke, aktivitas tumor, radang sendi lutut, katarak dan kesemutan, serta meningkatkan penglihatan dan kecerdasan.
Dr Supriyanto, ilmuwan SEAMEO BIOTROP, menjelaskan berbagai manfaat dan potensi pengembangan buah sacha inchi dalam rangkaian webinar Talk of Affiliate Scientist dengan tema “Prospek Pengembangan Budidaya Kacang Sacha Inchi di Indonesia”, yang diselenggarakan pada 12 April 2022 bersama Dr. Rhomi Ardiansyah, Kepala Seksi Restorasi dan Konservasi Ekosistem SEAMEO BIOTROP sebagai moderator. Dr Supriyanto berbagi bahwa buah sacha inchi harus dibudidayakan secara intensif dengan menerapkan tiga fase. Tahap pertama adalah tahap seleksi benih. Bibit harus berkualitas unggul baik secara genetik maupun fisik. Tahap kedua adalah mempersiapkan lingkungan sekitar untuk budidaya, meliputi pola tanam, lubang tanam, pupuk, jenis tanah dan penyerbuk. Tahap ketiga adalah pengendalian hama dan penyakit untuk mengurangi kerugian. “Pertumbuhan optimal tanaman kacang sacha inchi dapat dicapai setelah menerapkan tiga fase secara penuh”, ujar Dr Supriyanto.
Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr Zulhamsyah Imran menyampaikan bahwa hasil penelitian minyak sacha inchi dalam SEAMEO BIOTROP menunjukkan bahwa minyak tersebut bermanfaat dalam menurunkan kolesterol. Namun, hasil ini harus didukung oleh uji klinis kuantitatif, studi literatur dan tinjauan visibilitas untuk memastikan bahwa budidaya Sacha inchi tidak akan mengancam keanekaragaman hayati Indonesia dengan menjadi spesies invasif.
“Kacang sacha inchi sangat potensial secara ekonomi untuk dikembangkan di Indonesia, terutama karena manfaatnya bagi kesehatan. Namun, untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas minyak Sacha inchi tetap tinggi, perlu dilakukan budidaya intensif dan pengembangan produk turunan Sacha inchi”, tutup Dr Zulhamsyah. (hcn/sis).
Sbr. Seomeo Biotrop