Bisnis dan Investasi

Bisnis dan Investasi Properti, Lahan, Limbah, Tambang, info terikininya

07/07/2020
20/08/2014

Gambaran Peluang Agrobisnis

Prospek buah nangka sebenarnya bisa dikatakan cukup cerah. Perrmintaan komoditas buah ni selalu menunjukkan peningkatan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sanya, besarnya permintaan belum bisa diimbangi dgnproduksinya. Kondisi tersebut antara lain disebabkan masih jarangnya perkebunan nangka dikelola dgnpendekatan agribisnis. Prospek untuk meluaskan nangka di Asia Tenggara agak suram. Pohon & buahnya memiliki beberapa sifat buruk : hasil sulit diperhitungkan, baik kualitasnya maupun waktunya, kerugian hasil,karena penyakit & hama, baunya terlalu menyenga & ukuran buahnya terlalu besar mengurangi potensi pasar ekspor. Akibatnaya secara ekonomis hasilnya lebih rendah jika misalnya dibandingkan dgnbelimbing manis, nangka & jambu biji. Pemeliharaan kultivar-kultivar unggul adalah langkah penting sekali dalam menutup perbedaan antara potensi & Cara Budidaya. Ada beberapa kultivar baru & rasanya memikat konsumen sudah biasa memakannya; kultivar-kultivar ni bisa digunakan untuk menembus pasaran lain. Jika kultivar-kultivar bisa menggeser populasi berasal dr benih, menjadi mudahlah mempelajari fenotipe pohonnya, mengingat semua pohon dr satu kultivar memilki genotipe sama. Ni berarti perbedaan antar pohon dalam irama pertumbuhan, waktu berbunga, intensitas penyerbukan, pembentukan buah & hasil produksi mungkin disebabkan olh adanya faktor-faktor lingkungan. Jadi pengamatan fenologi suatu kultivar di berbagai lingkungan bisa memberikan gambaran bagaimana berfungsinya pohon & memberikan pertanda untuk menyisihkan faktor-faktor pembatas hasil. Peranan nangka pada masa mendatang bertumpu pada pemakaian secara umum bahan pembiak melalui klon & adanya pengertian baik terhadap fenologi pohon & kelebatan buahnya.

20/08/2014

Analisa Usaha Berkebun Jati Emas

Dalam analisa ini diambil contoh berkebun Jati Emas pada pekarangan dengan ukuran 25,00 m (panjang) x 25,00 m (lebar) atau seluas 500 m2 . Jarak tanam yang direkomendasikan 2,50 m sehingga pada tanah pekarangan tersebut dapat ditanami sebanyak 100 pohon Jati Emas.


Biaya / Modal
Biaya / modal yang dimaksud dapat dibedakan dalam beberapa jenis kegiatan dan penjadwalannya sebagai berikut :
Biaya Awal.
Pengadaan bibit Jati Emas (biji) : 100 x Rp. 17.500,00 = Rp. 1.750.000,00
Pupuk awal tanam : 100 x Rp. 5.000,00 = Rp. 500.000,00
Ongkos tanam : 100 x Rp. 2.000,00 = Rp. 200.000,00
Sub Total : (a) = Rp. 2.450.000,00

Biaya Pemeliharaan (selama periode 15 tahun).
Pemupukan berkala : 17 x 100 x Rp. 500,00 = Rp. 850.000,00
Obat anti hama : 34 x 100 x Rp. 200,00 = Rp. 680.000,00
Pemeliharaan rutin : 5 x Rp. 600.000,00 = Rp. 3.000.000,00
Sub Total : (b) = Rp. 4.530.000,00

Biaya Panen.
Perijinan : 100 x Rp. 10.000,00 = Rp. 1.000.000,00
Penebangan : 100 x Rp. 10.000,00 = Rp. 1.000.000,00
Sub Total : (c) = Rp. 2.000.000,00

Total Biaya / Modal (a + b + c) : Rp. 8.980.000,00
(delapan juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah)

Penghasilan
Perhitungan nilai penghasilan dilakukan sesuai dengan periodisasi penebangan, dalam hal ini penebangan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yaitu tahap pertama dalam rangka penjarangan sebanyak 40 batang, kemudian pada saat pohon berumur 10 tahun dilakukan penebangan sebanyak 30 batang dan terakhir sebanyak 30 batang lagi ditebang pada saat pohon berumur 15 tahun. Adapun nilai jual yang diperhitungkan adalah taksiran harga pada saat ini dan disetarakan dengan harga kayu kelas IV yang berkisar antara Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 3.750.000,- per meter kubik. Sebagai informasi tambahan bahwa menurut United Nation FAO Publication Forest Product Price patokan harga kayu jati dunia saat ini adalah sebesar US$ 1,400 ~ US$ 3.000 per meter kubik.
Penjarangan tahap I (5 th) : 0,38 x 40 x Rp. 1.000.000,00 = Rp. 15.200.000,00
Penjarangan tahap II (10 th) : 0,98 x 30 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 58.000.000,00
Penebangan akhir (15 th) : 1,96 x 30 x Rp. 3.000.000,00 = Rp. 176.000.000,00

Hasil penjualan/pendapatan dengan nilai saat ini adalah sebesar Rp. 249.200.000,-
(dua ratus empat puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah)

Dengan demikian laba sebelum pajak adalah sebagai berikut :
Pendapatan total = Rp. 249.200.000,-
Biaya total = Rp. 8.890.000,-
Laba sebelum pajak = Rp. 240.310.000,-
(dua ratus empat puluh juta tiga ratus sepuluh ribu rupiah)

Skematika finansial budidaya Jati Emas (100 btg) :

Address

Bandar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bisnis dan Investasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bisnis dan Investasi:

Share