Property Bebas Riba

Property Bebas Riba Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Property Bebas Riba, Estate agent, Jalan Baturahayu, Bandung.

17/04/2018

Bismillah...

SEORANG PEDAGANG HARUSLAH MEMAHAMI HAKEKAT RIBA

‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,
“Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” (Mughnil Muhtaj, 6/310)

Hadist2 diatas melarang kita untuk tidak berjualan kalau kita belum memahami tentang ilmu agama dalam berjualan. Karena apa? Karena bisa terjerumus dalam riba lhooo…

APA ITU RIBA?

Secara etimologi, riba berarti tambahan (al fadhl waz ziyadah). (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 350 dan Al Misbah Al Muniir, 3/345). Juga riba dapat berarti bertambah dan tumbuh (zaada wa namaa). (Lihat Al Qomus Al Muhith, 3/423)

HUKUM RIBA

Ibnu Qudamah mengatakan,

“Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ (kesepakatan kaum muslimin).” (Al Mughni, 7/492)

Bahkan tidak ada satu syari’at pun yang menghalalkan riba. Al Mawardiy mengatakan, “Sampai dikatakan bahwa riba sama sekali tidak dihalalkan dalam satu syari’at pun. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya.” (QS. An Nisaa’: 161). Maksudnya adalah riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam. (Mughnil Muhtaj, 6/309)

Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imron: 130)

Dari penjelasan diatas, semua ulama sepakat bahwa RIBA hukumnya haram baik berdasarkan AlQuran, AlHadist dan Ijma.

11/04/2018

HARGA SATU BARIS KALIMAT

Imam Malik bin Anas pernah menghadapi sebuah persoalan yang tidak biasa. Pada zaman beliau pernah ada seorang perempuan yang tangannya melekat saat ia sedang ia sedang bertugas memandikan jenazah. Hal ini tentu membingungkan.

Maka Imam Malik memerintahkan seseorang untuk bertanya apakah perempuan itu mengucapkan sesuatu ketika memandikan jenazah tersebut?

Ternyata sang perempuan ketika sedang membasuh bagian tubuh jenazah itu, ia sempat berkata, "Berapa banyak maksiat yang sudah dilakukan oleh wanita ini?"

Mengertilah Imam Malik bahwa ucapan tersebut bisa mengarah kepada tuduhan zina. Adapun hukuman bagi orang yang menuduh zina adalah didera 80 kali sesuai Surat An-Nur ayat 4.

Akhirnya perempuan itu menerima hukumannya dan tangannya pun terbebas dari kejadian aneh tersebut. Begitulah salah satu kisah dalam kitab Syarah Arba'in An-Nawawi.

Moral story dari cerita di atas adalah berhati-hatilah dengan kalimat yang kita ucapkan, meskipun hanya satu baris. Jika kepada saudara kita yang telah wafat saja tetap harus menjaga perkataan, apalagi kepada saudara kita yang masih hidup.

Bisa jadi sebaris kalimat yang menurut kita biasa-biasa saja, ternyata tidak demikian bagi orang lain yang merasakannya. Oleh karena itu bijaksanalah dalam berbicara.

Mungkin kita menganggap biasa saat bertegur sapa dengan seorang teman, "Kamu kok kayanya lebih gendutan sekarang?"

Tanpa kita sadari si teman sudah mati-matian untuk diet, bahkan ia sampai kehilangan kepercayaan diri, dan kita secara tiba-tiba menyinggung berat badannya.

Atau saat bercanda dengan tetangga kita, "Sebentar lagi lebaran, nanti banyak yang tanya loh kamu kapan nikahnya,"

Apakah kita tahu bahwa sang tetangga siang dan malam berdoa kepada Allah agar dipertemukan jodohnya, dan keluarga pun selalu mendesaknya untuk mencari pasangan. Tentu candaan kita adalah sebaris kalimat yang tidak ingin ia dengar saat itu.

Oleh karena itu, mari berhati-hati dalam berkata. Ucapkanlah perkataan yang baik atau diam juga tidak masalah kok jika memang tidak ada hal penting untuk disampaikan.

-dinukil dari channel telegram Ust. Arafat-

25/03/2018

NASIHAT 21 MILYAR

Seorang lelaki terdiam di depan sebuah toko lukisan. Ia begitu larut memandangi keindahan lukisan yang terpajang paling depan di toko itu. Sang pemilik toko kemudian mendekatinya,

"Kenapa Bapak setiap hari hanya memandangi lukisan ini? Saya tahu meskipun ini lukisan mahal, sepertinya Bapak sanggup membelinya?"

"Aku toh sering lewat jalan ini, jadi buat apa aku membelinya. Cukup melihatnya saja aku sudah bahagia. Orang-orang kaya yang membeli lukisan mahal juga hanya dilihat saja bukan?"

Inilah dia sebuah prinsip hidup yang bijaksana. Jika kita bisa bahagia dengan cara yang sederhana, mengapa harus mempersulit diri sendiri?

Terkadang manusia menyangka jika ia sudah membeli sebuah barang, maka ia akan bahagia. Kenyataannya, yang didapat hanya kebahagiaan semu. Karena beberapa waktu kemudian ia menginginkan lagi barang lain untuk bisa bahagia. Kapan puasnya?

Itulah akibat dari menggantungkan kebahagiaan kepada sebuah barang. Tidakkah ini terlihat menyusahkan? Sebagai seorang muslim, kebahagiaan sejati adalah saat mampu meneladani Rasulullah.

كُلْ وَاشْرَبْ وَالْبَسْ وَتَصَدَّقْ فِى غَيْرِ سَرَفٍ وَلاَ مَخِيْلَةٍ

"Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri.”

(Hadist Riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Saya jadi teringat cerita ketika Einstein sedang menginap pada sebuah hotel di Jepang, sekitar tahun 1922. Ketika itu si petugas hotel menolak untuk diberi uang tip, maka sebagai gantinya Einstein memberinya sebuah kertas dan menuliskan nasihat luar biasa dalam bahasa Jerman,

"Hidup yang tenang dan sederhana akan memberi lebih banyak kebahagiaan dibandingkan hidup yang mewah tapi gelisah."

Siapa sangka, selembar kertas ini masih tersimpan dengan rapi secara turun temurun, kemudian dilelang pada bulan Oktober 2017 dan terjual senilai 21 milyar oleh seorang penggemar Einstein!

Nah betul kan? Oleh karena itu jika kita ingin lebih bahagia, cobalah hidup dengan sederhana. Bahagiakanlah Rasulullah dengan akhlak kita. Karena dalam kebahagiaan Rasulullah tersimpan kebahagiaan kita.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Dinukil dari telegram Ust. Arafat.

25/03/2018

Address

Jalan Baturahayu
Bandung
40266

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Property Bebas Riba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category