31/05/2026
Pemerintah China terus memperketat pengawasan terhadap influencer dan konten media sosial yang dianggap tidak berkualitas, vulgar, atau hanya mengejar sensasi demi engagement. Melalui regulator internet mereka, Cyberspace Administration of China (CAC), Beijing menjalankan berbagai kampanye untuk membersihkan platform digital dari konten yang dinilai merusak budaya publik dan mendorong materialisme berlebihan.
Platform besar seperti Douyin, Weibo, Xiaohongshu, hingga Kuaishou diketahui telah menghapus ribuan unggahan dan menutup banyak akun influencer. Konten yang menjadi sasaran meliputi flexing kekayaan, pamer gaya hidup mewah, clickbait, eksploitasi seksual, prank berlebihan, hingga konten “sampah” yang dianggap tidak memberi nilai edukatif maupun sosial kepada masyarakat. China juga mulai menindak influencer yang memberikan nasihat kesehatan, hukum, atau finansial tanpa sertifikasi resmi.
Pemerintah menilai media sosial tidak boleh dipenuhi konten asal-asalan demi views dan keuntungan semata, serta ingin mendorong ekosistem internet yang lebih “sehat”, informatif, dan selaras dengan nilai sosial yang ingin dibangun negara tersebut.