13/10/2019
PENGGUNAAN DRY WALL (GIPSUM)
Di era modern seperti sekarang ini, konstruksi drywall semakin diminati dikarenakan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dinding konvensional (beton atau batu bata).
Pemasangannya pun lebih sering ditujukan sebagai partisi untuk berbagai aplikasi seperti cubicle kantor, menyekat antar ruang di rumah, hotel, rumah sakit, apartemen, sekolah, gedung bioskop, hingga museum seni.
Berikut keunggulan dinding kering daripada dinding biasa yang selama ini umum diterapkan.
1. Konstruksi kering
Dibandingkan dinding batu bata biasa, dalam pemasangannya drywall tidak membutuhkan air sehingga lebih hemat dan tidak akan meninggalkan jejak adukan semen yang berceceran.
2. Efisiensi waktu
Karena proses pemasangan drywall sangat ringkas dan praktis, maka pembangunan rumah tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan prosesnya bisa tiga sampai empat kali lebih cepat dan tak memerlukan banyak tenaga kerja (tukang).
Namun sayangnya, penggunaan papan gipsum di tanah air baik untuk plafon maupun dinding partisi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
“Pemakaian gipsum masih 0,4 persen per kapita, sedangkan di Eropa sudah 4-5 persen per kapita. Penggunaan gipsum di Indonesia masih untuk plafon dibandingkan dinding.
3. Tekstur ringan
Dinding kering bisa delapan sampai 10 kali lebih ringan daripada dinding batu bata. Untuk bangunan vertikal yang menjulang tinggi seperti apartemen, pemakaian drywall dinilai sangat membantu karena dapat mengurangi volume beban konstruksi.
Selain itu, menurut sebuah penelitian, drywall dapat menghemat biaya struktural sebanyak 11%-15%.
4. Fleksibel
Tidak hanya ringan, papan gipsum (drywall) pun sangat fleksibel dalam menciptakan dan membagi ruang sesuai kebutuhan, sehingga memungkinan Anda untuk memaksimalkan area yang akan digunakan.
Misalnya; membuat beberapa ruang kecil di sebuah kantor, toilet di pusat perbelanjaan, atau co-working space.
5. Excellent performance
Dinding bata membutuhkan ketebalan yang cukup fantastis agar dapat meredam suara. Tetapi tidak demikian dengan drywall.
“Walau kelihatannya tidak setebal dinding bata, namun drywall mampu meredam suara secara maksimal. Terutama yang sudah dibekali teknologi Gyptone, sehingga punya kemampuan menyerap suara yang tinggi (akustik),” ungkap Technical Development Engineer Gyproc Indonesia, Fondly Reymont Kurniawan, M.Sc.Eng.
Bukan cuma itu, dinding kering rupanya juga memiliki ketahanan terhadap api, bahkan ada yang sanggup menahan sampai empat jam. Jadi, ketika terjadi kebakaran, penghuni mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan diri atau mengosongkan tempat.
Sedangkan dinding bata dianggap lemah dalam hal insulasi -penggunaan material dengan nilai konduktan rendah untuk mengurangi aliran energi yang melintas pada material tersebut-, karena pada saat kebakaran dinding bata rentan terhadap panas dan kebocoran asap.
6. Daya tarik estetis
Serupa dengan dinding bata, dinding kering juga memberi nilai estetika tersendiri terhadap interior. Apalagi permukaannya yang halus, mulus, dan bebas retak, cocok untuk gaya dekorasi apapun. Entah dinding kering nantinya akan dicat, dipasang wallpaper, atau ditempeli ubin keramik.
7. Ramah lingkungan
Dinding kering merupakan green product yang dapat didaur ulang dan terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Materialnya pun bebas air sehingga menghemat pemakaian sumber daya alam yang berharga. Tak heran jika Singapura mengadopsi produk ini untuk bangunan-bangunan baru.
Ayo mulai pakai dry wall..