06/05/2022
*Puasa Sunnah 6 Hari di bulan Syawal*
Oleh : Mutoyo Abdun Muthi'
Bismillah alhamdulillah allohumma sholli ‘ala Nabiyina Muhammad wa ‘ala ahlihi
Siapa pun orang yang beriman yang telah berhasil menyempurnakan puasa Romadhon dengan penuh keimanan dan kemudian ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka gabungan antara puasa Romadhon 1 bulan dan puasa sunnah 6 hari di bulan syawal nilainya sama dengan puasa 1 tahun. Keistimewaan ini diberikan oleh Alloh ta’ala kepada orang yang beriman sebagaimana disampaikan melalui lesan yang mulia Nabi Muhammad sholallhu ‘alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh imam Muslim .
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian ia iringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka ia seperti puasa setahun penuh." (HR. Muslim: 1984)
Ada 3 hal yang perlu kita resapi : pertama, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam memberi apresiasi yang tinggi kepada ummatnya yang telah menyempurnakan 1 bulan puasa romadhon dan enam hari di syawal maka nilainya setara dengan puasa setahun penuh. Ini bisa dipahami dari al Qur’an surat al Anam surat ke-6 ayat 160 yang Alloh memberikan kemulyaan lebih bagi ummat beliau. Firman Alloh Ta’ala :
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Jadi kalau kita menjalankan puasa rumadhon 1 bulan dikali 10 maka sama dengan puasa 10 bulan dan kita puasa 6 hari di bulan syawal dikali 10 maka sama dengan 60 hari. 60 hari sama dengan 2 bulan. Berarti 10 bulan puasa romadhon ditambahkan 2 bulan puasa di bulan syawal, maka sama dengan puasa 12 bulan. Itulah yang digambarkan dengan kata ‘Ka shiami dahri’ (seperti puasa 1 tahun penuh). Maka nilai fantastis ini diberikan sebagai hadiah Alloh ta’ala kepada ummat Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam. Kedua, dari pilihan frasa ‘tsumma atba’ahu’ (ثُمَّ أَتْبَعَهُ), maka memberi pengertian teknis mengerjakan puasa syawal bisa diurutkan 6 hari terus menerus tanpa jeda, bisa juga diberi jeda, misalnya hari ini puasa besok tidak, besoknya baru puasa lagi dan besoknya lagi tidak puasa dan seterusnya sampai genap 6 hari di bulan syawal. Puasa dengan teknis kedua ini terjadi karena di Indonesia ada tradisi saling mengunjungi satu sama lain baik keluarga, kerabat maupun teman, sehingga saat kujungan biasa tersaji berbagai hidangan makanan dan minuman oleh tuan rumah dan mempersilakan memakannya. Nah, jika yang terjadi seperti itu maka sunnahnya membatalkan puasa dan makan bersama bukan berpuasa.
Ketiga, bagaimana kalau memiliki hutang puasa mau melaksanakan puasa sunnah 6 hari Biasanya yang safar, atau sakit atau muslimah yang datang bulan seperti dalam qs 184 al Baqoroh, maka jika bertemu puasa qodho’ (puasa wajib) dengan puasa sunnah 6 hari di syawal, maka adabnya didahulukan yang qodho’ (puasa wajib). Memang benar waktu mengqodho itu lebih luas waktunya, yakni 11 bulan tetapi manusia tidak bisa menentukan kapan ajalnya tiba, sehingga menyegerakan puasa qodho’ lebih utama daripada meninggal masih membawa hutang puasa. Baru setelah qodho’ selesai di teruskan puasa sunnah jika waktunya masih memungkinkan. Jika tidak memungkinkan maka Alloh ta’ala melihat niat kita, jika berniat dengan penuh ikhlas dan belum dapat kesempatannya Alloh tetap memberikan penilaian yang terbaik.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).
Saudaraku semua, kesempatannya hanya di bulan syawal. Oleh karena itu mari kita ambil kesempatan yang mulia itu.
Abdun Muthi’ ( pesantren almakhlus)