10/09/2021
Mengenal 3 hal yang dilarang dalam akad jual beli sesuai syariat Islam.
Sesuai umat Islam yang beriman, tentunya wajib hukumnya bagi kita untuk mentaati segala syariat yang diwahyukan Allah subhanallahu ta'ala kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melalui Al-Quran dan hadits. Dalam jual beli, terdapat 3 hal yang dilarang didalamnya yaitu sifat riba, gharar dan dzalim.
1) Riba secara teknis artinya adalah pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. sementara secara konvensional (al- ma'nā al-urf) kata ar-ribā bermakna pertambahan yang ditetapkan sebagai kompensasi penangguhan utang. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 275:
وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰو
"Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba".
2. Gharar dalam bahasa Arab artinya al-khathr; pertaruhan, majhul al- aqibah; tidak jelas hasilnya, ataupun dapat juga diartikan sebagai al- mukhatharah; pertaruhan dan al-jahalah; ketidakjelasan. Gharar pada jual beli adalah adalah sesuatu yang tidak diketahui oleh pembeli apa yang dibelinya dan penjual tidak mengetahui apa yang dijualnya”. Elemen ketidakjelasan inilah yang dilarang dalam jual beli menurut syriat Islam.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli hashoh (membeli berdasarkan undian) dan melarang dari jual beli ghoror (mengandung unsur ketidak jelasan)” (HR. Muslim no. 1513).
3) Dzhalim (Arab: ظلم, Dzholim) dalam ajaran Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Di antara ciri-ciri orang zalim yakni gemar melakukan kemungkaran, senantiasa mengingkari kebenaran dan s**a membuat pembenaran, serta gemar berperilaku tercela seperti s**a menganiaya dan berbuat tidak adil terhadap sesamanya.
Dalam surat Hud ayat 18
اَلَا لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ
"Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim".
Semoga bermanfaat.