Tanah Strategis di Bekasi Timur

Tanah Strategis di Bekasi Timur Tanah dijual di Bekasi, tanah dijual di Bekasi timur, tanah strategis di bekasi tanah dijual di bekasi timur

Cari Tanah  di Bekasi dengan Harga yang Pantas ? Silahkan di cek lokasi ini...▪Luas Tanah 414 M2- Sertifikat Hak Milik (...
28/12/2019

Cari Tanah di Bekasi dengan Harga yang Pantas ? Silahkan di cek lokasi ini...

▪Luas Tanah 414 M2
- Sertifikat Hak Milik (SHM)
- Lokasi :
Jl. Mangga 3, Jatikramat
Bekasi

▪Lain2
- Bagus utk investasi
- Bangunan sebelah kontrakan / kost2an
- Depan seberang jalan perumahan.
- Mobil bisa masuk
- Dekat Giant Swalayan
- Dekat Pom Bensin
- Bebas Banjir
- Angkot 24 jam
- Akses Toll : Jatiwarna, Jatibening

▪Harga : 4 juataan
Info lebih lanjut hub :
087887631975

KESERAKAHAN INVESTASI PROPERTI“Senin Harga NAIK..!”. Sebenarnya siapa yang memicu kenaikan harga properti?Pertama, penju...
13/01/2019

KESERAKAHAN INVESTASI PROPERTI

“Senin Harga NAIK..!”. Sebenarnya siapa yang memicu kenaikan harga properti?

Pertama, penjual yang memainkan emosional calon pembeli, dengan menciptakan keterdesakan. Seolah jika tidak beli sekarang, maka akan merugi, karena harga akan naik dan stok akan habis.

Kedua, ketakutan para investor tidak mendapatkan keuntungan investasi, jika membeli kemahalan.

Ketiga, keterbatasan lahan.

Pertanyaan: Berapa prosentase dari mereka yang membeli rumah dari developernya ‘Mbak Feni’, yang kemudian KOSONG, tak berpenghuni? Namanya juga rumah investasi.

“Suka-suka gue donk Mas, kan duit gue sendiri.”.

Betul sekali, tapi ingat lho, duitmu itu titipan Allah, yang akan ‘diaudit’ penggunaannya di akhirat nanti.

Pemicu permintaan atas Properti INVESTASI, secara tak langsung telah memberikan alasan bagi para developer kapitalis (baca: rakus) untuk MEMBABAT HUTAN (serapan), merusak ekosistem laut dengan reklamasi, nelayan kehilangan mata pencaharian, menggusur kaum miskin ke ‘pinggiran’. Artinya, setiap kali kita berinvestasi terhadap properti yang tak produktif, kita punya andil atas kerusakan bumi dan isinya.

Secara tak sadar, KIAMAT yang kita takutkan adalah ulah kita sendiri. Apa pemicunya? Pola pikir keserakahan, kurangnya kepedulian terhadap ‘tetangga’ dan lingkungan. Seolah jika kita punya duit, kita boleh bertindak suka-suka.

Sisi Lain yang KONTRAS

“Kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia telah mencapai 13,5 juta unit. Sebaran backlog tersebut ialah Pulau Sumatera 2.963, Jawa 7.794, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara 692, Kalimantan 805, Sulawesi 950, Kepulauan Maluku 139, dan Papua 183 unit.” (dalam ribuan)
Sumber: http://www.antaranews.com/berita/475321/kebutuhan-perumahan-indonesia-capai-135-juta-unit.

Sementara rakyat masih banyak yang miskin, jangankan beli ‘rumah mewah’ kedua, gubuk miskin satu pun tak terbeli. Orang miskin tergusur karena orang kaya akan berinvestasi. Bagaimana si kaya akan peduli kemiskinan, ketemu muka mereka saja semakin jarang, karena ‘tembok pemisah’ yang tinggi. Celakanya lagi, setelah itu rumah mewah hanya ditinggali pembantu atau istri simpanan.

Penciptaan ‘demand semu’ atas properti investasi inilah yang memicu kenaikan harga properti. Harga tanah di perumahan saya saat saya beli (2012) sekitar 2,5 juta permeter. Saat ini (2016) diatas 7 juta permeter. Kenapa? Ya hukum supply-demand yang diciptakan.

CUKUP atau SERAKAH?

Punya rumah besar, sah-sah saja, untuk menyambut tamu. Punya mobil nyaman dan aman, kenapa tidak, agar ibadah juga nyaman. Tapi adakah batasan ‘Kata Cukup’ kita atas kebutuhan dunia? “Never Enough..”, kata Jordan Belfort, Wolf of Wallstreet. Hingga tanah menyumbat mulut kita..

Andaikan kita dapat menentukan kata atau angka cukup kita, meraihnya dengan proses yang ‘benar’, kemudian MEMBANTU kawan kita mendapatkan kata cukupnya… in syaa Allah damai dunia ini. Tak ada lagi ketakutan, “Senin harga naik…!”.
Sumber: Juragan Forum

Kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia telah mencapai 13,5 juta unit, kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono. ...

Kapan Indonesia BERSIH dari suap menyuap?? Belakangan sering muncul FAKTA:1. Proyek properti syariah ga bisa keluar izin...
19/10/2018

Kapan Indonesia BERSIH dari suap menyuap??

Belakangan sering muncul FAKTA:
1. Proyek properti syariah ga bisa keluar izinnya.
2. Proyek properti syariah lama banget keluar izinnya.
3. Proyek properti syariah ga bisa bangun karena IMB ga beres2.
4. Sertifikat ga kelar2 urusannya. Ngantri sampai sekian bulan. Bahkan ada yang tahunan.
5. Akhirnya beberapa proyek teman developer mangkrak karena uda keluar modal pembelian lahan didepan, izin ga kelar2, ga bisa jualan, operasional terus berjalan, marketing nganggur akhirnya pada keluar, si owner akhirnya pindah haluan jual kavlingan. Demi cepatnya cashflow berputar.

Beda cerita diseberang sana, banyak Developer properti konvensional bahkan yang ternama sekalipun harus selalu 'berpartner' dengan 'orang dalem' baru semua urusan kelar.




Copas from FB RD

EMANG BISA HARGA KREDIT 10 TAHUN = HARGA CASH ??Pemenuhan kebutuhan terhadap tempat tinggal masih menjadi salah satu pen...
20/04/2018

EMANG BISA HARGA KREDIT 10 TAHUN = HARGA CASH ??

Pemenuhan kebutuhan terhadap tempat tinggal masih menjadi salah satu penyebab masalah utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan tingginya harga properti tiap tahunnya, sebagai akibat dari lahan yang mulai sempit di daerah perkotaan.

Tingginya tingkat urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota memicu ancaman ekonomi untuk tetap tumbuh yang senantiasa melaju tiada henti yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Menteri Keungan, Sri Mulyani mengatakan bahwa kebutuhan rumah bagi masyarakat berkisar antara 800.000 sampai 1 juta unit per tahunnya. Kebutuhan rumah sekitar 40% oleh sektor swasta dan pemerintah hanya 20%. Sisanya 40% belum bisa terpenuhi (Backlog).

Sumber : https://m.bareksa.com/…/sri-mulyani-backlog-…/15192/analysis

Undang - undang perumahan Rakyat mengamanahkan, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menyasar pendapatan sekitar Rp 4 juta. Sehingga tidak bisa disebut MBR, ketika penghasilan Rp 4,1 juta. Sedangkan banyak pekerja yang gajinya Rp 5 - Rp 8 Juta belum punya rumah.

Pekerja yang memiliki pendapatan diatas Rp 5 sampai Rp 8 juta saja masih sulit mendapatkan rumah, karena tidak masuk kriteria MBR. Dengan pendapatan sebesar itu, pekerja kesulitan mendapatkan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sumber : https://m.liputan6.com/…/pemerintah-bakal-ubah-kriteria-mas…

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melansir baru 2,5% pekerja sektor formal yang menikmati fasilitas Pembiayaan Perumahan. hambatan pekerja formal mendapatkan fasilitas pembiayaan, karena tidak mempunyai penghasilan tetap dan menabung yang kurang

Sumber : https://m.cnnindonesia.com/…/cuma-25-persen-pekerja-informa…

Problematika masyarakat dalam memiliki hunian adalah terbatasnya akses KPR ke perbankan. Namun dengan properti berkonsep islami, masyarakat akan dimudahkan ketika memilih skema pembayaran KPR, tanpa melibatkan pendanaan pihak ketiga lagi.

Oleh Sebab itu, Hasanahland.com sebagai Developer Properti Syariah, menghadirkan konsep baru yaitu "PROPERTI SATU HARGA" dimana Harga Cash sama dengan Harga Kredit tanpa Up Harga. Insya Allah, properti satu harga ini lebih bermanfaat bagi umat. Mudah, murah, tapi ga murahan.

Kabar baiknya Properti satu harga ini bebas anda cicil sampai 10 bahkan 15 tahun. Lebih menguntungkan, karena akadnya BEBAS RIBA tanpa campur tangan pihak ketiga.

(Contoh: Nilai Cash sebuah rumah sebesar 300 juta, maka Kredit juga senilai 300 juta).

Syariah orangnya, syariah akadnya dan syariah harganya.

source : Richo Dianto Facebook

SAWAH SENILAI 20 TRILIUN, LUAR BIASA!https://m.liputan6.com/bisnis/read/645663/perusahaan-china-malaysia-bangun-sawah-rp...
08/04/2018

SAWAH SENILAI 20 TRILIUN, LUAR BIASA!
https://m.liputan6.com/bisnis/read/645663/perusahaan-china-malaysia-bangun-sawah-rp-20-triliun-di-indonesia

Perusahaan China-Malaysia Bangun Sawah 20 Trilyun di Indonesia.
Kelompok Agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar ( *Rp 20,3 triliun* ), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik.
Seperti dilansir dari Malaysia Chronicle, Senin (22/7/2013), perusahaan perkebunan China Liaoning Wufeng Agricultural telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Malaysian Amarak Group dan perusahaan lokal Indonesia, Tri Indah Mandiri.
Wufeng merupakan pemodal utama dalam rencana pengembangan dan pengolahan padi dan kedelai di *Subang, Jawa Barat,* Indonesia. Amarak diketahui berkontribusi sebesar 20% dari investasi awal di tanah air tersebut. Sebuah laporan menyatakan jumlah investasi tersebut bisa berkembang mencapai US$ 5 miliar ( *Rp 50,8 triliun* ).
CEO Wufeng, Ma Dian Cheng mengatakan perusahaannya akan segera mendirikan anak perusahaan lokal lain atas nama Wufeng di dalam negeri. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengadaan beberapa fasilitas proses pengolahan beras terpadu dengan Amarak.
Ma mengatakan 80% dari produksi kelompok perusahaan tersebut akan memenuhi pasar Indonesia. Perusahaan tersebut diketahui akan memproduksi cuka dan minyak dari olahan padi.
Setelah ekstraksi minyak, sekam akan dibakar dan bisa menghasilkan *listrik* untuk keperluan penggilingan padi. Sementara hasi penggilingan padi dengan *silika* sendiri dapat digunakan untuk manufaktur ban.
"Dengan fasilitas pengolahan kami, tak ada satupun yang terbuang. Kami adalah perintis dari berbagai teknologi di China dan kami ingin berbagi manfaat teknologi tersebut pada Indonesia," jelas Ma.
Dia lebih lanjut menjelaskan, investasi di Indonesia dapat berkisar di harga US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar yang diperuntukan bagi berbagai penelitian teknis.
Tri Indah sendiri tengah bekerja sama dengan para petani lokal guna menyiapkan 50 ribu hektare (ha) lahan percobaan di Jawa Barat.
Ma mengatakan perusahaan akan berkolaborasi dengan sejumlah universtias lokal untuk mengembangkan teknologi pengolahan padi dan menghasilkan beras berkualitas tinggi.
Sementara Wufeng berencana mengimpor sebagian besar mesin pengolahannya dari China dan menggeser semua mesin lokal yang ada. Ma memastikan kualitas mesinnya lebih baik daripada yang ada di Indonesia.
Sejak didirikan pada 2000, Wufeng memiliki 24 lahan dan 2 ribu karyawan di provinsi Liaoning, China. Perusahaannya terus gencar melakukan perluasan bisnis ke Thailand, Vietnam, Kamboja dimana banyak padi ditanam untuk memasok kebutuhan beras di kawasan China daratan.
Proyek di Indonesia akan menjadi usaha patungan Wufeng yang pertama dan diharapkan dapat memenuhi pasar luar negeri. Direktur Amarak Saadiah Osman mengatakan, usaha patungannya tersebut akan menyediakan modal untuk menggarap lebih dari satu juta hektare lahan persawahan di Indonesia.
Ma mengatakan rencananya untuk tinggal di Indonesia dalam waktu lama mengingat investasi agrikultur membutuhkan kesabaran untuk memperoleh return.
"Kami akan tinggal di Indonesia, karena negara ini pun menyambut baik niat kami," ujar Ma. Dari penawaran saham perdananya pada publik di Shanghai atau Hong Kong tahun ini, dia berencana menambah investasinya sebesar US$ 1 miliar. (Sis/Shd)

INDONESIA SOLD OUT. MUNGKINKAH??Berikut ini analisa para pakar:Kali ini datang dari pakar pendidikan, Prof. DR. M. Dawam...
31/03/2018

INDONESIA SOLD OUT. MUNGKINKAH??

Berikut ini analisa para pakar:

Kali ini datang dari pakar pendidikan, Prof. DR. M. Dawam Rahardjo, Rektor UP45 Yogyakarta menuturkan, bahwasanya Indonesia adalah Negara Outsouching. Indonesia
tidak melakukan Industrialisasi, karena indonesia hanya penyedia pabrik saja. Sebagai fasilitator pabrik tepatnya, dimana pemiliknya seperti yang kita ketahui bersama, tetap asing lagi, asing lagi. Lama kelamaan, bangsa Ini hanya menjadi Negara sebagai "Tukang Pembersih WC" yang diberakin oleh kapitalis asing.

Disisi lain Prof.DR. Sri Edi Swasono sebagai Ketua Majelis Luhur Taman Siswa, beliau menceritakan perihal pendapat dari Rektor UGM pada Acara Dies Natalis 2013, bahwasannya kita tidak berdaulat dalam teknologi, bibit, mesiu, pangan, energy, obat, dan industri. Obat hanya peracik, Industri hanya perakit, bahkan panganpun import.
Seolah kita dilahirkan disini hanya sebagai ahli konsumsi saja. Sangat jauh dari kedaulatan, untuk sebuah bangsa.

Prof Sri Edi dengan tegas mempertanyakan, “Apa yang kau ajarkan kepada mahasiswamu? Koq mahasiswamu jadi begini? Dan tidak melihat bahwa sekarang ini keadaannya bertentangan dengan UUD. Tidak melihat bahwa tanpa kedaulatan itu, memalukan. Koq ga ada yang kerasa itu?”

Lagi, statemen menarik dari salah satu praktisi pendidikan lainnya. Beliau mengatakan bahwa "Universitas, berhentilah menyibukkan diri dengan embel - embel universitas kelas dunia, Universitas riset atau apapun itu namanya. Saya kira itu semua adalah cerminan dari neokolonialisme. dan memang kenyataannya seperti itu. Universitas dijadikan sebagai ajang pengkaderan agen - agen kolonial".

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, serta pola pikir yang makin cerdik, membuat segala sesuatu hal terlihat tampak indah, namun hanya sesaat dan sesat.
Kapitalisme perlahan lahan masuk ke kedaulatan Bangsa Indonesia. Seolah - olah turut berpartisipasi membantu kedaulatan, namun kenyataannya terbalik, justru menjadikan bangsa Indonesia yang tak berdaulat sama sekali.

Salah satu contoh sistem kapitalis mulai mengukuhkan cakarnya di Indonesia adalah
dengan dikuasainya marketplace - marketplace ternama yang ada di Indonesia. Mengutip dari Juragan Forum tentang bibit - bibit kapitalis di darah kita, dipaparkan oleh Mas Jaya Setiabudi, bagaimana para kapitalis memainkan strategi dan merusak ekosistem perekonomian UKM. Perang harga, diskon gede - gedean, serta ongkos kirim yang gratis. Sekilas terlihat menguntungkan bagi pembeli dan produsen, namun efeknya sementara, karena Pasar akan sensitif terhadap harga. Konsumen akan membeli ke marketplace yang harganya gak masuk akal bagi pelaku UKM. Para UKM pun mulai jadi korban rusaknya ekosistem, baik toko offline ataupun online lokal tidak mampu bersaing, alhasil tutup toko, gulung tikar. Itulah kenapa Mas J, dengan Yukbisnis dan Yubimall-nya hanya menerima produk-produk 'Merah Putih' saja. Alias karya anak negeri.

Contoh lain seperti yang diwartakan laman swamedium, maraknya iklan hunian di berbagai media cetak dan elektronik berdampak pada harga properti yang semakin
tidak terjangkau bagi para pekerja dan buruh yang berpendapatan pas - pasan. Para Pengembang jor-joran mengiklankan Apartemen dan Hunian Mewahnya yang hanya “satu koma empat milayar saja” sebagai investasi. Akhirnya, yang kaya makin kaya. Yang kurang mampu, hanya penikmat iklan dan berlalu, ingin punya rumah? Jadi impian semu.

Pemerintah sudah semestinya menertibkan dan proaktif, dicarikan solusi menjaga stabilitas harga properti yang terjangkau bagi pekerja, ini sudah selayaknya menjadi prioritas pemerintah. Sebab bukan hanya pengembang sebagai pengusaha saja yang ingin anak dan istrinya tidur dengan nyenyak di rumah yang layak, namun kaum pekerja, ekonomi menengah kebawah juga berhak mendapatkan hunian yang layak bagi anak - istri mereka.

Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memperkirakan, hingga tahun 2025 angka kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 30 juta unit ( Sumber : Kompas)

Tahun 2017 kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengaku Program Satu Juta Rumah akan diteruskan ditahun 2018 ini. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin menambahkan, dirinya sangat optimis program itu bisa ditingkatkan capaiannya.

Di Tahun 2017, pemerintah sudah melakukan pembangunan hunian dengan komposisi pembangunannya masih tetap 700.000 unit rumah bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dan sisanya 300.000 unit rumah untuk non MBR.

Jika mengacu pada data diatas bahwa kemampuan pemerintah dalam membangun properti untuk masyarakat hanya sebatas 1 juta unit pertahun sedangkan target pemerintah di tahun 2025 mesti 30 juta terpenuhi. Sehingga pertahun semestinya pemerintah membangun hunian untuk masyarakat sebanyak 3.750.000 unit.

Dengan demikian masih ada potensi bagi pengembang lokal/pribumi untuk membantu mewujudkan pemenuhan hunian sebanyak 2.750.000 unit/tahun. Melihat pasokan rumah yang gak cukup maka diperlukan pengembang lokal baru.

Memasuki tahun 2018 industri properti dalam negeri menghadapi beberapa tantangan di tahun politik. Salah satunya adalah serbuan pengembang asing dari China yang bersembunyi di balik nama lokal ( Sumber : Okezone)
Hal ini mesti kita waspadai karena developer china cenderung berambisi dan memiliki target yang tinggi untuk menguasai properti seluruh tanah air.

Pertanyaanya adalah apakah kita hanya bisa berdiam diri dan menjadi penikmat iklan “satu koma empat miliar saja”? Atau mungkin secara ga sadar, kita adalah salah satu agennya? Calo tanahnya? Bahkan Agen pemasar produknya? Sampai akhirnya INDONESIA SOLD OUT ketangan kapitalis asing selamanya. Mungkinkan??

KONGLOMERASI PROPERTI DI INDONESIA11 Alasan inilah mengapa Anda sebaiknya masuk dan peduli dengan dunia properti ditanah...
01/03/2018

KONGLOMERASI PROPERTI DI INDONESIA

11 Alasan inilah mengapa Anda sebaiknya masuk dan peduli dengan dunia properti ditanah air. Nomor 10 cukup memprihatinkan 😭

1. Mulai tahun 2007 para pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan paling lama 95 tahun. hingga kini 175 juta hektar atau setara 93 persen luas daratan di Indonesia dimiliki para pemodal swasta/asing ( Peneliti dan pengamat ekonomi dari The Institute For Global Justice (IGJ) Salamudin Daeng) - Harian Terbit

2. Ada segelintir elite, yaitu 0,2 persen penduduk, menguasai 56 persen aset nasional dalam bentuk kepemilikan tanah (Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ). Sangat Ironis kamu minoritas menguasai mayoritas

3. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Idham Arsyad, menunjukkan data mengenai ketimpangan agraria di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian KPA, sekitar 35 persen daratan Indonesia dikuasai 1.194 pemegang kuasa pertambangan, 341 kontrak karya pertambangan, dan 257 kontrak pertambangan batubara.

Maka tak heran jika pengelolaan dan pemanfaatan tanah selalu memicu konflik.

Pemerintah membabi buta dalam memberikan izin dan hak eksploitasi hutan, lahan tambang, perkebunan besar, dan pembukaan tambak tanpa mempertimbangkan nasib warga yang hidup dari lahan tersebut

4. Pendapat lain datang dari Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia, Bernardus Djonoputro. Beliau mengungkapkan bahwa dikuasainya lahan oleh pengembang dan pemilik modal merupakan dampak dari tidak teraturnya manajemen pertanahan (land register dan land management)

5. Di tengah upaya Pemerintah saat ini yang berkuasa membagikan lahan kepada petani miskin, justru pengusaha atau konglomerat telah menguasai lahan secara besar-besaran. Parahnya, perusahaan konglomerat itu telah go public, sehingga sahamnya sebagian sudah dikuasai asing.

6. Pemerintah telah mengalokasikan tanah dalam bentuk kontrak kerjasama migas (KKS) seluas 95 juta hektar sebagian besar di darat yakni sebanyak 60 % dari total KKS atau sekitar 57 juta hektar. Kontrak tambang mineral dan batubara seluas 40 juta hektar. Selanjutnya hak penguasaan tanah yang diberikan dalam bentuk ijin perkebunan sawit 13 juta hektar, ijin kehutanan dalam bentuk HPH, HTI dan HTR seluas 30 juta hektar - Salamudin, Suara Nasional

7. Menurut Versi beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sebuah perusahaan swasta milik taipan bisa menguasai lahan seluas 2,5 juta hektar dan 1,5 juta hektar versi panglima TNI sebagaimana di sebut di majalah Forum Keadilan.

8. Berdasarkan laporan Bank Dunia pada 15 Desember 2015, Hafid menyebutkan, sebanyak 74 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 0,2 persen penduduk. Termasuk penguasaan lahan 5 juta hektar oleh taipan yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya pertama di Indonesia. Tahun 2018 sudah berapa ya?

Idealnya distribusi tanah mengikuti formula 1 juta untuk orang kaya, 2 juta untuk kelas menengah, dan 3 juta untuk masyarakat miskin. - CNN Indonesia

9. Pakar Hukum Tata Negara Profesor Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa 74% tanah di Indonesia dikuasai oleh segelintir orang non pribumi yang jumlahnya hanya 0,2% dari total penduduk Indonesia.

10. Peneliti The Institute for Ecosoc Rights, Sri Palupi, mengatakan, Indonesia tidak memiliki aturan dalam mengendalikan kepemilikan lahan dan mencegah monopoli penguasaan lahan. Selain itu, tidak ada aturan yang mencegah penggunaan lahan sebagai komoditas dan obyek spekulasi. Akibatnya, distribusi lahan semakin timpang. Pada akhirnya, kondisi ini tidak hanya memiskinkan, tetapi juga memperlebar ketimpangan ekonomi - Kompas

11. Ada lebih kurang 30 juta rakyat Indonesia tidak punya rumah (Sumber Prof.DR.D.Rachbini). Lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia. Di zaman Orba ada rumus pembangunan rumah 1,3,6 (tiap bangun 1 rumah mewah ada kewajiban bangun 3 rumah menengah dan 6 rumah sederhana). Yang sekarang gimana rumusnya ya?

Kekuatan lobby kapitalis membuat rumus tersebut redup. Yang muncul adalah wanita-wanita cantik di layar kaca berceloteh tentang rumah idaman nan indah dan mewah.

Jutaan rakyat kecil di gang-gang kumuh menonton kemolekan “agen kapitalis” tersebut sembari merenung tentang harga apartemen yang “cuma satu koma empat milyar”.

Para purnawirawan risau dengan nasib rumah yang dihuninya. Benarkah Negara menyejahterakan rakyatnya? Tanah dan bangunan untuk siapa?

24/02/2018

Cari Tanah Yang Super Strategis di Bekasi ? ini lokasinya...

Jika Ingin mencari tempat lokasi untuk tempat tinggal, kontrakan, kantor atau tempat usaha? inilah lokasi yang sangat cocok.

Lokasi tanah ini letaknya ada di Jl. Cutmutia No. 99 A, RT 02/ RW 11, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Kota Bekasi.

Status Kepemilikan : SHM
Luas Tanah : 300 m2,
Luas Bangunan : 200 m2 ( kondisi bangunan rusak perlu diperbaiki )

Kenapa lokasi ini sangat strategis dan menguntungkan :
- 150 meter dari Terminal Bus Bekasi
- 200 meter dari Pasar Baru Bekasi
- Dekat dengan lokasi Sekolah dan Kampus
- Dekat dengan RS Mitra Keluaga (Bekasi Timur)
- Bukan daerah Banjir ( In Sya Allah, Bebas Banjir )
- Dilalui tranportasi umum 24 jam ( Angkot dan Bus dalam dan luar kota )
- Jalan masuk dapat dilalui 2 kendaraan

Segera hubungi, melaui Telp / WA/ sms ke : 087887631975

04/12/2017

Terimakasih sudah mengunjungi Tanah Strategis di Bekasi Timur

Tanah dijual di Bekasi, tanah dijual di Bekasi timur, tanah strategis di bekasi

Cari Tanah Yang Super Strategis di Bekasi ? ini lokasinya...Jika Ingin mencari tempat lokasi untuk tempat tinggal, kontr...
29/10/2016

Cari Tanah Yang Super Strategis di Bekasi ? ini lokasinya...

Jika Ingin mencari tempat lokasi untuk tempat tinggal, kontrakan, kantor atau tempat usaha? inilah lokasi yang sangat cocok.

Lokasi tanah ini letaknya ada di Jl. Cutmutia No. 99 A, RT 02/ RW 11, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Kota Bekasi.

Status Kepemilikan : SHM
Luas Tanah : 280 m2,
Luas Bangunan : 200 m2 ( kondisi bangunan rusak perlu diperbaiki )

Kenapa lokasi ini sangat strategis dan menguntungkan :
- 150 meter dari Terminal Bus Bekasi
- 200 meter dari Pasar Baru Bekasi
- Dekat dengan lokasi Sekolah dan Kampus
- Dekat dengan RS Mitra Keluaga (Bekasi Timur)
- Bukan daerah Banjir ( In Sya Allah, Bebas Banjir )
- Dilalui tranportasi umum 24 jam ( Angkot dan Bus dalam dan luar kota )
- Jalan masuk dapat dilalui 2 kendaraan

Segera hubungi, melaui Telp / WA/ sms ke : 087887631975

Address

Jalan Cutmutia No 99 A Bekasi
Bekasi
17113

Telephone

087887631975

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanah Strategis di Bekasi Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share