various kinds of reels

various kinds of reels Bismillah

Kedatangan tamu dari SingapuraPP Riyadhul Quran
24/12/2023

Kedatangan tamu dari Singapura
PP Riyadhul Quran

Formasi habis jumatan
24/12/2023

Formasi habis jumatan

05/11/2023

Pengajian rutin ahad kliwon Riyadhul Quran

Beduk masjid sultoni wot galeh
02/11/2023

Beduk masjid sultoni wot galeh

Proses nyimak lajnah 1Semangat anak2
25/10/2023

Proses nyimak lajnah 1
Semangat anak2

15/10/2023

APAKAH 'ARSY ITU MAKHLUK?

1. Santri bertanya: Ustadz, apakah arsy itu makhluk?
Ustadz Salafi menjawab: Ya, arsy itu makhluk yang diciptakan Allah.

2. Santri bertanya: Apa dalilnya ustadz?
Ustadz Salafi menjawab: Dalilnya firman Allah ta’ala:

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ

"Allah, tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, Rabb yang mempunyai/menciptakan/mengatur 'arsy yang besar." (QS. An-Naml : 26)

ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ

"(Allah) yang mempunyai 'arsy, lagi Maha mulia." (QS. Al-Buruj : 15)

وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ

"Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'arsy yang agung." (QS. At-Taubah : 129)

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalaani rahimahullahu berkata: Ayat ini mengisyaratkan bahwa 'arsy itu marbub (diciptakan/diatur/dimiliki) dan setiap yang diciptakan maka dia makhluk. [1]

3. Santri bertanya: Bisakah ustadz menyebutkan salah satu ucapan ulama salaf tentang arsy adalah makhluk yang diciptakan Allah, agar kami lebih mantap lagi dalam keyakinan ini ?
Ustadz Salafi menjawab: Imam Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu berkata: Diantara ucapan ahlussunnah bahwa Allah ‘azza wa jalla menciptakan 'arsy. [2]

4. Santri bertanya: Ustadz, apakah arti dari 'arsy Allah itu?
Ustadz Salafi menjawab: Ibnu Katsiir rahimahullahu berkata: 'Arsy Allah adalah sarir/dipan yang memiliki penyangga yang dipikul oleh para malaikat dan dia seperti kubah bagi alam semesta dan dia adalah atap bagi semua makhluk. [3]

5. Santri bertanya: Apa keistimewaan dari makhluk yang bernama 'arsy ini ustadz?
Ustadz Salafi menjawab: 'Arsy adalah makhluk Allah yang pertama, yang paling besar dan yang paling tinggi.

6. Santri bertanya: Bisakah ustadz menyampaikan dalilnya?
Ustadz salafi menjawab:
- Dalil tentang arsy adalah makhluk Allah yang pertama adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة وعرشه على الماء
Allah mencatat semua takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Sedangkan 'arsy-Nya (sudah ada sebelum itu semua-pent) di atas air. (HR. Muslim)

- Dalil tentang arsy makhluk Allah yang paling besar adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

ما السموات والأرض في الكرسي إلا كحلقة ملقاة بأرض فلاة وفضل العرش على الكرسي كفضل الفلاة على تلك الحلقة
Tidaklah perbandingan antara (besarnya) langit dan bumi dengan kursi (tempat kedua telapak kaki Allah) [4] melainkan seperti lingkaran yang dilemparkan di tanah lapang. Dan besarnya arsy jika dibandingkan dengan kursi sebagaimana tanah lapang dengan lingkaran tersebut. (HSR. Abu Nu’aim, Baihaqi dan selainnya)

- Dalil tentang arsy adalah makhluk Allah yang paling tinggi adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

فإذا سألتم الله فسلوه الفردوس فإنه وسط الجنة وأعلى الجنة وفوقه عرش الرحمن
Apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah surga yang paling tengah dan yang paling tinggi dan di atasnya adalah 'arsy Ar-Rahman (HR. Bukhari)

Imam Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu berkata: Diantara ucapan ahlussunnah bahwa Allah ‘azza wa jalla menciptakan arsy dan mengistimewakannya dengan ketinggian di atas semua makhluk-Nya. [5]

7. Santri bertanya: Apa makna “istawa” dalam firman Allah:

ٱلرَّحۡمَـٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ

Ustadz Salafi menjawab: Ulama salaf seperti Mujahid dan Abu Al-‘Aliyah dari ulama tabi’in mentafsirkan “istawa” dengan tinggi [6]. Jadi makna ayat tersebut : (yaitu) Allah yang Maha Pemurah tinggi di atas 'Arsy. (QS. Thaha : 5)

8. Santri bertanya: Apakah boleh “istawa” ditafsirkan dengan “istaula”/ menguasai?
Ustadz Salafi menjawab: Tidak boleh, itu tafsir yang salah, karena menyelisihi tafsir para ulama salaf seperti yang telah disebutkan. Dan tafsir tersebut juga tidak dikenal oleh para pakar bahasa arab.

9. Santri berkata: Apakah tidak ada sama sekali referensi dalam ucapan orang-orang arab dulu yang fasih (yang asli) tentang penafsiran tersebut?
Ustadz Salafi menjawab: Ada kisah menarik antara Ibnu Al-A’rabi yang merupakan pakar bahasa arab dengan seorang tokoh penyesat umat dari kalangan Mu’tazilah (kelompok Liberal) yaitu Ibnu Abi Duaad. Ibnu Abi Duaad meminta bantuan kepada Ibnu Al-A’raabi untuk mencarikan referensi dalam bahasa arab tentang makna istawa itu istaula. Maka Ibnu Al-A’rabi menjawab: Demi Allah, itu tidak ada dan tidak mungkin aku mendapatinya. [7]

10. Santri bertanya: Ada orang yang mengatakan kalau Allah itu “istawa”/tinggi di atas 'arsy berarti Allah butuh kepada 'Arsy. Apakah ini benar ustadz?
Ustadz Salafi menjawab: Imam Ath-Thahawi rahimahullahu berkata dalam kitab beliau Al-Aqidah Ath-Thahawiyah: Allah tidak butuh kepada 'arsy dan apa yang dibawah 'arsy.

11. Santri bertanya: Apa penjelasan lebih lanjut dari ucapan Imam Thahawi di atas, ustadz?
Ustadz Salafi menjawab: Imam Ibnu Abi Al-‘Izzi rahimahullahu ketika menjelaskan ucapan di atas berkata: Dalil tentang Allah tidak butuh kepada 'arsy dan apa yang dibawahnya adalah firman Allah:

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Al-Ankabut : 6)

Imam Thahawi menyebutkan hal ini untuk menjelaskan bahwa Allah menciptakan 'arsy dan Dia tinggi di atas 'arsy bukan karena butuh kepada 'arsy. Namun Allah memiliki hikmah yang mengharuskan penciptaan 'arsy. Adapun sesuatu yang ada diatas maka itu tidak selalu yang dibawahnya meliputi yang diatas tersebut atau tidak selalu yang di atas butuh kepada yang di bawah. Lihatlah kepada langit yang di atas bumi, Dia tidak butuh kepada bumi ! [8]

12. Santri berkata: Apa nasehat ustadz kepada saya?
Ustadz Salafi menjawab: Prioritaskan untuk engkau lebih rajin dan tekun belajar tentang aqidah salaf dan manhaj salaf sebelum engkau menjadi ustadz. Jangan sampai engkau mengaku sebagai ustadz apalagi ustadz Salafi sebelum engkau paham tentang aqidah salaf dan manhaj salaf. Dan jangan engkau menimba ilmu dari ustadz yang jahil atau menyimpang dari aqidah salaf dan manhaj salaf. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk beraqidah salaf dan bermanhaj salaf hingga akhir hayat kita nanti.

---------------------------------------
[1] Fathul Bari 13/405.

[2] Ushulussunnah hal. 88.

[3] Al-Bidayah wa An-Nihayah 1/12.

[4] Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika menafsirkan kursinya Allah dalam ayat kursi. Lihat tafsir Ibnu Katsir 1/404.

[5] Ushulussunnah hal. 88.

[6] Lihat kitab Al-'Arsy 2/9 &15 oleh Imam Adz-Dzahabi dengan tahqiq Syaikh Muhammad Khalifah At-Tamimi.

[7] Kitab Al-'Arsy 2/13-14.

[8] Syarah al-aqidah ath-thahawiyah hal. 258 oleh Imam Ath-Thahawi dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir.

10/10/2023

*Larangan Bersumpah Memastikan Sesuatu Karena Allah*

عن جندب بن عبد الله ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ قَالَ رَجُلٌ: وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلانٍ، فقال الله : مَنْ ذَا الَّذي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانِ؟ إِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ وَأحْبَطتُ عَمَلَكَ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Jundab bin Abdullah, dia berkata, Rasulullah bersabda, "Seorang laki-laki berkata, 'Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulan. Maka Allah berfirman, 'Siapa yang berani bersumpah mendahuluiKu bahwa Aku tidak akan mengam- puni fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku menghapuskan amalmu"." Diriwayatkan oleh Muslim.

عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْضَمُ بْنُ جَوْسٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَانَ رَجُلَانِ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ مُتَوَاخِيَيْنِ فَكَانَ أَحَدُهُمَا يُذْنِبُ وَالْآخَرُ مُجْتَهِدٌ فِي الْعِبَادَةِ فَكَانَ لَا يَزَالُ الْمُجْتَهِدُ يَرَى الْآخَرَ عَلَى الذَّنْبِ فَيَقُولُ أَقْصِرْ فَوَجَدَهُ يَوْمًا عَلَى ذَنْبٍ فَقَالَ لَهُ أَقْصِرْ فَقَالَ خَلِّنِي وَرَبِّي أَبُعِثْتَ عَلَيَّ رَقِيبًا فَقَالَ وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لَكَ أَوْ لَا يُدْخِلُكَ اللَّهُ الْجَنَّةَ فَقَبَضَ أَرْوَاحَهُمَا فَاجْتَمَعَا عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِينَ فَقَالَ لِهَذَا الْمُجْتَهِدِ أَكُنْتَ بِي عَالِمًا أَوْ كُنْتَ عَلَى مَا فِي يَدِي قَادِرًا وَقَالَ لِلْمُذْنِبِ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي وَقَالَ لِلْآخَرِ اذْهَبُوا بِهِ إِلَى النَّارِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَوْبَقَتْ دُنْيَاهُ وَآخِرَتَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah bin Sufyan] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Tsabit] dari [Ikrimah bin Ammar] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Dhamdham bin Jaus] ia berkata; [Abu Hurairah] berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua orang laki-laki dari bani Isra'il yang saling bersaudara; salah seorang dari mereka s**a berbuat dosa sementara yang lain giat dalam beribadah. Orang yang giat dalam beribdah itu selalu melihat saudaranya berbuat dosa hingga ia berkata, "Berhentilah." Lalu pada suatu hari ia kembali mendapati suadaranya berbuat dosa, ia berkata lagi, "Berhentilah." Orang yang s**a berbuat dosa itu berkata, "Biarkan aku bersama Tuhanku, apakah engkau diutus untuk selalu mengawasiku!" Ahli ibadah itu berkata, "Demi Allah, sungguh Allah tidak akan mengampunimu, atau tidak akan memasukkanmu ke dalam surga." Allah kemudian mencabut nyawa keduanya, sehingga keduanya berkumpul di sisi Rabb semesta alam. Allah kemudian bertanya kepada ahli ibadah: "Apakah kamu lebih tahu dari-Ku? Atau, apakah kamu mampu melakukan apa yang ada dalam kekuasaan-Ku?" Allah lalu berkata kepada pelaku dosa: "Pergi dan masuklah kamu ke dalam surga dengan rahmat-Ku." Dan berkata kepada ahli ibadah: "Pergilah kamu ke dalam neraka." Abu Hurairah berkata, "Demi Dzat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sungguh ia telah mengucapkan satu ucapan yang mampu merusak dunia dan akhiratnya."

[Abu Daud]

Bijaklah melihat sang pendosa, bisa jadi Allah ampuni dosanya dan kita justru merugi karena salah dalam memvonisnya. Semoga Allah ampuni semua kita dan jaga hati dan lisan kita.

Rohmanto
Pesantren Riyadhul Quran

Jauh dari orang tua demi kuwajiban nenuntut ilmu..
10/10/2023

Jauh dari orang tua demi kuwajiban nenuntut ilmu..

Address

Jalan Raya Berbah
Berbah
55573

Opening Hours

Monday 05:00 - 17:00

Telephone

+6285728913227

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when various kinds of reels posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to various kinds of reels:

Share

Category