05/07/2022
Sampai saat ini properti masih menjadi instrument investasi yang paling menggiurkan, salah satu jenis properti yang paling diburu adalah rumah. Jika dibandingkan dengan jenis properti lain nilai jual rumah masih lebih tinggi dibandingkan dengan apartemen.
Bagi anda yang berencana menjual rumah bekas jangan sampai salah menentukan harga. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi nilai jual rumah, beberapa diantaranya sebagai berikut.
1. Kondisi Fisik Rumah
Siapapun tentu tidak ingin membeli rumah dengan kondisi yang roboh. Ketika konsumen survey, kondisi fisik rumah menjadi yang pertama kali dilihat. Jika kondisi rumah memang bagus umumnya konsumen akan melanjutkan dengan nego harga ataupun melihat sertifikat rumah.
2. Legalitas Rumah
Legalitas menjadi salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi nilai jual sebuah rumah seperti IMB, Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik. Rumah yang kamu beli akan menjadi aset investasi yang diwariskan kepada anak cucu kita.
Pastikan legalitas rumahmu lengkap sehingga harga jual rumahmu tidak akan turun.
3. Memiliki Aksesibilitas yang baik
Aksesibilitas memiliki arti strategis artinya rumahmu mudah diakses dari berbagai lokasi, terutama dari perkotaan. Semakin strategis rumahmu maka semakin tinggi p**a harga jual rumah.
Ingat ya “Akses Mudah” bukan “Akses Dekat”, artinya jika rumahmu cukup jauh dari perkotaan tidak masalah yang terpenting akses yang mudah.
4. Dekat dengan Fasilitas & Transfortasi Publik
Keberadaan transportasi publik menjadi salah satu faktor penentu nilai sebuah rumah, karena hal ini lah yang dapat mempermudah seseorang untuk bepergian. Jadi jika rumah tersebut dekat dengan sarana transportasi publik seperti halte busway, terminal bis, stasiun rel kereta api, Bandara maka akan mendongkrak nilai jual rumah.
Selain transfortasi, fasilitas publik dan kawasan wisata juga menjadi salah satu faktor nilai jual sebuah rumah, contoh seperti Universitas, Rumah Sakit, Sekolah, Mall dll.
5. Kawasan Padat Penduduk
Beruntung bagi kamu yang memiliki rumah dikawasan yang cukup padat penduduk. Karena dikawasan ini lebih banyak aktifitas ekonomi. Semakin maju kawasan tersebut maka semakin tinggi p**a nilai jual rumahmu.
Namun perlu diketahui terlalu padat penduduk juga bisa membuat nilai jual rumahmu menjadi turun dan susah dijual. Terlalu padat penduduk membuat kawasan tersebut macet dan polusi udara, alhasil orang jadi enggan membeli rumah dikawasan itu karena alih-alih ingin rilex malah bikin stress.
6. Lingkungan Yang Baik
Lingkungan yang baik disini memiliki arti kawasan rumahmu terhindar dari polusi udara, limbah, maupun kemacetan. Selain itu rumahmu tidak berada dikawasan yang tinggi akan kejahatan.
Contoh kawasan Varana jagorawi golf estate yang berada di kawasan lapangan golf terbesar seasia tenggara, selain itu kawasan yang asri serta dingin menjadikan Varana jagorawi golf estate diburu oleh konsumen.