30/04/2018
Property 3 In 1 di Kota Bogor Menjadi Saksi Bisu
Akibat Akuisisi Pabrik Besi dengan Akad Riba
Setelah menikah, bisnis yang sudah di jalani sebelumnya semakin berkembang. Dari satu toko menjadi dua toko bahkan sampai empat toko. Tidak hanya itu, merekapun membuat cabang di luar kota Bogor, yaitu kota Depok & Sukabumi.
Bisnis yang dijalankan adalah toko besi dan baja ringan dengan omset harian di saat puncak kejayaan mencapai Rp. 250 jt per hari...
Tiada yang menduga bisnis yang tumbuh dan berkembang hingga 15 tahun akhirnya hancur meninggalkan hutang dan “kehinaan’ karena keinginan untuk mengembangkan usaha dengan menggunakan akad dan dana riba.
Keinginan untuk mengakuisisi pabrik besi yang bangkrut dengan menggunakan dana pinjaman dari lembaga keuangan ternyata tidak sesuai yang direncakanan. Tender proyek pembangunan pasar, ruko dan perumahan yang menjadi dasar pertimbangan pembelian pabrik besi ternyata mengalami kemacetan pembayaran hingga berdampak pada keuangan usaha retail toko besi n baja ringan yang telah terkembang.
Perlahan namun pasti, kandisi keuangan dari usaha ritel yang sempat menunjukkan grafik kenaikan ternyata menemukan titik balik saat mereka mengambil dana pinjaman dengan akad riba. Grafik penurunan kondisi keungan berbanding lurus dengan grafik jumlah asset bahkan berdampak p**a pada kondisi spikologis.
Dengan macetnya pembayaran hutang supplier, hutang pabrik, hutang Bank, hutang leasing, hutang kartu kredit dll otomatis jumlah debt collector yang datangpun hamper setiap hari. Bahkan dalam satu hari bisa lebih dari dua tagihan debt collector yang datang ke rumah. Ketika sikap para debt collector semakin kasar, mereka memilih opsi meninggalkan rumah sebagai pilihan terbaik. Sang istri dan anak – anaknya harus meninggalkan rumah nyaman mereka hanya dengan pakaian yang melekat di badan saja. Sementara sang suami, harus pindah ke kota lain karena beberapa pertimbangan tersendiri.
Mereka harus terpisah dan membuat trauma besar pada kedua anak. Sang istri dan anak – anak masih menyimpan trauma ketika melihat debt collector yang sering kita lihat di sepanjang jalan protocol. Bahkan hingga kini, anak – anak masih mengalami trauma ketika melewati jalan menuju rumah nyaman yang sempat menjadi tempat canda tawa penghias hari – hari.
Dampak dari keinginan untuk mengembangkan usaha dengan “menantang perang Alloh beserta rasulnya” sudah dijelaskan dalam hadist sahih
“Tak seorang pun memperbanyak (harta kekayaannya) dari hasil riba, melainkan pasti akibat akhirnya ia jatuh miskin.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 5518 dan Ibnu Majah II: 765 no: 2279).
Bukan tidak ada upaya untuk membayar hutang. Upaya jual asset sudah dilakukan, bahkan asset yang di ambil di jalan rayapun sudah pernah dialami. Namun jumlah total hutang dengan asset yang ada ternyata lebih besar jumlah hutang,
Riba telah menghancurkan keutuhan & kebahagiaan keluarga mereka.
Usaha yang telah dirintis selama 15 tahun hancur meninggalkan makian dan ancaman debt collector.
Kehancuran bisnis telah terjadi, namun bayangan sikap para penagih hutang menjadi trauma yang membutuhkan waktu untuk pulih.
Setelah tersadar, timbul rasa syukur dalam hati mereka mendapatkan “ganjaran” riba di dunia dan saat mereka masih kuat untuk ikhtiar menjemput rezeki.
Sementara saya, yang juga pernah merasakan hal yang sama… ingin mengetuk hati para pembaca untuk semakin yakin bahwa janji alloh itu benar. Hanyalah kehancuran yang kita dapatkan ketika memperbanyak harga ataupun asset dengan akad bathil ataupun riba.
Di sisi lain, saya juga menyampaikan informasi bahwa asset mereka yang saat ini sangat ingin di jual memiliki nilai Capital Gaint yang tinggi karena berada di lokasi strategis Jln. Raya Kayu Manis Cibadak di atas lahan seluas 828 m2 dengan 3 bangunan yang sudah berdiri di atasnya, Rumah, Gudang, Toko hingga kios – kios dengan luas total bangunan 888 m2 Nilai yang di tawarkan Rp. 3.7 Milyar.
Bagi Bapak & Ibu yang saat ini sedang mencari asset property di lokasi strategis, paket 3 in 1 ini dapat menjadi pilihan investasi yang menguntungkan.
Kami dari Team Jual Asset siap untuk mempresentasikan potensi asset 3 in 1 ini beserta potensi bisnis yang sesuai lokasi dan kondisi property yang telah ada.
Info lebih lanjut dapat menghubungi nomor 0187-9430-395
Dan bagi Bapak Ibu yang memiliki empati pada keluarga ini dan juga ingin melakukan syiar mengenai dampak riba, silahkan share cerita ini sebagai ladang amal. Semoga Alloh membalas amal jariah Bapak & Ibu dengan kebaikan berlimpah, Amin…
Sahabatmu,
Rony_Pebisnishijrah
Konsultan Jual Asset