27/08/2016
3 PERTANYAAN MENDASAR DALAM HIDUP
Elon Musk, pendiri PayPal pernah mengatakan begini “Hal tersulit di dalam hidup ini dalah menemukan PERTANYAAN yang TEPAT”.
Saya sangat setuju dengan perkataannya, karena memang, jauh sebelum kita melangkahkan kaki dalam menapaki setiap jenjang kehidupan, haruslah terlebih dahulu menjawab pertanyaan, di mana JAWABAN yang TEPAT atas PERTANYAAN yang TEPAT lah yang akan membawa kita pada JALAN HIDUP yang TEPAT.
Hingga Saya berusia 17 tahun, hidup Saya sangat berantakan nggak karuan, terserah angin hendak membawa ke mana, bahkan saat itu Saya tidak mengetahui bahwa hidup sedang terombang-ambing.
Namun semuanya BERUBAH setelah negara api menyerang, eh setelah diperhadapkan 3 PERTANYAAN MENDASAR dan tentu saja jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut.
PERTANYAAN PERTAMA : DARI MANA ASAL MANUSIA
Ada seorang pengusaha ternama asal Indonesia hendak melakukan perjalanan bisnis ke Amerika. Begitu tiba di Bandara, ia marah karena ternyata pesawat yang hendak ditumpanginya mengalami delay karena alasan operation. Ia lalu diantar ke private lounge. Karena kecapean perjalan menuju Bandara, ia tertidur dan bangun sungguh kaget menyaksikan pesawatnya baru saja lepas landas. Ia marah sejadi-jadinya dan mengucapkan kalimat-kalimat makian kepada crew maskapai.
“Kalian tahu tidak, Saya ini mau rapat bisnis dengan mitra perusahaan Saya di Amerika, nilai proyeknya bisa membeli bandara ini dan membiayai operasionalnya dalam beberapa tahun.!”
Belum habis kalimat sumpa serapah keluar dari mulutnya, di layar lcd yang berada di belakang meja crew maskapai mengabarkan berita duka. “Pesawat yang baru saja lepas landas dengan tujuan Amerika telah mengalami musibah jatuh dan dipastikan hancur berkeping-keping”
Pengusaha tadi pun tetiba diam beribu bahasa, ia tak kuasa menahan rasa yang terpendam, seketika amarah berubah menjadi syukur tak terkira. Ia pun sujud syukur penuh khidmat dan segera setelah itu ia pun bergegas pulang. Di jalan ia tak henti-hentinya mengabarkan kondisinya ke sanak family, kolega bisnis, dan teman-temannya.
Pelajaran dari cerita di atas, bahwa dalam kenyataan hidup manusia, kita pasti dihadapkan pada kondisi yang TERPAKSA. Terpaksa mati, terpaksa lahir, terpaksa memiliki tubuh dengan segala kelengakapannya berupa panca indera, terpaksa dengan segala keterbatasan yang kita miliki.
Ini menegaskan bahwa ada SESUATU di balik TERPAKSA nya manusia. Yang tentu saja MEMAKSA manusia menerima segala kondisi berupa kehidupan, kematian, potensi diri, keterbatasan, dll.
Bagi Saya yang mahluk berfikir ini, tak mungkin mengatakan bahwa segalanya ada begitu saja, tercipta dengan sendirinya, sementara hal yang begitu sederhana seperti membuat tulisan ini tak mungkin ada jika Saya tidak menuliskannya.
Lalu bagaimana mungkin alam semesta dengan segala kompleksitasnya, bisa TERATUR tanpa ada yang MENGATURNYA?
Lantas bagaimana bisa manusia dengan seluruh karakteristiknya, bisa TERCIPTA tanpa ada yang MENCIPTAKANNYA?
Serta kehidupan dengan apa yang terkandung di dalamnya bisa ADA tanpa ada yang MENGADAKANNYA?
Tinggal satu persoalan, siapa yang mengatur, mencipta dan mengadakan semua nya itu?
Saya kemudian mencoba untuk membuat hipotesa sederhana, bila yang mengatur alam semesta itu dari kalangan manusia. Saya bisa membayangkan bagaimana antar planet, bumi, matahari, bulan, dll itu akan saling bertabrakan.
Mobil yang notabene melaju pada jalurnya dengan kecepatan 100 KM / Jam saja, ketika keluar jalur akan berakibat fatal. Saya sendiri pernah berkendara dengan kecepatan tersebut, sedikit kehilangan focus karena ngantuk, mata terpejam hanya sepersekian detik, mobil sudah manaiki trotoar jalanan.
Jika manusia yang mengatur alam semesta, bisa dibayangkan bagaimana matahari yang ukurannya berkali lipat dari besaran bumi, yang kecepatannya sekitar 800.000 KM/Jam, dengan kecepatan ini, silakan bandingkan apa yang terjadi pada kendaraan Anda dengan kecepatan tersebut. Mungkin tidak terbayangkan, namun singkatnya, alam semesta ini akan hancur sehancur-hancurnya.!
Dari sini Saya menyakini bahwa segala sesuatunya ada yang mengatur, mencipta dan mengadakannya. Awalnya saya tidak tahu itu apa, tapi yang jelas bukan manusia, apalagi genderuwo hehe.
Kemudian datanglah berbagai sumber informasi yang menerangkan siapa yang mengatur, mencipta dan mengadakan segala sesuatunya. Dialah Pencipta (al Khaliq), Tuhan.!
Namun yang menjadi pertanyaan, Tuhan yang mana?
Saya lalu menghadirkan sebuah pernyataan kritis, bahwa tidak mungkin kebenaran itu bersifat relatif. Bahwa Tuhan yang banyak tidak mungkin semuanya benar. Maka dari itu, Saya butuh sumber yang benar-benar VALID, tidak mengandung kebohongan, bisa diuji secara logis dan ilmiah akan validitas kebenarannya.
Anda coba bayangkan tentang kebenaran berita versi agama A, mengatakan semua agama selain A pasti masuk neraka. Lalu agama B, mengatakan juga semua agama selain B niscara masuk neraka. Jadi, kalau agama A, B atau Z sama-sama benar, maka yang akan terjadi kelak adalah pemeluk agama A akan masuk surga Tuhan agama A, namun masuk nerakanya agama B. Pemeluk agama B akan masuk surga Tuhan agama B, tetapi masuk nerakanya agama A, dst. Hal yang TIDAK bisa di terima akal tentu saja.
Maka dari itu, di sini Saya kemudian harus memastikan, sumber berita manakah yang benar-benar layak dipercaya, yang secara tekstual dan makna tidak dapat diubah oleh manusia. Di sinilah Saya menyakini al-qur’an sebagai sumber informasi kebenaran mengenai siapa yang menciptakan segala sesuatunya.
Al-Qur’an telah diuji dengan serangkaian metode, namun hingga detik ini, tidak satupun manusia mampu membuktikan bahwa al qur’an merupakan karangan manusia, bangsa arab, atau Nabi Muhammad sekalipun. Hanya ada satu kemungkinan mengenai al qur’an ini, yaitu diturunkan oleh Pencipta, yakni Allah SWT.
Ketika jawaban ini Saya dapatkan, itulah saat di mana Saya merasakan kesejukan keyakinan. Jawaban tersebut ‘Merevisi’ keyakinan selama ini yang sebatas ‘kebetulan’ merupakan warisan dari kedua orang tua yang juga menyakini Allah SWT dari orang tua mereka.!
“Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah – Aku bersaksi tiada Tuhan yang layak di sembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.
Bersambung….
Sumber: DPSI