27/05/2026
Bulan April 2026 Indonesia mulai lagi ekspor beras ke luar negeri, setelah hampir 10 tahun fokus ke swasembada.
Faktanya gini:
1. Ekspor tahap pertama mulai April 2026
Kementerian Pertanian umumkan rencana ekspor *500 ribu ton* beras tahap pertama mulai April 2026. Pengumumannya langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Istana Negara Januari 2026.
2. Kenapa bisa ekspor sekarang?
- Stok beras nasional surplus sekitar 2,5 juta ton per Januari 2026 setelah panen raya di Jawa, Sumatera, Sulawesi. c027
- Produksi beras 2025 capai 32,8 juta ton GKG, naik 4,2% dari tahun sebelumnya. c027
- Stok Bulog per 10 Januari 2026 sudah 1,8 juta ton, cukup buat 3-4 bulan ke depan. c027
- Harga gabah petani stabil di atas Rp 6.000/kg, jadi ekspor nggak ganggu pasokan domestik. c027
3. Tujuan ekspornya ke mana?
Target 500 ribu ton itu ke:
- Filipina: 200 ribu ton c027
- Papua Nugini: 100 ribu ton
- Malaysia: 80 ribu ton
- Timor Leste & negara Pasifik: 120 ribu ton
Ekspornya lewat Bulog dan perusahaan swasta yang udah punya kontrak buyer luar negeri. Harga ekspor sekitar US$ 480-520 per ton atau Rp 7.800-8.400/kg.
4. Target jangka panjang
Kalau produksi terus naik dan stok aman, Indonesia rencana ekspor rutin 1-1,5 juta ton per tahun mulai 2027.
---
Catatan: Sebelum ini Indonesia emang lebih sering impor beras karena defisit. Jadi ekspor 2026 ini pertama kalinya dalam hampir 1 dekade.
berat