Komunitas lmu Kehidupan

Komunitas lmu Kehidupan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komunitas lmu Kehidupan, Real Estate, Jln. Pesantren Kompleks GPI, Cimahi.

YANG MEMBUAT KITA TIDAK BAHAGIAMengapa terkadang secara tiba-tiba kita merasa sedih tanpa sebab? Terkadang, Kesedihan ti...
29/10/2021

YANG MEMBUAT KITA TIDAK BAHAGIA

Mengapa terkadang secara tiba-tiba kita merasa sedih tanpa sebab? Terkadang, Kesedihan tidak bisa dijelaskan.
Dan kita tidak bisa menjelaskan sebab kesedihan kita itu. Kadang p**a situasi dalam Kehidupan tidak bisa kita hindari, dan membuat kita tenggelam dalam kesedihan, entah sementara atau sedih yang berkepanjangan, tetapi kebanyakan situasi hati, apakah sedih atau senang mempunyai sebab yang ternyata bisa kita kendalikan.

Nah Berikut Ini Adalah Hal Hal Yang Menyebabkan Kita Tidak Bahagia.

1. Perasaan terlalu khawatir
Perlu disadari, pada dasarnya rasa khawatir tidak akan menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya rasa khawatir dapat membuat kita sibuk memikirkan akibat buruk dari masalah tersebut dan melupakan cara mengatasinya. Ketika kita merasa sangat khawatir, rasa takut dan pesimisme mulai menumpuk pada diri kita. Dan kita akan mulai berpikir bahwa setiap langkah yang kita ambil, adalah langkah yang salah. Oleh karena itu, kita perlu menyalurkan energi kita dari kekhawatiran dengan cara melepaskan ketakutan kita. Kurangi rasa khawatir dalam diri kita, maka kita akan mulai merasa bahagia lagi. Dan saat itu p**a pikiran kita akan mulai memikirkan jalan keluarnya (solusinya).

2. Semua orang harus sesuai dengan diri kita
Mengapa banyak orang yang merasa kecewa? Karena dalam pikiran kita ingin semua orang harus sesuai dengan diri kita. Ingat, semua orang memiliki kehidupan masing-masing, dan setiap orang memiliki standar hidup masing-masing. Kita sebagai makhluk sosial pasti selalu berhubungan dengan orang lain. Tetapi yang sering menjebak kita adalah dalam kehidupan sosial, kita sering memasang standar kehidupan kita kepada orang lain. Mungkin kita memiliki standar yang cepat, sedang orang lain tidak cepat, sehingga kita merasa kecewa dengan hal tersebut atau orang lain merasa meninggalkan diri kita karena diri kita tidak bisa menyamai kecepatan orang lain itu. Oleh karenanya kita harus belajar dari orang lain apa adanya. Misal belajar tentang keanekaragaman bahwa semua orang itu berbeda, bahwa setiap orang memiliki standar keinginan yang berbeda. Setiap orang memiliki standar kehidupannya masing-masing.

3. Bahagia ketika mimpi tercapai
Kita memilih bahagia pada saat mimpi, keinginan, dan cita-cita memenuhi harapan. Sebenarnya kita bisa bahagia kapan pun. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seseorang adalah meletakkan kebahagiaan kepada suatu yang mereka harapkan terjadi di masa depan daripada memilih untuk bahagia menikmati segala hal yang mereka miliki saat ini, meskipun memiliki cita-cita atau impian yang tinggi itu adalah sesuatu yang baik. Tetapi masa depan adalah hal yang tidak pasti. Oleh karena itu, sikap yang benar adalah dengan menikmati prosesnya, bukan menikmati hasilnya. Belajarlah menikmati prosesnya, belajarlah menikmati hari ini, hargai keindahan di sekitar kita, sambil bekerja keras untuk mencapai mimpi kita di masa yang akan depan.

4. Sadari Kita adalah Gelas setengah kosong
Orang yang memiliki sikap seperti gelas setengah kosong adalah orang yang lebih fokus pada bagian negatifnya tanpa memperhatikan bagian positifnya. Orang yang seperti ini, tidak akan pernah tahu makna kebahagiaan karena rasa pesimismenya selalu menguasai rasa optimismenya.

5. Tidak meluangkan waktu dengan hal yang positif.
Sudah menjadi sifat manusia untuk lupa waktu, dan sering teralihkan perhatiannya oleh hal-hal yang tidak penting, akhirnya waktu kita dalam sehari terkadang sia-sia begitu saja dan membekaskan/memikirkan terhadap diri kita karena kita baru sadar terhadap hari kita ternyata tidak produktif sama sekali. Oleh karena itu, kita perlu merencanakan hari-hari kita. Buatlah catatan untuk hal yang positif sehingga kita merasa puas dan bahagia atas hal-hal yang telah kita rencanakan dan berhasil kita lakukan. Kurangi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak berguna agar penyesalan kita semakin berkurang dan kita dapat memfokuskan energi kita kepada hal-hal yang jauh lebih penting.

6. Tidak punya tujuan hidup
Banyak orang hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas. Mereka bangun setiap pagi melakukan rutinitas pada hal yang sama. Hal yang membuat tujuan mereka seolah tidak pernah maju dalam hidup. Oleh karena itu, kita perlu menentukan tujuan hidup kita, apa mimpi yang ingin kita capai. Pada awalnya akan terasa sulit meninggalkan rutinitas yang kita lakukan sebelumnya untuk melakukan sesuatu yang baru. Tetapi yakinlah, pasti kita akan menemukan sesuatu yang menyenangkan dalam melakukan hal-hal yang kita senangi.

7. Kita selalu tergantung kepada orang lain.
Meskipun hidup terasa lebih nyaman dan aman, ketika kita mempunyai orang yang dapat kita andalkan. Tetapi hal itu dapat menjadi ketidaknyamanan ketika kita hidup harus menuruti keinginan orang lain. Menjadi mandiri tidak hanya membuat diri kita lebih bahagia, tetapi juga akan meningkatkan harga diri kita sekaligus memberikan kita rasa bebas untuk menentukan pilihan hidup kita.

8. Tubuh kita sedang sakit.
Tubuh yang sehat mengarah pada pikiran yang sehat dan bahagia. Memberikan prioritas pada kesehatan tubuh artinya kita memberikan kesempatan hidup kita untuk lebih bahagia. Oleh karena itu buatlah tubuh kita sehat. Makanlah makanan yang sehat, tambahkan dengan berolahraga dalam rutinitas kehidupan kita, dan tidur yang cukup.

9. Menyimpan dendam
Sebuah nasihat mengatakan bahwa menyimpan dendam seperti berkumur dengan racun. Harapannya kita bisa menyemburkan racun itu kepada orang lain, tetapi yang terjadi justru racun itu tertelan sendiri. Kebencian dan dendam seperti membangun energi negatif dan justru merugikan diri kita sendiri. Jadi maafkanlah orang-orang yang pernah mendzalimi diri kita karena orang-orang itu sekarang sedang menikmati kebahagiaan. Tetapi kita justru menyimpan kekesalan kepada mereka. Lebih baik kita ikhlaskan, kita lepaskan, kita maafkan, dan kita merasakan kebahagiaan.

10. Kita orang yang perfeksionis.
Perfeksionis akan menjadi penghambat kebahagiaan yang sejati. Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Mangharapkan kesempurnaan dari orang lain atau diri sendiri pasti akan membuahkan kekecewaan dan ujungnya adalah ketidakbahagiaan.

11. Kita sedang bosan
Kebosanan adalah ketidakbahagiaan. Bagaimana mengatasi kebosanan? Yang kita perlukan adalah berpikir sedikit lebih terbuka dan mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan atau mencoba sesuatu yang baru.

12. Kita terlalu sibuk
Orang yang terlalu sibuk, ibarat orang yang sedang naik kendaraan dengan kecepatan tinggi. Alih-alih kita menikmati perjalanan, yang ada adalah ketegangan karena kita fokus ke depan. Dalam kecepatan tinggi kita tidak sempat menengok ke kanan atau ke kiri. Oleh karena itu, cobalah mengurangi kegiatan-kegiatan kita, sisihkan sebagian waktu untuk bersantai dan menikmati hidup.

13. Mengabaikan Peluang (kesempatan).
Ketika kesempatan datang, kadang sering kali kita abaikan. Pada akhirnya menyesali mengapa kita tidak mengambil peluang itu. Mengambil peluang kadang kala membuat kita tidak nyaman, kadang peluang datang sekaligus dengan tantangannya yang sekaligus membuat keluar dari zona nyaman dan kemudian kita melewatkan karena kita menghindarkan diri dari risiko itu. Oleh karena itu, ambilah peluang, ambil risiko, jika berhasil maka kita akan bahagia. Jika gagal kita akan puas karena setidaknya kita pernah mencoba, daripada tidak pernah melakukannya.

14. Kurang percaya diri (takut pada diri sendiri)
Kurangnya rasa percaya diri adalah faktor yang menyebabkan ketidakbahagiaan. Karena ketidakpercayaan diri akan sangat sulit mengambil keputusan. Kita harus mencoba pada diri sendiri, jika kita saja tidak percaya pada diri kita, bagaimana orang lain percaya pada diri kita. Dapat dipastikan tidak ada orang lain yang percaya pada diri kita.

15. Terlalu peduli, orang lain (terlalu peduli terhadap orang lain)
Pada umumnya orang lain sangat sulit untuk menyenangkan diri kita. Apa pun yang kita lakukan pasti ada saja orang yang mengkritik. Jadi apa perlunya peduli pada orang lain. Selalu mencoba menyenangkan semua orang, yang pada akhirnya akan gagal dan menguras tenaga serta kebahagiaan kita.

16. Tidak berpikir layak bahagia.
Kita tidak bahagia karena kita tidak berpikir bahwa kita layak bahagia. Hidup selalu penuh dan banyak tantangan, semakin kita dewasa, akan semakin banyak hal yang harus kita selesaikan. Tetapi bukan berarti kita tidak berhak untuk lebih bahagia. Semua orang berhak untuk lebih berbahagia. Bahagia adalah “Mindset”. Seberapa banyak harta yang kita miliki, jika tidak memiliki mindset bahagia pasti kita tidak akan bahagia. Sebaliknya sebanyak apa pun masalah yang kita hadapi atau alami, jika mindset kita yang bahagia, maka pasti kita akan bahagia.

Hal-hal di atas itulah yang harus kita hindari agar kehidupan kita akan menjadi lebih bahagia.
Selamat berbahagia.

Aamiin.

13/10/2021

BELAJAR DARI GOOGLE!

Banyak cara belajar dari Google, misalnya dengan mencari artikel yang bernilai pengetahuan. Atau bisa p**a mencari saran dari para tokoh yang ahli di bidangnya. Tinggal ketik saja di Google apa yang ingin kita cari, nanti akan tersedia jawabannya.

Namun kali ini kita akan belajar dari cara Google dalam memberi jawaban kepada kita. Rupanya ada ilmu yang cukup berharga p**a dari hal tersebut. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan Google menjadi salah satu perusahaan sukses di dunia.
Pertama, Google itu rendah hati. Ia tidak pernah pamer meski memiliki segudang ilmu. Coba saja bertanya tentang resep soto Banjar, maka ia akan memberi jawaban kepada kita hanya seputar soto Banjar.
Padahal ia juga tahu ratusan resep soto dari seluruh nusantara, bahkan kalau perlu resep kuliner internasional dari berbagai negara di dunia. Tetapi apakah Google dengan pongahnya akan menampilkan semua resep itu? Tentu saja tidak. Ia hanya menjawab sesuai dengan apa yang ditanyakan saja.

Demikianlah tipe orang sukses itu, meski pengetahuannya luas tetapi tidak berusaha memperlihatkan diri kepada orang lain bahwa ia itu pandai. Bersikaplah rendah hati.

Kedua, Google tidak pernah menyalahkan orang lain. Cobalah berpura-pura salah dengan mengetik resep soto Banjay. Maka Google tidak akan menghakimi dengan menjawab, You're wrong! Anda salah!

Justru yang dilakukan Google adalah memberi saran dengan mengatakan, showing results for resep soto Banjar. Dengan santun Google memberi saran bagaimana tulisan yang benar tanpa menyalahkan.
Hendaknya kita jangan menjadi orang yang mudah menyalahkan pihak lain. Meskipun memang kenyataannya dia yang salah, kita tetap berkewajiban mencari cara yang baik untuk memberi tahu kesalahannya. Bukan langsung menghakiminya begitu saja. Besikaplah bijaksana.

Ketiga, Google punya banyak cara sehingga tidak membuat orang bosan. Ketika kita bertanya tentang resep soto Banjar, maka ia akan menyediakan artikel tentang daftar bahan dan bumbu masak yang kita perlukan untuk membuatnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Google juga akan menampilkan gambar kepada kita. Karena sekedar tulisan saja mungkin akan membuat kita jenuh. Bahkan selain gambar dan tulisan, ia juga akan menghadirkan video yang berkaitan dengan resep soto Banjar.
Orang lain akan merasa nyaman apabila kita bisa menjelaskan sesuatu dalam berbagai cara. Bersikaplah kreatif.

Itulah beberapa tips yang bisa kita pakai dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sekadar informasi, pendapatan Google pada tahun 2019 mendekati 2,250 triliun rupiah. Fantastis!

Salam Bahagia Sukses Dunia Akhirat 💪

12/10/2021

UNTUK APA KITA DICIPTAKAN

Sudah ratusan tahun manusia dinasehati agar menjadi diri sendiri atau be yourself . Namun, sampai saat ini istilah ‘menemukan diri sendiri’ masih saja menjadi misteri sehingga nasihat di atas hanya menjadi mimpi saja. Kalau saja kita bisa mengetahui siapa diri kita dan untuk apa kita diciptakan, maka di sanalah kita akan menemukan jalan kesuksesan kita yang sebenarnya. Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memandu Anda untuk menyadari betapa pentingnya mengetahui diri kita agar dapat memahami maksud penciptaan diri kita oleh Yang Maha Pencipta.
Apabila kita percaya bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT, maka berikutnya tulisan ini akan terkait dengan hal tersebut, akan tetapi bila kita meyakini bahwa kelahiran kita atas sebab adanya pembuahan dalam hubungan kebetulan ataupun disengaja antara lelaki dan perempuan yang merupakan orang tua kita, maka materi berikut ini sebaiknya dilupakan saja.
Dalam kitab suci Al-Quran, dengan tegas Allah menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah (utusan) di muka bumi. Kata beribadah mengandung dimensi vertikal (hablum minallah), sedangkan kata khalifah mengandung dimensi horizontal (hablum minannas). Mengapa Allah memerlukan utusan? Perlu! karena Allah membutuhkan wakil/utusan untuk melakukan berbagai urusan yang berkaitan dengan memelihara bumi dan seisinya.

PERANCANG ATAU PENCIPTA
Setiap perancang (pencipta) memiliki maksud (purpose) dan tujuan ketika merancang atau menciptakannya. Kita bisa mengetahui maksud dan tujuan dari perancang (pencipta) dengan melihat hasil rancangan atau produk ciptaannya. Ambil contoh misalnya seorang perancang BUS bermaksud “membuat alat angkut yang dapat mengangkut benda dari satu tempat ketempat lain”.
Apabila kita melihat alat tersebut memiliki kursi sebanyak 40 buah dan juga empat buah ban dibeakang dengan 2 ban didepan maka kita tahu bahwa maksud perancangnya adalah membuat alat untuk mengangkut 40 penumpang melalui jalan darat yang kemudian disebut mobil bus.
Apabila alat tersebut memiliki 300 kursi dengan 8 ban kecil berikut sayap dan 4 mesin disayapnya maka kita tahu bahwa maksud perancangnya adalah membuat alat untuk pengangkut 300 penumpang melalui jalan udara yang kemudian disebut pesawat udara.
Bagaimana bila rancangan alatnya memiliki ban sebanyak 26 buah, dimana bagian depan ada 6 buah ban dengan 3 di sebelah kiri dan kanan, kemudian pada bagian belakang bentuknya datar tanpa kursi terdiri dari 20 buah ban disusun 10 ban di sebelah kiri dan 10 ban di sebelah kanan . Melihat rancangan tersebut kita akan mengerti bahwa maksud perancangnya adalah membuat alat angkut barang yang sangat berat melalui jalan darat .
Begitu juga dengan alat pengangkut yang tinggi besar bertingkat-tingkat, memiliki banyak kursi, banyak kamar tidur dan ada restorannya,tanpa roda akan tetapi berada diatas air. melihat alat tersebut kita juga dapat mengetahui maksud perancangnya yaitu alat angkut penumpang melalui jalan air yang kemudian disebut kapal laut penumpang.
Walaupun sesungguhnya semua alat di atas memiliki fungsi yang hampir serupa yaitu mengangkut benda (orang , barang, cairan, gas, dan lain sebagainya) dari satu tempat ke tempat lain. Namun setiap rancangan atau ciptaan yang dibuat memiliki fitur tertentu untuk dapat menjalankan fungsi yang dimaksud oleh perancang atau penciptanya.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan penciptaan manusia? Di awal diceritakan untuk apa manusia diciptakan. Seperti halnya mobil dibuat untuk mengangkut benda dari satu tempat ketempat lain, maka manusia diciptakan untuk memberi manfaat atau kontribusi bagi lingkungan atau orang lain Manusia juga diciptakan dengan rancangan atau fitur yang berbeda-beda. Allah SWT pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu dengan menciptakan manusia dengan bentuk dan rupa yang berbeda-beda. Bahkan dalam ukuran jumlah bisa dengan bilangan tak terhingga, sepanjang jumlah manusia yang pernah hidup di muka bumi.
Manusia memang sangat unik, tidak ada duanya karena walaupun sudah milyaran manusia diciptakan di dunia, tidak ada satu pun yang sama walau kembar sekalipun. Begitu uniknya sehingga sebenarnya masing-masing orang adalah Very Special Limited Edition. Bagaimana kita tahu keunikan kita? Apa yang berbeda dan unik antara satu manusia dengan lainnya? Jawabannya adalah sifat atau personality.

Berlanjut...

09/10/2021

KONSEP PENSIUN DALAM ISLAM

Kebanyakan dari kita sudah terpola untuk berpikir ingin hidup tenang di hari tua, duduk2 tanpa beban, hanya bermain dgn cucu, reunian, jalan2 ke sana ke mari. Kita ingin hidup di zona nyaman Atau kita hanya berpikir menghabiskan masa tua hanya dg shalat & membaca Al Quran dari waktu ke waktu, tanpa kegiatan lain. Itulah Mindset kita. Itulah fenomena yg terjadi di sekitar kita. Ketika kita belum memasuki usia pensiun pun, kita kerap sudah merasa bukan saatnya untuk aktif.

Kita kehilangan gairah. Bahkan mungkin kehilangan arah,

@ Mau apa..?
@ Mau ke mana..?
@ Untuk apa...?

Hanya ingin hidup tenang di zona nyaman. Hanya ingin ber-senang2, tak ingin bergerak. Kita bahkan cenderung hanya ingin memikirkan diri sendiri. Makin tak peduli dgn sesama. Kita merasa sudah saatnya istirahat.

BUKAN BEGITU ???

Sebenarnya, adakah Islam mengajarkan pola pikir semacam itu tentang hari tua..?

INGAT SURAH AL INSYIRAH : 7-8

"Maka apabila engkau sudah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah dg sungguh sungguh urusan yg lain. Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."

I N G A T L A H !!!

Di usia tua Rasulullah tidak sibuk dg Shalat & Membaca Al Quran saja. Mulai usia 53 tahun justru beliau makin aktif membina hubungan dg sesama manusia. Membangun masyarakat Madani (Civil Society) di Madinah. Tidak hanya hubungan dg Allah, tapi juga hubungan dg manusia. Beliau makin bermasyarakat, makin terlibat dalam Kehidupan Sosial. Artinya, memasuki usia pensiun bukan alasan kita untuk melepaskan diri dari kehidupan sosial & hanya sibuk dg diri sendiri. Hingga akhir hayat, Rasulullah tidak pernah diam & tidak juga ingin beristirahat. Beliau juga tidak meninggal dalam keadaan kaya, tidak juga dalam keadaan pensiun karena beliau tetap memimpin umatnya.

Pensiun beliau SAW adalah kematian. Begitu juga Sahabat2 Rasulullah yg lain. Mereka pensiunnya setelah wafat. Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, contohnya. Bahkan Abu Ayyub al-Anshari berangkat berperang menghadapi tentara Byzantium pada usia 93 tahun.

Konsep pensiun yg umum dipahami masyarakat membuat kita lupa bahwa bertambah usia itu berarti kesempatan hidup kita makin berkurang.

Manusia sukses versi Islam itu menurut Hadist adalah : “Manusia terbaik di antaramu adalah yg paling bermanfaat bagi manusia lain.”

Bertambah usia, justru kita harus makin merambah dunia. Berbagi & menjadi sosok bermanfaat. Bukan berpikir untuk hidup santai & sekadar menghabiskan waktu dengan hal2 tak jelas. Lagi p**a, makin pasif seseorang, makin cepat pikunlah ia.

Alhasil, jika memang kita ingin mempersiapkan hari tua, selain menyiapkan uang agar tidak berkekurangan, yg lebih penting adalah menyiapkan apa yg bisa kita lakukan agar kita bisa bermanfaat bagi sesama di hari tua, sampai saatnya menutup mata. Tak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru. Tua bukan alasan untuk putus asa & berhenti.

Merasa tua & berpikir bukan saatnya lagi untuk hidup aktif & dinamis adalah bukan pilihan yg tepat. Justru, kita harus lebih hidup & bersemangat.

Tidak ada kata pensiun untuk menjadi manusia sukses di mata Allah.

Walahua'lam bissawab

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ...

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ...

Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur...

Segala puji bagi Allah,
yang membangunkan kami setelah ditidur kan-Nya dan kpda-Nya kami dibangkitkan.

Aamiin yaa Rabbal'alaamiin

06/10/2021

Dua Kantong yang Berbeda

Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bers**acita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Teman2... Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satu pun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali... masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik! Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka, jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita (tahukah Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian). Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat.
Eko PS

04/10/2021

Ilmu Praktik
Lakukan, Hal Ini akan Membuka Nasib Baik!

Coba renungkan, apa pun yang menjadi keinginan kita (jodoh atau uang yang banyak, atau karier yang gemilang) itulah yang dinamakan nasib baik. Tanya pada diri sendiri, apakah mendapatkan jodoh atau uang yang banyak, atau karier yang gemilang dapat kita katakan nasib baik?
Perlu dipahami setiap manusia bisa mencapai garis finish.
Bila sekarang misal, saya jomblo, ingin punya pasangan, tetapi belum mendapatkannya, percayalah, sedikit lagi mendapat jodoh, begitu p**a kalau sekarang kita ingin memiliki uang yang banyak, sedikit lagi uang kita banyak seijin Allah. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana penjelasan ilmiahnya?
Saya sangat memahami yang membaca tulisan ini pasti memiliki tujuan baik untuk memiliki harapan di atas, hanya yang menjadi masalah dalam menjalani hidup ini adalah kita tidak percaya bahwa kita ini layak menjadi orang yang bisa mencapai keinginan itu (“believe sistem” kita tidak yakin). Cobalah pahami dengan baik dan renungkan tanpa penolakan diri Anda, bahwa kita hanya ditemani oleh mimpi kita (bukan angan-angan), tidak seorang pun yang percaya pada mimpi kita selain diri kita sendiri. Tidak ada seorang pun yang percaya pada kehebatan kita, selain diri kita sendiri. Maka itu cobalah temani diri kita dengan dukungan diri kita sendiri, caranya katakan pada diri kita bahwa keinginan mulia kita bisa terwujud seijin Allah, keinginan yang hebat pada diri kita, dapat terlaksana.
Mari kita praktikkan, sambil memejamkan mata, coba bayangkan orang tua kita hadir di depan wajah kita sekarang, kemudian bayangkan p**a orang tua yang kita kasihi itu datang memeluk kita erat-erat, lalu beliau mengatakan “Ibu bangga kepadamu, Nak!, kamu pasti bisa karena kamu hebat, kamu luar biasa.” Lakukan hal ini di saat kita rileks dan tenang.
Mengapa keinginan atau impian/harapan yang kita bayangkan itu, akan mudah terwujud?
Karena kita tidak sendirian dalam mewujudkannya, tetapi didukung penuh oleh orang tua kita pada saat beliau memeluk kita dengan penuh kasih sayang.
Selama ini, keinginan atau harapan kita selalu kita lakukan sendiri saja tanpa dukungan. Makanya keinginan dan harapan itu sulit terwujud bahkan kita sendiri (believe sistem) meragukannya.
Mengapa “goal” yang kita tetapkan sering gagal?
Jawabannya, karena tidak semua orang tahu seberapa berharganya kita dalam hidup kita. Yang paling tahu seberapa berharganya kita dalam hidup kita adalah DIRI KITA SENDIRI.
Bagaimana cara mempraktikkannya, lihatlah “kenyataan”, bukan membayangkan kenyataan. Lihat kenyataan kita, dan ini tidak boleh ditolak, kalau kenyataan kita sendiri dengan impian kita, bila kenyataan kita dengan tujuan kita, kalau kenyataan kita dengan apa yang kita kehendaki, percaya dan yakin, maka “terima” dengan penuh “kepasrahan”.
Lakukan dengan istiqomah dan selalu berdo’a kepada yang Maha Mengabulkan.
Biarkan dunia itu kita kendalikan, dan cara mengendalikan dunia bukan dengan menolak dunia, hadapi dunia, terima dengan kepasrahan. Bila kita merasa tidak sanggup, istirahatlah sejenak, jangan dipaksakan, tetapi nanti maju lagi. Setelah mempraktikkan, Bila merasa ingin menangis, keluarkan air mata itu, setelah selesai hati kita akan terasa lega.
Silakan praktikan, bila ada pertanyaan tulis di kolom chat, mudah2-an saya bisa membantu.
Uraian di atas Obatnya sudah ada dalam Al Quran. “Berprasangka baiklah kepada Allah SWT karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya”. Kalau sudah terbiasa dipraktikan Insha Allah hidup kita jadi lebih ringan. Jadi berpikirlah positive dan menerima kehidupan kehidupan ini dengan baik. Aamiin.

01/10/2021

Mengenal Karakter Manusia

Kecenderungan Manusia.
Kecederungan manusia yang ada pada diri kita menurut Al Quran selalu berdampingan antara yang baik (positif) dan yang buruk (negatif). Manusia hidup di antara dua kutub, kutub kebaikan dan kutub keburukan berbeda dengan malaikat yang hanya memiliki satu kutub, yaitu kekuatan kebaikan saja (positif) kekuatan taat, kekuatan tunduk pada Allah SWT. Malaikat tidak pernah durhaka, tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Jadi Malaikat tidak diberi kecenderungan buruk oleh Allah (kebaikan, lurus, dan taat) dan syaitan hanya memiliki kutub keburukan (negatif) seperti berkhianat, dengki, sombong, merasa diri paling hebat, egois. Sedang manusia hidup di antara keduanya. Karena itulah apa bila manusia melakukan kebaikan mendapat penghargaan atau apresiasi dari Allah. Mengapa demikian? Karena ketika manusia berbuat kebaikan, sesungguhnya kita telah berjuang melawan Kecenderungan buruk (negatif). Ketika kita dermawan, artinya kita telah berjuang menundukkan jiwa pelit kita. Ketika kita memaafkan, artinya kita telah berjuang meredam jiwa dendam kita, jiwa marah kita ( Q.s An-Naazi’aat 79: 40-41).
5 kecenderungan Negatif (buruk) manusia yang ada pada diri kita
1. Manusia cenderung melupakan kebaikan.
Manusia itu s**a lupa dengan kebaikan. Tetapi ketika melakukan kesalahan, sangat dipikirkan bahwa itu kesalahannya.
Contoh:
Kita memiliki sopir yang sudah bekerja 10 tahun, maksudnya pengabdian sopir terhadap keluarga sudah sangat lama (sopir ini sudah sangat berjasa), tetapi sekali saja sopir kita salah karena khilaf, mobil kita menyerempet motor. Kita sangat marah dan memarahi sopir kita. Inilah yang dimaksud dengan s**a lupa dengan kebaikan orang lain. Sifat manusia itu lebih banyak mengingat sifat buruk seseorang daripada kebaikannya. Dengan kata manusia itu cenderung lupa berterima kasih. Contoh ini adalah sikap manusia kepada sesamanya. Bisa kita bayangkan sikap kita sebagai manusia terhadap Allah? Kita sudah diberi mata untuk melihat keindahan alam, diberi mulut/lidah agar dapat membedakan rasa, diberi telinga, diberi udara. Diberi kemampuan berpikir, Dll. Tetapi kita s**a lupa berterima kasih kepada yang memberi. Betapa nikmat Allah sangat besar yang diberikan kepada kita. Diberi ujian sedikit saja kita mengeluh luar biasa, seolah-olah Allah tidak peduli terhadap kita. Ini ciri manusia, umumnya lupa dengan pemberian-Nya. Betapa nikmat Allah itu sangat besar bila kita mau menyadarinya. (QS. Ibrahim 34).
2. Manusia cenderung kikir (pelit)
Kikir dalam hal ini jangan berasumsi pada bentuk materi. Kikir memotivasi, kikir memberi penghargaan, kikir sekadar membantu orang lain. Tetapi bila untuk kebutuhan sendiri sangat boros atau royal. Manusia itu lebih mudah berjuang untuk hal yang bersifat bersenang-senang untuk diri sendiri dari pada membantu orang lain. QS. Al-Isra' Ayat 100
3. Manusia itu banyak membantah.
Manusia itu cenderung banyak membantah, mencari-cari alasan, membenarkan pendapat sendiri, mencari pembenaran demi kepuasan dirinya. (QS. Al Kahfii 54)
4. Manusia itu s**a tergesa-gesa (tidak sabaran)
Bila ada ungkapan “... kamu itu mau jadi apa?” ciri orang tidak sabaran.
Ingin do’anya cepat terkabul, ingin cepat kaya, dengan segala cara bahkan bersedia melakukan korupsi.
5. Manusia itu Cenderung Sombong.
Manusia itu memiliki sifat sombong, ingin dipuji orang lain, paling berjasa, dll.
Kecenderungan positif manusia
1. Pada dasarnya manusia itu cinta pada kebaikan.
Memiliki kebaikan (senang dengan kebaikan). Seorang ayah yang melakukan keburukan, pasti berharap anaknya menghendaki hal yang baik. Tidak ada manusia yang berharap anaknya lebih buruk dari orang tuanya.
2. Manusia itu tercipta istimewa. ( S. Al Israa-17)
3. Manusia itu memiliki kemampuan berpikir (kemampuan intelektual) yang tinggi. Maka manusia sangat tinggi akalnya.

Semoga bermanfaat.

27/09/2021

HALAMAN YANG HILANG.

Seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran sejarah dunia: Nak, siapakah Barack Obama itu?".

"Penjual es krim, Pak."

Guru tersebut terkejut mendengar jawaban muridnya. Ia bertanya sekali lagi.
Si murid tetap memberi jawaban yang sama.
Sang guru kembali mengulang pertanyaannya dengan jengkel,

"Nak, bukankah biografi Barack Obama ada di buku paket. Apa kamu sudah membacanya?"

"Sudah, Pak. Barack Obama adalah penjual es krim..!"

Sang guru semakin emosi mendengar jawaban seperti itu. Ia perintahkan si murid mengeluarkan buku paket miliknya, dan membuka halaman tentang Obama.

Pada buku si murid, biografi Obama hanya ada satu halaman. Kisah hidup Obama berhenti pada saat masih remaja, di usia 16 tahun ia memperoleh pekerjaan sebagai pelayan kedai es krim di kota Honolulu, negara bagian Hawaii.

Guru tersebut menyadari ternyata pada buku si murid, halaman kedua hilang.
Mungkin tersobek tidak sengaja, atau bisa jadi memang dari penerbit buku tersebut halamannya kurang selembar.
Pantas ia tidak tahu kelanjutan sejarah hidup Obama hingga menduduki kursi presiden ke-44 di Amerika.

Guru tersebut benar, ketika ia mengatakan bahwa Barack Obama adalah presiden.
Karena kenyataannya memang demikian.
Tetapi muridnya juga benar. Karena sejauh yang ia baca, Obama adalah penjual es krim.
Jadi dalam cerita tersebut keduanya sama-sama benar.

Lalu mengapa terjadi perselisihan...??

Karena sang guru tidak menyadari bahwa ada halaman yang hilang.
Begitu ia tahu, akhirnya ia memaklumi jawaban murid tersebut.

****

Sahabatku .... Saudaraku..,

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari sejatinya juga serupa dengan kisah ini.

Hampir semua perbedaan pendapat antara dua orang, sebenarnya hanya disebabkan karena adanya "halaman yang hilang", adanya perbedaan pengetahuan dan pemahaman.

Saat seorang suami berselisih dengan istrinya, redamlah dulu emosi.
Sebab yang perlu kita cari tahu adalah di mana "halaman yang hilang" itu? Bukan saling bertengkar mempertahankan ego masing-masing.

Ketika orang tua berseberangan dengan anaknya, carilah dulu "halaman yang hilang" itu. Bukan langsung melampiaskan kemarahan kepada anak.

Ketika dua sahabat berbeda dalam menyampaikan pendapat, carilah dulu "halaman yang hilang" itu. Bukan malah bertengkar saling cakar cakaran.

Karena dalam perbedaan pendapat bukan berarti ada yang benar dan ada yang salah.

Bisa jadi kedua pendapat benar.
Namun menjadi berbeda, karena ada "halaman yang hilang" di antara keduanya.

Semoga ....
Tidak ada "halaman yang hilang" dalam kekeluargaan/persahabatan kita..
Semoga semua hidup berbahagia dan sejahtera.

Salam damai dari lubuk hati yang dalam semoga Kita semua selalu dalam ranah berkemajuan.
🙏🙏🙏

Address

Jln. Pesantren Kompleks GPI
Cimahi
40531

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas lmu Kehidupan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category