29/10/2021
YANG MEMBUAT KITA TIDAK BAHAGIA
Mengapa terkadang secara tiba-tiba kita merasa sedih tanpa sebab? Terkadang, Kesedihan tidak bisa dijelaskan.
Dan kita tidak bisa menjelaskan sebab kesedihan kita itu. Kadang p**a situasi dalam Kehidupan tidak bisa kita hindari, dan membuat kita tenggelam dalam kesedihan, entah sementara atau sedih yang berkepanjangan, tetapi kebanyakan situasi hati, apakah sedih atau senang mempunyai sebab yang ternyata bisa kita kendalikan.
Nah Berikut Ini Adalah Hal Hal Yang Menyebabkan Kita Tidak Bahagia.
1. Perasaan terlalu khawatir
Perlu disadari, pada dasarnya rasa khawatir tidak akan menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya rasa khawatir dapat membuat kita sibuk memikirkan akibat buruk dari masalah tersebut dan melupakan cara mengatasinya. Ketika kita merasa sangat khawatir, rasa takut dan pesimisme mulai menumpuk pada diri kita. Dan kita akan mulai berpikir bahwa setiap langkah yang kita ambil, adalah langkah yang salah. Oleh karena itu, kita perlu menyalurkan energi kita dari kekhawatiran dengan cara melepaskan ketakutan kita. Kurangi rasa khawatir dalam diri kita, maka kita akan mulai merasa bahagia lagi. Dan saat itu p**a pikiran kita akan mulai memikirkan jalan keluarnya (solusinya).
2. Semua orang harus sesuai dengan diri kita
Mengapa banyak orang yang merasa kecewa? Karena dalam pikiran kita ingin semua orang harus sesuai dengan diri kita. Ingat, semua orang memiliki kehidupan masing-masing, dan setiap orang memiliki standar hidup masing-masing. Kita sebagai makhluk sosial pasti selalu berhubungan dengan orang lain. Tetapi yang sering menjebak kita adalah dalam kehidupan sosial, kita sering memasang standar kehidupan kita kepada orang lain. Mungkin kita memiliki standar yang cepat, sedang orang lain tidak cepat, sehingga kita merasa kecewa dengan hal tersebut atau orang lain merasa meninggalkan diri kita karena diri kita tidak bisa menyamai kecepatan orang lain itu. Oleh karenanya kita harus belajar dari orang lain apa adanya. Misal belajar tentang keanekaragaman bahwa semua orang itu berbeda, bahwa setiap orang memiliki standar keinginan yang berbeda. Setiap orang memiliki standar kehidupannya masing-masing.
3. Bahagia ketika mimpi tercapai
Kita memilih bahagia pada saat mimpi, keinginan, dan cita-cita memenuhi harapan. Sebenarnya kita bisa bahagia kapan pun. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seseorang adalah meletakkan kebahagiaan kepada suatu yang mereka harapkan terjadi di masa depan daripada memilih untuk bahagia menikmati segala hal yang mereka miliki saat ini, meskipun memiliki cita-cita atau impian yang tinggi itu adalah sesuatu yang baik. Tetapi masa depan adalah hal yang tidak pasti. Oleh karena itu, sikap yang benar adalah dengan menikmati prosesnya, bukan menikmati hasilnya. Belajarlah menikmati prosesnya, belajarlah menikmati hari ini, hargai keindahan di sekitar kita, sambil bekerja keras untuk mencapai mimpi kita di masa yang akan depan.
4. Sadari Kita adalah Gelas setengah kosong
Orang yang memiliki sikap seperti gelas setengah kosong adalah orang yang lebih fokus pada bagian negatifnya tanpa memperhatikan bagian positifnya. Orang yang seperti ini, tidak akan pernah tahu makna kebahagiaan karena rasa pesimismenya selalu menguasai rasa optimismenya.
5. Tidak meluangkan waktu dengan hal yang positif.
Sudah menjadi sifat manusia untuk lupa waktu, dan sering teralihkan perhatiannya oleh hal-hal yang tidak penting, akhirnya waktu kita dalam sehari terkadang sia-sia begitu saja dan membekaskan/memikirkan terhadap diri kita karena kita baru sadar terhadap hari kita ternyata tidak produktif sama sekali. Oleh karena itu, kita perlu merencanakan hari-hari kita. Buatlah catatan untuk hal yang positif sehingga kita merasa puas dan bahagia atas hal-hal yang telah kita rencanakan dan berhasil kita lakukan. Kurangi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak berguna agar penyesalan kita semakin berkurang dan kita dapat memfokuskan energi kita kepada hal-hal yang jauh lebih penting.
6. Tidak punya tujuan hidup
Banyak orang hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas. Mereka bangun setiap pagi melakukan rutinitas pada hal yang sama. Hal yang membuat tujuan mereka seolah tidak pernah maju dalam hidup. Oleh karena itu, kita perlu menentukan tujuan hidup kita, apa mimpi yang ingin kita capai. Pada awalnya akan terasa sulit meninggalkan rutinitas yang kita lakukan sebelumnya untuk melakukan sesuatu yang baru. Tetapi yakinlah, pasti kita akan menemukan sesuatu yang menyenangkan dalam melakukan hal-hal yang kita senangi.
7. Kita selalu tergantung kepada orang lain.
Meskipun hidup terasa lebih nyaman dan aman, ketika kita mempunyai orang yang dapat kita andalkan. Tetapi hal itu dapat menjadi ketidaknyamanan ketika kita hidup harus menuruti keinginan orang lain. Menjadi mandiri tidak hanya membuat diri kita lebih bahagia, tetapi juga akan meningkatkan harga diri kita sekaligus memberikan kita rasa bebas untuk menentukan pilihan hidup kita.
8. Tubuh kita sedang sakit.
Tubuh yang sehat mengarah pada pikiran yang sehat dan bahagia. Memberikan prioritas pada kesehatan tubuh artinya kita memberikan kesempatan hidup kita untuk lebih bahagia. Oleh karena itu buatlah tubuh kita sehat. Makanlah makanan yang sehat, tambahkan dengan berolahraga dalam rutinitas kehidupan kita, dan tidur yang cukup.
9. Menyimpan dendam
Sebuah nasihat mengatakan bahwa menyimpan dendam seperti berkumur dengan racun. Harapannya kita bisa menyemburkan racun itu kepada orang lain, tetapi yang terjadi justru racun itu tertelan sendiri. Kebencian dan dendam seperti membangun energi negatif dan justru merugikan diri kita sendiri. Jadi maafkanlah orang-orang yang pernah mendzalimi diri kita karena orang-orang itu sekarang sedang menikmati kebahagiaan. Tetapi kita justru menyimpan kekesalan kepada mereka. Lebih baik kita ikhlaskan, kita lepaskan, kita maafkan, dan kita merasakan kebahagiaan.
10. Kita orang yang perfeksionis.
Perfeksionis akan menjadi penghambat kebahagiaan yang sejati. Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Mangharapkan kesempurnaan dari orang lain atau diri sendiri pasti akan membuahkan kekecewaan dan ujungnya adalah ketidakbahagiaan.
11. Kita sedang bosan
Kebosanan adalah ketidakbahagiaan. Bagaimana mengatasi kebosanan? Yang kita perlukan adalah berpikir sedikit lebih terbuka dan mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan atau mencoba sesuatu yang baru.
12. Kita terlalu sibuk
Orang yang terlalu sibuk, ibarat orang yang sedang naik kendaraan dengan kecepatan tinggi. Alih-alih kita menikmati perjalanan, yang ada adalah ketegangan karena kita fokus ke depan. Dalam kecepatan tinggi kita tidak sempat menengok ke kanan atau ke kiri. Oleh karena itu, cobalah mengurangi kegiatan-kegiatan kita, sisihkan sebagian waktu untuk bersantai dan menikmati hidup.
13. Mengabaikan Peluang (kesempatan).
Ketika kesempatan datang, kadang sering kali kita abaikan. Pada akhirnya menyesali mengapa kita tidak mengambil peluang itu. Mengambil peluang kadang kala membuat kita tidak nyaman, kadang peluang datang sekaligus dengan tantangannya yang sekaligus membuat keluar dari zona nyaman dan kemudian kita melewatkan karena kita menghindarkan diri dari risiko itu. Oleh karena itu, ambilah peluang, ambil risiko, jika berhasil maka kita akan bahagia. Jika gagal kita akan puas karena setidaknya kita pernah mencoba, daripada tidak pernah melakukannya.
14. Kurang percaya diri (takut pada diri sendiri)
Kurangnya rasa percaya diri adalah faktor yang menyebabkan ketidakbahagiaan. Karena ketidakpercayaan diri akan sangat sulit mengambil keputusan. Kita harus mencoba pada diri sendiri, jika kita saja tidak percaya pada diri kita, bagaimana orang lain percaya pada diri kita. Dapat dipastikan tidak ada orang lain yang percaya pada diri kita.
15. Terlalu peduli, orang lain (terlalu peduli terhadap orang lain)
Pada umumnya orang lain sangat sulit untuk menyenangkan diri kita. Apa pun yang kita lakukan pasti ada saja orang yang mengkritik. Jadi apa perlunya peduli pada orang lain. Selalu mencoba menyenangkan semua orang, yang pada akhirnya akan gagal dan menguras tenaga serta kebahagiaan kita.
16. Tidak berpikir layak bahagia.
Kita tidak bahagia karena kita tidak berpikir bahwa kita layak bahagia. Hidup selalu penuh dan banyak tantangan, semakin kita dewasa, akan semakin banyak hal yang harus kita selesaikan. Tetapi bukan berarti kita tidak berhak untuk lebih bahagia. Semua orang berhak untuk lebih berbahagia. Bahagia adalah “Mindset”. Seberapa banyak harta yang kita miliki, jika tidak memiliki mindset bahagia pasti kita tidak akan bahagia. Sebaliknya sebanyak apa pun masalah yang kita hadapi atau alami, jika mindset kita yang bahagia, maka pasti kita akan bahagia.
Hal-hal di atas itulah yang harus kita hindari agar kehidupan kita akan menjadi lebih bahagia.
Selamat berbahagia.
Aamiin.