08/10/2020
Bagaimana Visi ke depan anda?
Kira2 ingatkah semeton semua pada awal tahun 1990 an tentang kota Denpasar,sebagai contoh bagi yang mengetahui kondisi kota denpasar, saat itu daerah denpasar barat sampai perbatasan jalan buluh indah - mahendradata ( saat itu belum ada) serasa sepi dan di ujung dunia. Apalagi daerah Poltabes ke arah barat, semakin sepi dan jauh.
Jika saat itu kita memiliki uang, dipastikan belum tentu mau berinvestasi tanah, padahal sebagai perbandingan harga tanah saat itu per 1 are (100m2) di daerah sana adalah sebesar 5 juta rupiah, kira- kira saat itu harga sebuah sepeda motor honda astrea grand adalah sebesar 5 juta.
Dan semeton pasti tahu harga tanah di daerah sana sekarang berapa?
Cerita yang sama tentang tanah di Kuta pada era 1980 an awal, dimana ada seorang sahabat mengatakan bahwa ayahnya saat itu diajak oleh temannya untuk membeli tanah di Kuta, katanya hrgnya saat itu cuma seharga sebuah mobil... Dan saat itu ayahnya menolak dengan bermacam alasan, padahal saat itu ayahnya mampu untuk membeli tanah tersebut... Sang anak pun menyesalkan mengapa ayahnya tidak ikut membeli, jika saja saat itu ikutan membeli, tentunya sekarang sudah memiliki aset dan kekayaan berupa property yang nilainya luar biasa, tanah itu sekarang berdiri hotel bintang 5, kawan sang ayah saat ini juga sudah menjadi orang kaya pemilik hotel
Kembali lagi ke visi, artinya kita harus memiliki visi ke depan, apalagi di jaman sekarang, semua informasi bisa diakses dengan mudah, segala kendala bisa dicarikan solusi.
Saat ini kendala yang sering saya lihat adalah masalah mental. Banyak maunya tapi kemampuan tidak ada... Misalnya yang paling sering, saya ingin beli di rumah/ tanah di daerah perkotaan ( denpasar) dengan harga yg murah miring, pembayaran lunak, lokasi yang bagus. Dan ujung2nya duitnya ga ada ( just kidding).
Jika ada unit property seperti itu, saya yakin prosentasenya sangat kecil dan sudah dibeli oleh pemain property.
Lanjut di comment