Perumahan Tanpa Bank Tanpa Riba

Perumahan Tanpa Bank Tanpa Riba Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Perumahan Tanpa Bank Tanpa Riba, Real Estate, DEPOK, Depok.

13/09/2018

KEBUTUHAN RUMAH MASYARAKAT INDONESIA CUKUP TINGGI

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Di tahun 2017 ini, ternyata tingkat kebutuhan rumah (backlog) layak huni bagi masyarakat Indonesia dinilai masih cukup tinggi.

Bahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengaku Program Satu Juta Rumah akan tetap dilanjutkan ditahun ini.

“Program Satu Juta Rumah akan tetap dilanjutkan di tahun 2017 ini,” tegas Menpupera Basuki Hadimuljono usai memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, adanya peningkatan jumlah capaian pembangunan rumah di tahun 2016 lalu diharapkan bisa terus memacu pembangunan rumah. Selain pasar perumahan yang terbuka cukup luas, pemerintah juga mendorong peran serta aktif dari para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk mendukung Program Satu Juta Rumah ini.

“Jika tahun 2015 lalu jumlah capaian Program Satu Juta Rumah sekitar 700 ribuan unit dan 2016 ini mencapai lebih dari 800.000 unit atau 805.169 unit rumah, maka tahun 2017 ini kami lebih optimis program ini bisa terus ditingkatkan. Apalagi kebutuhan rumah bagi masyarakat di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya,” jelas Basuki Hadimuljono.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin menambahkan, dirinya sangat optimis program itu bisa ditingkatkan capaiannya pada tahun 2017. Lebih lanjut dikatakan Syarif, berbagai kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah serta dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui KPR FLPP diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni dengan harga murah.

Selain itu, Syarif mengakui, porsi pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR pada pelaksanaan Program Satu Juta Rumah tahun 2017 tak mengalami perubahan. Dikatakan Syarif, komposisi pembangunannya masih tetap 700.000 unit rumah bagi MBR dan sisanya 300.000 unit rumah untuk masyarakat non MBR. “Komposisi pembangunan rumah pada tahun 2017 masih tetap 700.000 untuk MBR dan 300.000 untuk non MBR,” paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Syarif Burhanuddin menyatakan, untuk mendorong pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ini, pihaknya menggandeng sejumlah pemangku kepentingan bidang perumahan seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pengembang, perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR), perbankan dan masyarakat.

“Realisasi Program Satu Juta Rumah Tahun 2016 mencapai angka 805.169 unit,” papar Syarif Burhanuddin saat Konferensi Pers Capaian Program Satu Juta Rumah Tahun 2016 di Ruang Rapat Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (30/12) lalu.

Data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan menyebutkan, pembangunan rumah MBR mencapai angka 569.382 unit. Kemudian, untuk rumah non MBR terbangun 235.787 unit rumah. “Setiap tahun capaian Program Satu Juta Rumah terus meningkat. Jika tahun 2015 lalu capaiannya hanya sekitar 699.770 unit, maka tahun ini pembangunan rumah mengalami peningkatan sekitar 100.000 unit menjadi 805.169 unit,” ujarnya.

Pemerintah melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR berhasil membangun 111.796 unit rumah bagi MBR yang terdiri dari rumah susun sewa (Rusunawa) sebanyak 7.860 unit, rumah khusus 6.048 unit, rumah swadaya sejumlah 97.888 unit (pembangunan rumah baru 1.007 dan peningkatan kualitas rumah 96.881 unit).

Rumah Baru Murah Di   Jl. H KimahHubungi 089638665337081282245752081385910279
05/09/2018

Rumah Baru Murah Di
Jl. H Kimah
Hubungi
089638665337
081282245752
081385910279

Rumah Baru Murah Di   Dekat stasiun kereta Hubungi Ridwan 087785308259 atau Whatsapp Link https://bit.ly/2v5sE9x
30/07/2018

Rumah Baru Murah Di
Dekat stasiun kereta
Hubungi Ridwan
087785308259 atau
Whatsapp Link https://bit.ly/2v5sE9x

Mau Rumah Murah di Sekitar Depok-Bogor..?
01/03/2018

Mau Rumah Murah di Sekitar Depok-Bogor..?

 Perumahan murah  di pusat kota    200JTanBanyak akses pilihan Stasiun KeretaSegera Hubungi Ridwan 087785308259
23/02/2018


Perumahan murah di pusat kota 200JTan

Banyak akses pilihan Stasiun Kereta

Segera Hubungi
Ridwan 087785308259

KENAPA 95% GENERASI MILENIAL INDONESIA AKAN MENJADI GELANDANGAN pada TAHUN 2020?Oleh : Yodhia AntariksaHomeless Millenia...
10/01/2018

KENAPA 95% GENERASI MILENIAL INDONESIA AKAN MENJADI GELANDANGAN pada TAHUN 2020?
Oleh : Yodhia Antariksa

Homeless Millenials. Kaum Milenial Gelandangan. Inilah mungkin sebuah julukan muram yang kelak layak ditabalkan pada anak-anak muda yang lahir antara 1982 – 1995.

Homeless millenials artinya adalah barisan anak muda (yang lahir antara 1982 – 1995) yang tak sanggup membeli rumah sendiri. Mungkin karena kondisi keuangan mereka yang termehek-mehek. Mungkin juga karena harga rumah yang makin melangit.

Bagi generasi milenial jaman NOW, memiliki rumah sendiri adalah sebuah impian yang pelan-pelan menjelma menjadi fatamorgana.

Faktanya, sebuah survei yang dilakukan oleh situs jual beli Rumah123 menyebut, 3 tahun dari sekarang hanya 5% generasi milenial yang akan sanggup membeli rumah secara mandiri. Sisanya 95% entah akan tinggal dimana.

Dalam Global Property Industry, dikenal adanya istilah House Price to Annual Income Ratio. Atau rasio harga rumah dibanding penghasilan tahunan Anda.

Menurut Global Property Standard, rasio yang ideal adalah maksimal 3 kali. Artinya harga rumah maksimal hanya boleh 3 x penghasilan tahunan Anda.

Contoh : penghasilan tahunan Anda (gaji selama 12 bulan + THR + bonus jika ada) adalah Rp 200 juta. Maka maksimal harga rumah yang boleh dibeli adalah Rp 600 juta.

Kita lihat di tanah air sekarang. Harga rumah ukuran 70M2 di Sumarecon Bekasi sudah tembus Rp 1,1 milyar.

Atau kita ambil harga rumah yang lebih murah, di wilayah yang lebih pedalaman, misal di Tambun. Harga untuk rumah dengan ukuran yang sama sudah sekitar Rp 600 jutaan.

Artinya untuk meraih rasio ideal 3x annual income, kalau mau membeli rumah dengan harga Rp 600 juta, minimal penghasilan tahunan adalah Rp 200 juta (atau sekitar Rp 16 juta per bulan).

Pertanyaannya : seberapa banyak generasi milenial Indonesia yang bisa mendapatkan annual income diatas Rp 200 juta?

Menurut survei Rumah123, generasi milenial Jakarta yang penghasilan tahunannya diatas Rp 200 juta (atau gajinya diatas 16 juta per hulan) hanya 4%.

4% saja. Busyet kecil amat angkanya.

Jadi mayoritas generasi milenial di Jakarta (dan mungkin kota besar lainnya) sebenarnya tidak memiliki gaji yang mewah. Pas-pasan saja.

Namun gaya hidupnya kadang sok mau kaya, dengan smartphone paling canggih, dan traveling kemana-mana biar punya foto Instagram yang cantik. Alamakkkk.

Oke, misal generasi Milenial yang sok kaya itu sudah insyaf dan kini rajin menabung, dan lalu ingin beli rumah dengan harga Rp 600 jutaan.

Maka generasi milenial tersebut harus sediakan DP 15% sekitar Rp 90 juta. Sisanya, Rp 510 juta diangsur.

Jika diangsur selama 15 tahun, maka cicilan rumah per bulan adalah sekitar Rp 6 jutaan per bulan. Banyak juga.

Dan sesuai prinsip dalam ilmu personal finance, cicilan hutang hanya boleh maksimal 30% dari total penghasilan.

Maka jika cicilan rumah adalah Rp 6 juta/bulan, gaji bulanan harus diatas Rp 18 juta.

Pertanyaannya kembali : berapa persen generasi milenial di Indonesia yang gajinya sudah diatas Rp 18 juta per bulan? Mungkin lebih sedikit lagi.

Itulah kenapa mayoritas generasi milenial Indonesia akan menjadi Homeless Millenials. Generasi Milenial Gelandangan yang tak punya rumah sendiri.

Apa yang bisa dilakukan untuk keluar dari jebakan Homeless Millenials? Ada 2 solusi.

Homeless Millenials Solution # 1 : RICH PARENT SUPPORT

Beruntunglah Anda generasi milenial yang memiliki orang tua yang relatif kaya.

Jika orang tua generasi milenial itu lumayan tajir, maka mereka bisa saja membelikan rumah kepada anak-anaknya.

Konon dulu ada prinsip di kalangan orang kaya jaman lama. Prinsipnya begini : saya harus punya rumah atau tanah minimal sama jumlahnya dengan jumlah anak saya. Kalau anak saya 5, ya minimal harus punya rumah atau kavling tanah 5 biji.

Saya s**a dengan prinsip itu, dan terus terang ingin menirunya. Jadi kalau kita sudah berkeluarga dan punya anak 3, maka minimal kita harus punya 3 rumah (diluar rumah utama yang kita tempati). Mantap.

Cukup banyak juga orang tua generasi milenial yang bisa melakukan hal diatas. Maka beruntung jika Anda punya ayah atau orang tua yang bisa membelikan Anda rumah senilai Rp 600 juta.

Harapannya kelak Anda bisa melakukan hal serupa bagi anak-anak Anda.

Yang tragis : ayahnya makmur dan sanggup membelikan rumah. Namun anaknya, sang generasi milenial, malah nyungsep nasibnya. Alhasil rumah warisan itu akhirnya dijual untuk tambahan biaya hidup. Suram deh.

Homeless Millenials Solution # 2 : MULTIPLY YOUR INCOME

Solusi kedua ini adalah pilihan yang mutlak : cara terbaik agar sanggup membeli rumah seharga 600 juta atau bahkan 1M adalah ya lipat-gandakan income Anda.

Menaikkan income bukan hanya 10% per tahun. Tapi minimal harus 50% per tahun. (Sebab kenaikan harga rumah sekitar 15 s/d 20% per tahun).

Saya lebih s**a konsep multiply your income. Bukan konsep menghemat uang.

Kadang sejumlah financial planner memberikan saran untuk menghemat uang dan penghasilan. Fine advice.

Namun berapa banyak yang bisa dihemat per bulan. Paling 1 jutaan.

Dan untuk menghemat 1 – 2 juta per bulan ini, korbannya adalah kita bisa makin stress mengelola pengeluaran. Kekuatan otak dan kreativitas kita telanjur habis terserap untuk mikir bagaimana caranya hemat.

Dan itu bahaya : sebab willpower dan kekuatan otak kita untuk berpikir kreatif melipatgandakan uang jadi lenyap.

Riset-riset dalam neuro-science menulis : kekuatan willpower dan otak kita itu terbatas (limited) – sehingga harus digunakan untuk hal-hal yang menjadi proritas kita.

Pilih mana :

1) willpower kita diserap habis untuk mikir caranya hemat 1 - 2 juta per bulan.

Atau 2) willpower kita diserap habis buat mikir bagaimana caranya income kita naik 10 juta atau bahkan 20 juta per bulan.

Saya selalu pilih yang 2, dan selama ini sudah mempraktekannya. Dan hasilnya sangat masif.

So, gunakan kekuatan otak dan willpower Anda agar tahun 2018 nanti, income Anda bisa naik 50%. Agar Anda bisa membeli rumah, bahkan dengan uang cash. Bukan lagi cicilan KPR. Top markotop.

Salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan adalah ini : tambahkan revenue stream Anda.

Jangan hanya mengandalkan income hanya dari SATU sumber saja (misal hanya dari gaji bulanan).

Agar income Anda naik minimal 50%, maka Anda perlu menambah income stream – misal dengan menjalani usaha sampingan yang profitabel

(Ide usaha sampingan yang prospektif bisa Anda pelajari bersama Kami, asalkan punya kemauan yg kuat, yang penting WHY nya dlu, baru how to nya..)

Akhir kata, homeless milennials adalah sebuah fenomena yang kelam dan pelan-pelan mungkin akan terjadi di negeri ini.

Pastikan Anda bukan salah satu homeless millenials itu.

Start doing creative and massive actions to MULTIPLY YOUR INCOME.

Sebab hanya dengan ini, Anda akan bisa beli rumah seharga Rp 3 milyar pada tahun 2020 nanti.

Salam Milenial

10/10/2017

Mau punya rumah harga naik terus, KPR ditolak bank ? Kini Rumah tanpa BI Checking langsung cicil, DP negosiasi s**a2, hubungi Ridwan 087785308259

Address

DEPOK
Depok

Telephone

+6281908461238

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perumahan Tanpa Bank Tanpa Riba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category