Echan Al Fatih

Echan Al Fatih Seputar Sejarah, Pendidikan, kata-kata mutiara dan video-video singkat

28/06/2023

HARAPAN HARUS DISERTAI TINDAKAN

الرَّجَاءُ مَا قَارَنَهُ عَمَلٌ، وَإِلاَّ فَهُوَ أُمْنِيةٌ

"Harapan yang sesungguhnya saat bersamaan dengan tindakan. Jika tidak, maka hanya sebatas angan-angan."

[Ahmad ibn Athoillah as-Sakandari dalam Al-Hikam al-Athoiyyah:78]

27/06/2023

QURBAN: MENYEMBELIH SIFAT HEWAN DALAM DIRI MANUSIA

Dalam ajaran Islam setiap ritual ibadah mengandung unsur Syareat dan Hakekat. Begitu juga dengan ritual menyembelih hewan qurban juga mengandung pesan secara hakekat yaitu menyembelih dan mengalahkan sifat-sifat hewani dalam diri manusia.

Sebetulnya dalam diri manusia sangat banyak sekali sifat-sifat hewani yang telah kita sengaja dipelihara dan selalu diberikan makan sehingga sifat-sifat hewani dalam diri kita lebih dominan ketimbang sifat-sifat Insani (manusia).

Jika seseorang sudah dikuasai oleh sifat hewani, maka jangan heran walaupun wujud dohirnya manusia akan tetapi prilakunya seperti hewan. Rasa keprimanusiaannya hilang orang-orang seperti itu wujud hakekatnya adalah binatang sesuai dengan karakteristiknya.

Oleh karena itu sifat hewani tersebut harus disembelih dengan Tazkiyatun Nafs yaitu pembersihan jiwa. Sifat-sifat hewani itu yang membuat kita tertutup/terhijab kepada Allah. Dengan menghilangkan sifat hewani dalam diri maka kita akan bisa mendekatkan diri kepada Allah itulah mengapa disebut Qurban.

Kata qurban berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Munawir:1984:1185). Dalam kata lain, qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah melalui ritual penyembelihan hewan ternak.

Adapun kata Idul adha muncul dari “udhhiyah” yang merupakan bentuk jamak dari “dhahiyyah” (dari dhaha) yang artinya waktu dhuha. Ini terkait dengan prosesi penyembelihan qurban yang dilaksanakan usai shalat Iduladha, dari tanggal 10-13 Dzulhijjah.

Wujud batiniah manusia adalah tingkah laku ( akhlak), hati manusia dibentuk oleh amal-amal yang dikerjakan. Manusia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi apa saja, sejak binatang yang paling rendah sampai kepada malaikat yang di dekatkan kepada Allah. Tidak henti-hentinya jati diri manusia berubah sesuai dengan perubahan amal dan akhlak.

Sifat binatang pada manusia sangat banyak sekali, tergantung manusianya, mau dikembangkan dan subur sifat-sifat binatang tersebut, atau dikikis habis dan dibersihkan dari jiwa kita. Adapun sifat-sifat tersebut antara lain:

1. Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain s**a memonopoli sendiri, s**a menilai dan menghina orang lain.

2. Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain, ia tak memahami masalah.

3. Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala (s**a-s**a menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).

4. Nafsu fa'riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.

5. Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. (Senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang lain, dengki, dendam, dan semacamnya).

6. Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni s**a kepada yang kotor,busuk, apek, dan yang menjijikkan.

7. Nafsu thusiyah: nafsu Burung merak, antara lain s**a menyombongkan diri, s**a pamer, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.

8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tidak mempunyai sopan santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung).

9. Nafsu dubbiyah: jiwa beruang, biarpun kuat dan gagah, tapi akalnya dungu.

10. Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan s**a melecehkan/memandang enteng). Dan masih banyak lagi-sifat-sifat binatang selain penjabaran di atas.

Untuk itu tidak usah jauh-jauh dalam mencari hewan Qurban, cukup mencari ke dalam diri kita, ternyata dalam jiwa kita adalah kebun bintang yang besar isinya penuh dengan aneka hewan. Jika kita membiarkan sifat-sifat Hewani dalam diri kita, maka derajat kita secara bathin adalah hewan.

Dengan mengalahkan sifat-sifat hewani dalam jiwa kita, sehingga semua sifat binatang dalam diri kita sudah hilang, maka itulah hakekat qurban yang sebenarnya.

Bagi yang mampu untuk berqurban dengan hewan yang semampunya, maka niatkan qurbannya untuk menyembelih dan mengalahkan sifat hewani dalam diri. Di samping itu juga laku ruhani dengan Tazkiyatu Nafs ( membersihkan jiwa ).

Adapun yang tidak mampu membeli hewan qurban, cukup melakukan olah ruhani atau Tazkiyatu Nafs. Karena bukan daging dan darah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, melainkan hati yang bersih yang bisa menjadikan wushul ( sampai ) kepada Allah.

" Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya ". (QS. Al Hajj: 37).

MENGHAPUS EGOISME

Sepanjang sejarah manusia selalu ada sekelompok orang yang mengklaim pandangan dan jalan hidup keagamaannya sebagai paling benar, sambil menuduh pandangan selain dirinya adalah salah total dan sesat. Di antara mereka ada yang melakukan gerakan ekstrim. Bukan hanya menyalahkan dan mensesatkan pandangan yang lain itu, tetapi juga memandangnya telah keluar dari agama. Murtad. Dan lebih dari itu mereka memfatwakan keabsahan hukuman gantung (mati) atas yang lain itu. Mereka bicara di atas panggung dengan suara meledak-ledak, penuh emosi kemarahan menyampaikan fatwa itu. Kesombongan dan egoisme terus diperlihatkan di depan publik.

Sungguh tak ada satupun agama dan sistem etika kemanusiaan di dunia ini yang membenarkan cara-cara seperti itu. Semua agama dan etika kemanusiaan hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, menciptakan kehidupan sosial yang baik, persaudaraan, mewujudkan keadilan, kasih sayang dan cinta, bukan untuk menciptakan kerusakan, membodohi, permusuhan, membenci dan kekerasan. Kesombongan dan egoisme adalah dosa besar. Iblis diusir dari sorga karena dia "takabbur", sombong, angkuh dan mementingkan/membenarkan diri sendiri.

para bijak mengatakan :

هُنَاكَ طُرُقٌ عَدِيْدَةٌ تُوصِلُ اِلَى الله لكن هُنَاكَ طَرِيْقٌ مُسْتَقِيْمٌ وَاحِدٌ وَهُوَ الطَّرِيْقُ الَّذِى تَمحَى فِيْهِ الاَنَانِيَةُ وَالْاَثْرَةُ.

Ada banyak jalan mendekati Tuhan. Akan tetapi ada satu jalan yang lurus. Yaitu menghapus dan meniadakan egoisme dan kepentingan diri.

Hari raya Adha/Qurban adalah simbol perjuangan/jihad diri menghapuskan ego. Iblis diusir dari situasi kehidupan nyaman nan penuh kenikmatan sorgawi, bukan karena dia tak beriman kepada Tuhan, tetapi akibat karakter dan ekspresi egois, kesombongan dan keangkuhan diri, sambil merendahkan selain dirinya.

semoga bermanfaat dan dpt ambil hikmah

23/06/2023

Bismillahirrohmanirrohim

*"RENUNGAN HARI INI"*

⏰Kalau di masa lalu kita belajar *WAKTU adalah UANG*, Mulai saat ini kita belajar :
*"WAKTU adalah NAFAS "*
*"WAKTU adàlah IBADAH"*.

_*WAKTU* adalah *NAFAS* yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali…_

_*WAKTU* adalah *IBADAH* karena setiap detik harus bernilai ibadah, apa pun aktivitasnya..._

🥀Manusia sesungguhnya hanya *PENGENDARA* diatas punggung usianya.

🥀Digulung hari demi hari,
bulan & tahun tanpa terasa.

🥀Nafas kita terus berjalan seiring jalannya *WAKTU*, setia menuntun kita ke pintu *KEMATIAN*.

🥀Sesungguhnya *DUNIA* lah yang makin kita *JAUHI* dan *LIANG KUBUR* lah yang makin kita *DEKATI*.

🥀1 Hari berlalu, berarti 1 Hari p**a berkurang usia kita.

🥀Umur kita yg tersisa dihari ini sungguh tak ternilai harganya,

🥀 *_Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita._*

🥀Karena itu, _*"Jangan biarkan HARI INI berlalu tanpa KEBAIKAN yang bisa kita LAKUKAN",*_

_*JANGAN TERTIPU dengan USIA MUDA, karena SYARAT untuk MATI tidaklah harus TUA.*_

_*JANGAN terperdaya dengan badan sehat, karena SYARAT MATI tidak p**a harus SAKIT.*_

*TERUSLAH*
*Berbuat baik…*
*Berkata baik…*

_*WALAU tak banyak orang yang mengenali kebaikan kita, tapi KEBAIKAN yang kita lakukan adalah KEBAHAGIAAN dimana perbuatan BAIK kita Insya Allah akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan.*_

*Jadilah seperti AKAR yang TIDAK TERLIHAT, tapi tetap MENYOKONG KEHIDUPAN;*

*Jadilah seperti JANTUNG yang TIDAK TERLIHAT, tapi terus BERDENYUT setiap saat TANPA HENTI...*

*Hingga membuat kita TERUS HIDUP, sampai BATAS WAKTUNYA untuk BERHENTI..*

_Semoga bermanfaat_🙏

22/06/2023

Rasulullah SAW bersabda

مَنِ ازدادَ عِلماً ولَم يَزدَدْ هُدىً ، لَم يَزدَدْ مِنَ اللَّهِ إلّا بُعداً

"Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah"

[Ihya' Ulumiddîn - Imâm Al-Ghazzali, hlm. 59]

21/06/2023

“Hati yang bersih tak butuh penghargaan, tak butuh penghormatan, tak butuh pengakuan, akan ditumbuhi oleh keikhlasan dan istiqomah.”

~Almaghfurlah KH. Dimyati Rois

20/06/2023

"أجمل ما يمكن أن تعطيه لمن تحب هو الدعاء".

"Hal terindah yang dapat kau
berikan untuk orang yang kau cintai adalah do'a "

“Janganlah kamu lemah dan lengah untuk terus menjalaninya. Janganlah sekali-kali engkau angkat jadi pegawaimu mereka yan...
18/06/2023

“Janganlah kamu lemah dan lengah untuk terus menjalaninya. Janganlah sekali-kali engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar dan yang tenggelam dalam dosa.” “Jauhilah olehmu yang sudah yang merusak agama. Jauhi p**a mereka yang menggodamu untuk memasukinya.

Address

Pakenjeng
Garut
44164

Telephone

+6285115322703

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Echan Al Fatih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Echan Al Fatih:

Share

Category