Puri Menganti Indah

Puri Menganti Indah Hunian sederhana RT 37, 38, 40 & 41 RW 12

01/12/2025

Pulau Papua merupakan salah satu rumah bagi beragam ular berbisa tinggi, beberapa di antaranya seperti dua ular Elapidae berikut ini, yang terkenal mematikan. Meski berbahaya bagi manusia, ular-ular ini memegang peran penting dalam keseimbangan ekosistem, terutama dalam mengendalikan populasi hewan-hewan kecil. Keberadaan mereka menjadi indikator penting bagi kesehatan lingkungan Pulau Papua yang masih alami.

ULAR HITAM PAPUA

Ular hitam Papua (𝘗𝘴𝘦𝘶𝘥𝘦𝘤𝘩𝘪𝘴 𝘱𝘢𝘱𝘶𝘢𝘯𝘶𝘴) dapat ditemukan di Pulau Papua (Indonesia & Papua Nugini) dan Australia (Pulau Boigu dan Saibai di Selat Torres utara). Dengan panjang sekitar 2 m, ular ini didominasi warna hitam dengan bagian bawah berwarna abu-abu. Bisa spesies ini adalah yang paling kuat di antara semua anggota genus 𝘗𝘴𝘦𝘶𝘥𝘦𝘤𝘩𝘪𝘴. Tidak seperti ular hitam lainnya, bisa ular ini sebagian besar bersifat neurotoksik, dengan kelemahan otot dan kelumpuhan biasanya terjadi dalam 2 hingga 21 jam setelah digigit. Hal ini dapat mengancam jiwa dan mungkin memerlukan intubasi. Bisa ular ini sedikit lebih kuat daripada kobra Sumatra (𝘕𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘶𝘮𝘢𝘵𝘳𝘢𝘯𝘢) dan tiga kali lebih lemah daripada taipan pesisir (𝘖𝘹𝘺𝘶𝘳𝘢𝘯𝘶𝘴 𝘴𝘤𝘶𝘵𝘦𝘭𝘭𝘢𝘵𝘶𝘴).

ULAR PUTIH PAPUA

Ular putih Papua (𝘔𝘪𝘤𝘳𝘰𝘱𝘦𝘤𝘩𝘪𝘴 𝘪𝘬𝘢𝘩𝘦𝘬𝘢) dapat ditemukan di Pulau Papua (Indonesia & Papua Nugini) dan pulau-pulau sekitarnya. Ular yang dapat tumbuh hingga 2,1 m ini dicirikan oleh warna putih pucat dan hitam, serta mata kecil. Bisa ular putih dikenal sangat kompleks, yang merupakan kombinasi dari neurotoksin, hemotoksin, sitotoksin, dan kardiotoksin, yang dapat melumpuhkan sistem saraf, merusak jaringan tubuh, kelumpuhan pernapasan, hingga henti jantung dalam waktu singkat. Karena bisanya yang luar biasa mematikan, antibisa spesifik untuk ular ini masih belum ada. Banyak ahli menganggap ular ini lebih berbahaya daripada ular-ular berbisa tinggi lainnya seperti kobra (𝘕𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘱𝘱.).

---

Sumber :

- Lalloo, David et al. (1994). "Neurotoxicity and haemostatic disturbances in patients envenomed by the Papuan black snake (Pseudechis papuanus)" (PDF). Toxicon. 32 (8): 927–36.

- Warrell, DA et al. (1996). "The emerging syndrome of envenoming by the New Guinea small-eyed snake Micropechis ikaheka". QJM. 89 (7). Oxford University Press: 523–530.

01/12/2025

KALKULATOR MANUSIA

Thomas Fuller, seorang Afrika yang dijual sebagai budak pada tahun 1724 saat berusia 14 tahun, kadang-kadang dikenal sebagai "Kalkulator Virginia" karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyelesaikan masalah matematika kompleks di kepalanya. Ketika ditanya berapa detik dalam setahun, ia menjawab dengan singkat: 31.536.000 detik

Dia kembali ditanya berapa detik yang dijalani seorang pria yang berusia 70 tahun, 17 hari, dan 12 jam, dan dia menjawab dalam satu setengah menit, 2.210.500.800. Salah satu pria itu sedang menyelesaikan soal-soal tersebut di atas kertas dan memberi tahu Fuller bahwa jawabannya salah karena jawabannya jauh lebih kecil. Fuller dengan cepat menjawab: "Tidak, anda lupa tahun kabisat. Ketika tahun kabisat ditambahkan ke perhitungan, hasilnya sama."

Fuller adalah salah satu kasus pertama yang tercatat dalam literatur tentang sindrom jenius, ketika pada tahun 1789, Benjamin Rush, bapak psikiatri Amerika, menggambarkan kemampuannya yang luar biasa dalam menghitung, meskipun tanpa pendidikan dan pelatihan dalam matematika. Kemampuannya digunakan sebagai bukti bahwa orang Afrika-Amerika yang diperbudak setara dengan orang kulit putih dalam hal kecerdasan, yang memicu beberapa diskusi pro-abolisionis.

Tentang Hidup

04/09/2025
19/08/2025

Address

Desa Wonokoyo, Menganti
Gresik
60174

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Puri Menganti Indah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Puri Menganti Indah:

Share

Category