07/08/2026
Tindak Lanjut Kasus DBD, Pemdes Rengas I Bersama Puskesmas Payaraman Lakukan Fogging
Rengas I, Ogan Ilir — Pemerintah Desa Rengas I, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, menindaklanjuti adanya warga, khususnya anak-anak, yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan sedang menjalani perawatan di RSUD Tanjung Senai Ogan Ilir.
Sebagai langkah pencegahan untuk memutus potensi penyebaran DBD di lingkungan masyarakat, Pemerintah Desa Rengas I berkoordinasi dengan Puskesmas Payaraman untuk melaksanakan pengasapan atau fogging di wilayah yang dinilai perlu mendapatkan penanganan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Puskesmas Payaraman yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Abdul Jalili, S.KM, dengan menurunkan enam orang petugas, yakni Hendriyani, Dinda Febriza, Andre, Eko, Nika, dan Ririn, serta didampingi Bidan Desa Rengas I, Wiwik Oktariani, S.Kep.
Pelaksanaan fogging turut didampingi dan diarahkan langsung oleh Kepala Desa Rengas I, Bakaruddin, guna memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut Pemerintah Desa Rengas I setelah sebelumnya melakukan kunjungan dan pemantauan terhadap anak-anak warga Rengas I yang tengah mendapatkan perawatan akibat DBD di RSUD Tanjung Senai.
Kepala Desa Rengas I Bakaruddin mengatakan, penanganan DBD membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Fogging menjadi salah satu langkah responsif untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD, namun upaya tersebut perlu dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
“Kami berharap dengan adanya fogging ini, potensi penyebaran DBD di lingkungan masyarakat dapat ditekan. Namun masyarakat juga harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin,” demikian pesan Pemerintah Desa Rengas I.
Pemerintah Desa Rengas I juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air merupakan langkah penting yang perlu dilakukan secara bersama-sama.
Penanganan DBD, dengan demikian, tidak berhenti pada tindakan fogging. Kewaspadaan, kebersihan lingkungan, deteksi dini gejala, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya kasus baru.
Pemerintah Desa Rengas I
Bersama Puskesmas Payaraman, Bergerak Mencegah DBD — Sehat Warganya, Bersih Lingkungannya.