Hasanah Grup

Hasanah Grup Solusi Property Syariah Solusi Properti Syariah, Yang Mempelopori Perumahan Syariah Tanpa Riba di Indonesia

10/04/2020

Hand Sanitizer Gel 500ml Formulasi WHO, mengandung : Alkohol 70% H2O2 3% Gliserol Soft Fragrance Ramah di tangan, dengan aroma lembut Produk legal, Ada Nomer Izin dan Expired Date Jauh Jual Hand Sanitizer Hy-Pol , Bukan One Med/Fresco

Tahukah Anda?Ternyata hanya dengan anak panah kita bisa masuk surga!Perhatikan hadist berikut : “Sesungguhnya Allah ‘azz...
23/11/2017

Tahukah Anda?
Ternyata hanya dengan anak panah kita bisa masuk surga!

Perhatikan hadist berikut :
“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699)
Ya, hanya dengan anak panah kita bisa masuk surga...
Anda tertarik? Dan ingin latihan memanah? Bahkan bisa setiap hari?
Bisa banget...
Insyaallah di Hasanah City Bandung -perumahan Syariah Terbesar di Bandung Barat- akan ada fasilitas Arena memanah
Jadi anda bisa setiap hari latihan memanah
Selain Fasilitas Arena Memanah di Hasanah City Bandung Juga dilengkapi Fasilitas lain diantaranya :
1. Rumah Tahfidz
2. Terdapat Rumah Sehat sesuai sunnah Rasulullah saw
3. Masjid Jamie sebagai pusat Aktifitas Lingkungan Islami
4. Play Gound / Taman bermain
5. Keamanan 24 jam dengan one gate system dan dilengkapi CCTV

Dan juga terletak di lokasi strategis yang bernilai investasi tinggi sehingga sangat menguntungkan bila membeli di awal.
Kami juga menyediakan fasilitas KPR Syariah :
# Tanpa Riba
# Tanpa Denda
# Tanpa Sita
# Tanpa Penalty
# Tanpa BI Checking
# Tanpa Akad Bathil
Jadi, Anda Akan tenang dalam mencicil, tenang di dunia dan tenang di akherat...
Dalam penjualan kami menerapkan sistem Gathering
Apa itu Gathering?
Gathering adalah cara kami mengumpulkan peminat dan calon pembeli perumahan Hasanah City Bandung ini, saat gathering ini juga nantinya pembeli bisa memilih unit.

Di gathering kami tidak hanya ingin berjualan melainkan kami juga ingin bersilaturahmi dengan calon pembeli yang Insya Allah menjadi keluarga di Hasanah City Bandung dan kami ingin mengenalkan Visi dan Misi Hasanah City Bandung by Hasanah Land, bapak/ibu pun akan bertemu langsung dengan developer dan mendapatkan seminar tentang apa itu RIBA, cara investasi sesuai syariah, dan bagaimana membangun keluarga bahagia.

Untuk Pendaftaran Gathering dan informasi lebih lengkap, silahkan hubungi marketing resmi kami, insyaallah kami akan membantu anda dengan sepenuh hati.
membantu anda memiliki hunian yang menentramkan hati dan fikiran, serta dikelilingi oleh lingkungan islami yang Anda impikan selama ini. atau bisa langsung klik di bawah ini.

http://bit.ly/IsianHasanahCityBandung

02/04/2017

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

Berbagi Ilmu Berkah Bersama

Oleh:
Kang Farhan Alwayni

💦 KENAPA HARUS KPR TANPA RIBA? 💦

Bismillah...

Saudaraku yang mulia...

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah?

Memiliki rumah tanpa harus membayar dengan sistem cash. Tanpa harus mengeluarkan uang banyak diawal

Dari pada ngontrak, uang dikeluarkan setiap bulan untuk membayar kontrakan tetapi tetap tidak bisa memiliki rumah walaupun sudah ngontrak sampai 10 tahun

Lebih baik ambil KPR rumah, sama-sama mengeluarkan uang setiap bulan tapi dalam 10 tahun maka rumah menjadi hak milik

Saudaraku...
Banyak sekali saudara-saudara kita yang mengaku muslim tapi terjerumus dalam keadaan ini. Ya, mengambil rumah dengan sistem KPR Riba

Padahal dosa riba begitu dahsyat. Banyak sekali dijelaskan dalam AlQuran dan AlHadist

Alhamdulillah sekarang sudah banyak bermunculan developer properti dengan sistem KPR tanpa riba, tanpa menggunakan Bank baik Bank syariah maupun Bank konvensional

Kemudian...
Mengapa kita harus membeli rumah dengan KPR tanpa riba?

Ada 3 Alasan utama untuk menjawab pertanyaan diatas yaitu:

1⃣ Agar Terhindar Dari Dosa Besar Riba

✅ Diperangi Allah dan Rasul (QS. 2: 278-279)
✅ Pelaku riba dilaknat oleh Rasul (HR Muslim no. 1598)
✅ Riba terasuk 7 dosa besar yang menjerumuskan pelakunya dalam neraka
(HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
✅ Terdapat 73 pintu untuk dosa RIBA, yang paling ringan seperti Berzinah dengan ibu kandung
(HR Al Haki dan Al Baihaqi)
✅ 1 dirham dari transaksi riba dan pelakunya sadar maka seperti berzina 36 kali (HR Ahmad dan Al Baihaqi)
✅ Jika perzinaan dan prektek ribawi sudah marak di suatu negeri maka mereka menghalalkan diri mereka untuk di adzab oleh Allah. (HR Al Hakim)

Renungkanlah wahai saudaraku....
Begitu dahsyatnya dosa riba yang dijelaskan dalam AlQuran dan AlHadist.

Dosa-dosa atau keburukan tersebut akan kita dapatkan ketika kita membeli rumah dengan sistem KPR Ribawi yaitu saat kita membayar biaya pinjaman rumah yang nilainya lebih besar dari yang dipinjamkan oleh bank dan saat kita membayar denda kepada pihak bank

2⃣ Dalam KPR ribawi terdapat akad bathil yaitu adanya dua akad dalam satu transaksi. Yaitu akad sewa beli

"Rasulullah melarang melakukan dua penjualan dalam satu kali transaksi"
(Hadist riwayat Tirmidzi No. 1152)

Jika membeli rumah dengan sistem KPR Ribawi maka status rumah kita adalah sewa menyewa dan akan berubah menjadi jual beli ketika kita sudah melunasi biaya cicilan rumah

Dalam islam kondisi seperti ini dilarang karena adanya dua akad dalam satu transaksi

3⃣ Dalam KPR ribawi barang yang sedang diperjualbelikan dijadikan barang jaminan dalam hal ini yaitu rumah tersebut

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami berkata, "Tidak boleh jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli." (Al-Fatawa al-fiqiyah al-Kubra, 2/287)

Barang yang diperjual belikan tidak boleh menjadi jaminan dan kondisi ini dilakukan dalam sistem KPR ribawi

Kemudian...
Apakah kita akan tetap membeli rumah dengan sistem KPR Ribawi?

Semua kembali kepada pilihan kita masing-masing. Apakah rahmat Allah yang ingin kita dapatkan atau murka Allah yang ingin kita peroleh

Berikut adalah Developer Perumahan Sistem Syariah Tanpa Riba:

🍃 Jual beli langsung antara developer dan pembeli
🍃 Tidak ada riba karena murni jual beli bukan pinjam meminjam uang
🍃Tidak ada akad ganda (sewa beli) tapi satu akad yaitu jual beli
🍃Tidak ada denda jika buyer terlambat mencicil
🍃Tidak ada sita jika buyer tidak mampu mencicil dan akan dicarikan solusi terbaik
🍃 Proses cepat dan mudah karena tidak ada BI Checking
🍃 Cicilan flat tidak mengikuti suku bunga karena ketika cicilan berubah maka jatuhnya riba
🍃 Adanya negosiasi dari mulai harga cash, negosiasi DP dan lamanya waktu cicilan DP

Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberikan kita kemudahan untuk memiliki rumah dengan sistem syariah tanpa riba sehingga rumah tersebut penuh dengan keberkahan

Wallaahu ta'ala a'lam

Salam hangat

06/03/2017

_*Tinggal 3 Hari Lagi, Harga Naik*_

*Tanah Kavling Ekonomis Harga Bersahabat di Lokasi Strategis*

_Dekat Kawasan Harvest City 1000 Ha_

Kalau ada Tanah Kavling dekat dengan *TOL Cibubur* dan *TOL MM2100*, juga berada di *Kawasan Segitiga Emas* Bekasi, itu strategis gak ya?

5 menit ke Water Joy Harvest City

15 menit ke Taman Buah Mekarsari

Udah gitu deket sama Harvest City, yaitu kawasan seribu hektar yang akan ada sekolah, kawasan olahraga dan wisata.

Hmmm....
Harga akan melambung 5 th mendatang.

Strategis banget kan??
Nunggu apalagi??
Buruan dapatkan sekarang!!!

*Harga Mulai 84 jt saja*
Bayar bisa dicicil

Tersedia Luas Kavling 60 m² dan 72 m ²

Penasaran???

*SOLD 50 UNIT DALAM SEHARI*

_*Alhamdulillah masih ada beberapa unit lagi untuk Anda*_

*Jangan sia-siakan kesempatan ini !!*

*Alhamdulillah pembelian menggunakan KPR SYARIAH*

KPR Bank
BI Checking
Riba
Denda
Sita
Suku Bunga
Akad Bathil
Senang Keluarga Tenang

Inbox/ komen saja disini Sekarang :

_"Ketentraman Surga Dalam Keluarga Sakinah"_

25/02/2017

SURAT DARI PEMBACA, KISAH HIJRAH YANG MENGGUGAH JIWA..
(Pengirim: Adhitya Rizkiwahana di Malang)

Assalamu’alikum wr wb kang Saptu... Pripun kabare, inshaAllah sehat nggih... Aamiin..

Pertama kenalan dulu ya mas, nama saya Adhitya Rizkiwahana, domisili di kota Malang, saya join dengan group FB njenengan, Belajar Wirausaha Bareng Saptuari kira-kira sekitar bulan Juli 2016.

Alhamdulillah dari group njenengan itu saya inshaAllah dapat hidayah yang memberikan dorongan sangat kuat bagi saya untuk memberanikan diri merubah jalan hidup saya mas.

Saya tak cerita sedikit boleh nggih mas, flashback ke 13 tahun yang lalu...

Alhamdulillah setelah lulus kuliah di UII Jogja jurusan akuntansi tahun 2003 saya langsung diterima kerja di salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia di kota Surabaya. Selang 2 bulan setelah diterima kerja saya langsung dapat fasilitas Kartu Kredit. Senenge jian ora umum.., kata orang-orang itu artinya kredibilitas saya sangat dipercaya oleh perbankan. Pertama kali kartu tak pake buat beli beberapa baju, harganya kalo gak salah sekitar 250 ribuan. Pas giliran dapat tagihan, ada informasi bayarnya gak perlu semua, boleh bayar Cuma 10% atau minimal 100 ribu. Wah kok penak tenan, batinku.. Akhirnya tak bayar minimal aja 100 ribu. Terus selanjutnya belanja2 lagi, seneng-seneng, nraktir cewekku dan lain-lain pake kartu terus, bayarnya gak pernah telat dan minimum terus. Selang beberapa bulan limitnya dinaikkan hampir 2 kali lipat. Wah tambah sip ki.. Gesek terus...!! Selang beberapa bulan lagi banyak tawaran-tawaran aplikasi kartu kredit dari bank-bank lain. Limitnya tambah lebih besar lagi.. Joss tenan..!!

Tahun 2007 awal ngajukan KPR dan “alhamdulillah” di acc. Juni 2007 anak pertama lahir. “Kebahagiaan” yang luar biasa karena sudah punya rumah sediri pada saat anak pertama lahir. Akhirnya kebutuhan hidup meningkat, keuangan mepet, satu-satunya “penyelamat” adalah memanfaatkan kartu kredit untuk belanja kebutuhan hidup, beli perabotan dan lain-lain. Gesek terus, bayar minimal terus dan gak pernah telat. Karena gak pernah telah, akhirnya dikasih “kepercayaan” oleh bank limitnya dinaikkan lagi. Tawaran dari bank-bank lain berdatangan, saya dan istri total punya 10 kartu kredit, bahkan limit yang tertinggi sampe 60 jutaan. Kartu kredit benar-benar “penyelamat” masalah keuangan saya. Akhirnya semua pake kartu kredit, belanja gesek, renovasi rumah gesek tunai, bayar ini bayar itu pake kartu kredit.

Gak sadar akhirnya total utangku udah sampe ratusan juta. Modyar aku...!! limit kartu udah penuh semua, akhirnya gali lubang tutup lubang. Gesek kartu sana buat bayar kartu sini, gesek kartu sini buat bayar kartu sana. Lama2 mentok juga limitnya. Terus pake sistem roll over lewat toko emas. Akhirnya mentok lagi. Saya sama istri jadi lenger-lenger sendiri. Piye iki jum...???

Tahun 2015 akhir kami putuskan untuk jual rumah buat nutup semua utang, ngungsi sementara ke rumah orang tua di Malang. Plan nya, jual rumah buat nutup utang, terus sisanya buat DP KPR lagi.

Kembali lagi ke tahun 2003 nggih. Waktu itu saya diterima kerja di Bank BUMN “biru kuning”, bank dengan asset terbesar di Indonesia. Sejak pertama kerja sudah sangat dekat dan mudah dengan urusan utang piutang, bunga, denda, penalty, angsuran, dan lain-lain. Banyak sekali kemudahan-kemudahannya dalam urusan utang-utangan. Dibungkus dengan gedung megah, sofa dan AC, tutur kata yang santun serta dasi dan blazer benar-benar serasa orang “ningrat”.

Kerja di bank sampe tahun 2010, akhirnya saya resign dan pindah ke perusahaan multifinance (leasing). Tertarik karena katanya bonusannya besar. “Alhamdulillah” karir saya di perusahaan baru cukup melesat, cukup banyak karyawan lain yang kesalip, dapat fasilitas mobil baru, dengan jabatan terakhir Area Manager. Inti tugasnya hanya sederhana, yaitu “bisa jual, bisa nagih”, pasti bonus lancar. Bisa jual artinya ngasih kredit sebanyak-banyaknya, bisa nagih artinya jangan ada nasabah yang nunggak.

Akhirnya dengan segala strategi, trik, teknik, tipu daya dan muslihat banyak booking penjualan. Orang gak butuh duit dipaksa kredit, orang anaknya masuk rumah sakit butuh dana dipaksa ngutang, orang butuh dana buat daftar sekolah dirayu pinjem dan lain sebagainya dengan bujuk rayu yang luar biasa. Bunganya ngalah-ngalahin kartu kredit. Pas giliran jatuh tempo telat sehari, sudah harus pasang tampang sangar. Gak peduli anak masuk rumah sakit, orang tua meninggal, usaha lagi sepi, banyak kebutuhan, taunya angsurannya harus dibayar!!

Mulai muncul caci maki dan sumpah serapah, kadang-kadang ngajak gelut barang. Dalihnya: “njenengan kan dulu saat butuh dana sudah kami bantu, sekarang tinggal kewajiban njenengan bayar angsurannya”, itu versi halusnya. Versi agak ekstrim nya: “bu utang itu dibawa sampe mati lho, klo tau-tau besok ibu meninggal nanti berat di alam kuburnya”.

Yang lebih ekstrim lagi nagih sampe teriak-teriak di kampung biar semua tetangga tau kalo dia punya utang, teriak-teriak di rumah sakit pas anak nasabah sedang opname, sita motor di tengah jalan persis seperti begal! Dan hebatnya lagi aktifitas itu seperti “dilindungi” oleh hukum dengan adanya pengikatan jaminan secara fidusia.

Semua aktifitas itu terjadi atas instruksi saya dan atasan saya. Karena buat saya dan atasan yang penting gak boleh nunggak! Kalo nunggak bonus gak keluar. Kalo kembali ke kantor tanpa setoran tagihan segala caci maki dan sumpah serapah keluar dari mulut saya, tidak peduli bagaimana kondisi nasabah di lapangan.

Setiap akhir bulan selalu identik dengan suara oktaf tinggi dan sumpah serapah. Kalo saya gak masuk target, saya gak dapat bonus bahkan gaji bisa dipotong. Kalo gak dapat bonus atau gaji dipotong gimana saya bisa bayar cicilan saya yang segunung...???

Kolektor yang takut dengan amarah saya kalo gak masuk target akhirnya mereka harus nalangi angsuran nasabahnya. Kalo gak punya uang buat talangan mereka pinjam ke rentenir keliling yang sudah siap bawa uang tunai dengan bunga 10% per bulan. Edan tenan..

Kalo ada kolektor yang gak kuat dan akhirnya nyerah, akhirnya saya juga harus siapkan dana talangan angsuran nasabah. Dananya dari mana? Ya dari gesek tunai kartu kredit juga. Daripada gaji saya dipotong dan dimaki-maki sama atasan saya. Alhasil utang saya nambah terus. Mumet Jum..!!

Saya jadi orang yang kejam, bengis, mudah marah, raja tega gak peduli sama orang lain, jarang sholat, mau sedekah eman karena untuk biaya harian aja sudah pas-pasan, padahal saya termasuk bos dan bawa mobil bagus. Saya hanya takut pada atasan. Beban kerja juga luar biasa, rasanya waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Keluarga terabaikan. Yang dipikirin cuma uang, mendidik bawahan juga orientasinya pada uang. Kerja pancingannya harus dengan uang/materi. Dalihnya: “kamu harus sejahtera biar bisa berbagi dengan sesama, biar bisa sedekah, biar bisa nyumbang anak yatim, bahagiakan keluarga, ortu, dll. Klo mau sejahtera harus dapat bonus sebanyak-banyaknya, bla bla bla...”
Yang ada di pikiran saya cuma gimana caranya cari uang sebanyak-banyak nya biar bisa bayar cicilan, dan nutup semua hutang.

Sampai di akhir tahun 2015, saya dan istri putuskan mau jual rumah untuk bayar semua utang. Istri berhenti kerja dari bank dan ikut ngungsi dari Sidoarjo kerumah orang tua bulan Januari 2016 di Malang. Rumah saya iklankan, saya tawarkan ke teman-teman dan saudara-saudara. Sambil cari-cari pandangan pandangan rumah baru dengan harapan sisa hasil jual rumah setelah nutup semua utang bisa untuk DP KPR lagi. Mulai dari titik nol rencananya.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan tidak ada satupun yang merespon iklan rumah saya dengan serius. Ada yang serius tapi lost deal. Ada juga yang menyepelekan, “kemahalan mas, rumah gitu aja”. Udah ada yang katanya serius dan cocok, tapi uang nya belum ada, ditunggu-tunggu malah gak jelas.

Udah istri gak kerja, tagihan nambah terus, rumah gak laku-laku tambah stress gak karu-karuan. Istri rencana mau buka usaha tapi ada aja halangannya, jadi gagal terus. Keuangan semakin menipis, mesti banyak berhemat. Saya kerja naik mobil, tapi kalo lagi sendirian seringkali gak makan siang karena harus ngirit. Tapi kalo pas kumpul2 sama anak buah mau gak mau harus nraktir makan, gengsi boss..!!

Stress nya sudah sampe tingkat dewa! stress sama kerjaan, sama tekanan yang sudah “gak manusiawi”, stress sama kondisi keuangan keluarga, stress karena istri stress gak kerja yang kadang-kadang gak akur sama ibu saya. Stress nya udah luar dalam, atas bawah, kiri kanan, depan belakang!

Sekitar Juli pertengahan pas mendekati lebaran saya nemu group FB nya mas Saptuari. Niat awalnya sih mau carikan prospek usaha buat istri, karena nama group FB mas Saptuari kan Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Biar istri gak stress karena gak kerja mungkin sekalian bisa bantu ekonomi keluarga, bantu bayar cicilan.
Semakin ke dalam saya ikuti kok pembahasannya cenderung sosial agamis dan yang paling penting pembahasan tentang riba. Saya mulai semakin tertarik mempelajari riba. Saya juga cari group-group lain yang membahas masalah bahaya riba dan saya join. Saya pelajari dalil-dalilnya dan adzab nya, ternyata ngeRIBAnget. Saya sadar 13 tahun ke belakang jalan saya sudah salah.

Alhamdulillah gak butuh waktu lama saya langsung sholat taubat dan berusaha terus Sholat 5 waktu gak pernah lepas. Sholat malam saya lakukan semampu saya. Bukan bermaksud riya’, Istri dan anak2 saya sampe heran dengan perubahan saya. Tapi saya belum sampaikan apa-apa ke istri saya. Pas ada kesempatan berdua (yang sangat jarang sekali), akhirnya saya bicara soal riba. Saya share group mas Saptu ke istri saya biar dia juga baca-baca. Kita bahas bahwa mungkin jalan hidup kita ini sudah salah. Saya bilang bahwa kita harus benar-benar ber Azzam bahwa kita harus keluar dari riba. Akhirnya sang istri support. Saya harus resign dari kerjaan saya yang secepatnya..!!

Tapi tidak semudah itu. Klo saya resign sekaran cicilan siapa yang bayar? keluarga makan apa? Bagaiman respon orang tua, keluarga?
Sementara semua kami pendam dulu. Kami besama-sama perbaiki ibadah kami, dengan terus ber Azzam kepada Allah untuk keluar dari riba.

Setelah lebaran akhirnya istri saya punya ide untuk buka lundry kiloan, yang selama ini tidak pernah terpikirkan. Prosesnya ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Karena kami masih numpang dirumah ortu tetap saja masih muncul friksi. Namun alhamdulillah akhirnya berdirilah “rizkilaundry” yang dikelola istri pada tanggal 30 Juli 2016. Alhamdulillah dalam bulan pertama selama bulan Juli omzet masih 800 ribu sebulan, masih minim sekali.
Tapi rumah masih juga belum laku, itu yang masih jadi beban utama. Karena menurut kami rumah harus laku dulu, biar bisa nutup semua hutang dan bisa pengajuan resign. Sisa penjualan rumah rencana buat modal usaha.

Seiring perjalanan usaha laundry perlahan kami sampaikan kepada keluarga rencana saya untuk berhenti kerja di perusahaan leasing. Awalnya semua menentang. Mengkhawatirkan nasib anak dan istri saya bagaimana kalo saya tidak kerja. Sedangkan untuk usaha saya tidak punya pengalaman sama sekali, dan resikonya terlalu besar. Apalagi semua silsilah dalam keluarga saya adalah seorang karyawan sejati, tidak ada yang wirausaha. Perlahan kami mejelaskan tentang riba dan bahayanya, dan meyakinkan bahwa rizki itu dari Allah. Alhamdulillah akhirnya semua support dan banyak memberikan masukan.

Dari FB saya akhirnya banyak join group-group yang bersifat religius. Banyak ilmu dan pelajaran yang saya dan istri bisa ambil. Akhirnya semua proses nya saya pasrahkan kepada Allah sambil saya terus mohon dan ikhtiar. Saya percaya apa pun yang terjadi semua atas ijin Allah. Emosi saya jadi lebih terkendali. Bahkan di lingkungan kantor banyak yang bertanya-tanya kok saya tidak lagi se “sangar” dulu. Ada yang menilai saya melemah. Bahkan atasan saya pernah memarahi saya dengan kata-kata “kalo tidak bisa tegas jangan jadi pemimpin..!!”

Benar memang kalo riba itu menghilangkan sisi humanis, membuat hati sekeras batu, membuat orang jadi kejam, bengis dan tidak peduli dengan orang lain! Hanya memikirikan sisi duniawi, ibadah hanya bumbu hidup saja biar kelihatan agamis. MemperTuhankan uang. Membuat waktu tidak akan pernah cukup. Dan itu akan menjadi lingkaran setan selama kita tidak berani benar-benar keluar dari kubangan riba, baik penerima riba maupun pemakan riba.

Mukjizat benar-benar terjadi. Istri saya terketuk untuk memberi makan anak yatim di Panti Asuhan. Dan pada hari Jumat, tanggal 09 September 2016 sebelum jumatan kami kirim makan siang ke Panti Asuhan, sambil berdoa kepada Allah dan meminta bantuan doa dari anak Yatim agar keinginan kami sekeluarga diberikan kelancaran. Hari sabtu tanggal 10 September 2016 pagi sekitar jam 7 ada orang bernama pak Agus telp saya menanyakan apakah rumah saya dijual dan rencananya jam 9 akan lihat ke lokasi. Saya bilang silahkan dan kunci rumah saya titipkan ke tetangga saya. Sekitar jam 12 siang pak Agus telp lagi dan bilang klo rumahnya cocok, kemudian menanyakan masalah harga. Saya bilang besok saja ketemuan, saya meluncur ke sidoarjo.

Hari minggu tanggal 11 September 2016 jam 10 pagi kami bertemu. Setelah ngobrol-ngrobol, saya sebutkan harga penawaran pak Agus langsung deal tanpa banyak nego. Bahkan beliau menyetujui semua biaya beliau yang tanggung. Selasa tanggal 13 September 2016 janjian untuk sama-sama ke notaris. Akhirnya hari Rabu tanggal 14 September 2016 ketemu di notaris, dan semuanya langsung dibayar lunas oleh pak Agus. Dan sorenya saya langsung menghadap atasan saya untuk menyampaikan pengunduran diri saya.

Subhanallah, Allahu akbar...!!
Tidak ada yang kebetulan, semua terjadi atas ijin Allah.. Sungguh benar2 nyata pertolongan Allah..
“maka nikmat mana yang kau dustakan”

Pengunduran diri saya disetujui efektif per tanggal 1 November 2016. Alhamdulillah hutang-hutang riba mulai saya lunasi semua. Saya putuskan untuk tidak jadi ajukan KPR, sementara minta ijin ortu untuk numpang dulu. Bertekad bulat membebaskan kami dari segala bentuk hutang dan riba. Alhamdulillah laundry istri saya sudah mulai rame. InshaAllah saya akan memulai usaha warung makan setelah saya efektif resign.
Alhamdulillah Allah menurunkan hidayahnya melalui group Belajar Wirausaha Bareng Saptuari.

Mohon saya dibantu doa agar tetap diberikan iman dan keteguhan hati, aamiin.
“Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi”ala diinik”

Karena kami yakin ini baru tahap awal dari hijrah kami, dan pasti akan banyak aral melintang.

Sementara cekap semanten nggih mas Saptuari, matur nuwun sanget.

Wassalamu’alaikum warrohmatulloohiwabarokaatuh.

From Group WA Hisanah
FB: Adhitya Rizkiwahana
Fanpage:

15/02/2017

*Alasan Mengapa Sebaiknya Memilih Property Syariah dan Menghindari KPR Bank Konvesional*

_Bismillaahirrahmaanirrahiim…_

Sahabat Fillah yang dirahmati Allah SWT. Terutama bagi yang sudah mendambakan rumah impian, pasti tidak asing lagi dengan istilah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Karena memang KPR ini merupakan alternatif pilihan dalam membeli rumah. Tentunya KPR ini begitu banyak diminati karena menjadi solusi bagi orang yang belum mampu membeli rumah secara cash/tunai.
Sudah menjadi hal yang umum kita perhatikan di jalan-jalan bertebaran spanduk penawaran rumah beserta bunga KPR yang menyertainya.
Namun tahukah sahabat fillah sekalian, bahwa ternyata ada beberapa hal yang merugikan di sisi nasabah apabila mengambil KPR secara konvensional (baca: menggunakan bank).
Setidaknya ada 5 hal yang membuat nasabah tidak nyaman bahkan merugi apabila memutuskan untuk mengambil rumah melalui KPR Konvensional.

*1. Proses BI Checking yang ribet dan melelahkan*

BI Checking adalah tahap awal jika mau mengajuakan KPR ke bank. Dalam tahap ini saja, prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu. Karena memang bank akan memverifikasi
data-data yang ada secara mendalam. Bagi Sahabat Fillah yang berprofesi sebagai pegawai tetap mungkin hal ini tidak terlalu menjadi persoalan. Karena kelengkapan data sudah disediakan oleh kantor.
Namun bagi saudara-saudara lainnya yang memiliki pekerjaan sebagai wirausaha mikro ataupun pedagang, syarat yang diperlukan sungguh berat dan sifatnya wajib dipenuhi. Seperti izin-izin usaha lengkap, laporan keuangan yang mendalam, serta aliran kas usaha yang stabil. Gagal memenuhi salah satu kriteria tersebut, maka pengajuan ditolak. Dan impian memiliki rumah harus dikubur dalam-dalam.

*2. Denda keterlambatan membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah tersebut menjadi membengkak*

Ketika pengajuan sudah diterima, dan sudah mulai tahap mencicil, maka tak boleh ada kata terlambat menbayar cicilan meski hanya sehari. Jika terlambat, maka akan dikenakan
denda yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan bank yang menyediakan fasilitas KPR. Umumnya, denda dikenakan per hari keterlambatan.
Tentu saja hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah tersebut jadi semakin tinggi dan tidak bisa diprediksi. Tak ada dispensasi maupun toleransi untuk keterlambatan tersebut, walau kondisi keuangan keluarga sedang sulit.

*3. Teror _Debt Collector_ yang siap menghantui bila telat membayar selama beberapa bulan*

Ketika sudah tidak mempu membayar cicilan dikarenakan alasan apapun, maka bersiap-siaplah menghadapi para _debt collector_ yang memang disewa bank dengan tujuan agar nasabah segera membayar angsuran yang tertunggak. Dalam hal ini _debt collector_ tersebut diberi wewenang menggunakan segala macam cara agar nasabah merasa
terpojok, tidak nyaman, terancam dan takut apabila menunda pembayaran lebih lanjut lagi.
Mungkin Sahabat Fillah sekalian merasa berani untuk menghadapi teror dari _debt collector_ tersebut. Namun, coba bayangkan apabila yang menghadapi adalah anak, istri atau orang tua Sahabat Fillah sekalian yang sedang berada di rumah. Apakah mereka merasa aman, nyaman, dan tentram untuk tinggal di rumah tersebut?

*4. Resiko Sita jika gagal bayar*

Jika nasabah tidak mampu melanjutkan cicilan dikarenakan alasan apapun, maka bersiap-siaplah untuk mengosongkan rumah. Ya, mau tak mau rumah harus diserahkan kembali ke bank. Dimana bank tersebut masih memiliki hak penuh terhadap rumah tersebut. Rumah akan disita dan lalu akan di lelang. Besaran nilai lelang pun bank yang menentukan. Nilainya haruslah menutupi kekurangan cicilan nasabah.(Biasanya di lelang jauuuuh di bawah harga pasar agar cepat laku).
Lalu, nasabah yang telah mencicil selama tahunan atau puluhan tahun hanya bisa duduk terpaku penuh nestapa meratapi hilangnya aset disertai dengan kesia-siaan membayar cicilan selama ini. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah bank memberikan kelebihan sisa lelang rumah kepada nasabah.

*5. Dikenakan Pinalty jika melunasi lebih cepat*

Jika nasabah memiliki rezeki lebih di kemudian hari dan ingin mempercepat pelunasan cicilan rumah tersebut, maka nasabah akan dikenakan pinalty (biaya tambahan). Ya, Sahabat Fillah sekalian tidak salah baca. Jika ingin melunasi lebih cepat, maka akan dikenakan “denda” karena “ketidakpatuhan” untuk membayar selama jangka waktu yang disepakati.
Memang terdengar lucu. Namun hal tersebut merupakan fakta yang terjadi pada umumnya.

______________
Lima hal tersebutlah yang membuat KPR di Bank Konvensional terasa merugikan dari sisi nasabah. Sedangkan pihak bank tidak akan pernah mau merugi. Perlu sahabat fillah ketahui bahwa lima hal tersebut dapat dirasakan, baik secara logika, materi juga secara emosi. Belum lag bila menyinggung masalah dosa riba yang tidak terkira besarnya.

Naudzubillah..

30/01/2017

*INFO TERBARU*

*Mekanisme Jualan Perumahan Hasanah City*

Kepada calon pembeli Hasanah City

*Acara Mega Gathering Hasanah City Insya Allah pada bulan Februari 2017, tepatnya tanggal 18 Februari 2017*

Yang Insya Allah diadakan di Gedung Puspitek, Jalan Raya Puspitek.

Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah sahabat menginput data peminat ke message kami atau komentar langsung di status ini.

Edukasi lebih tersistem lagi, dimana hari ini mengirim data peminat, maka esok harinya akan langsung teredukasi dan akan dikontak oleh admin pusat

*Apa yang akan didapatkan dari setiap broadcast yang diterima oleh peminat selama 2-3 hari kedepan?*

A. Edukasi mengenai sistem penjualan dan gathering (broadcast selanjutnya setelah perkenalan)

B. Edukasi mengenai bahaya riba

C. Edukasi alasan terbaik menjauhi kpr bank

D. Edukasi perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

E. Edukasi arti Hasanah

F. Edukasi harga atau pricelist dan brosur

G. Pembukaan tiket Gathering

Insya Allah ada 3 orang admin Hasanah City diantaranya
Mulyadi: Pa Adi
Pa Agam
Pa Edo

Sahabat cukup komentar, dan Insya Allah esoknya akan langsung di hubungin oleh salah satu admin Hasanah City..

Oh iya kantor untuk Buyer berpindah ke
*Hotel Salak The Heritage (Business Center Hasanah Land)*

Jalan Ir. H. Juanda no.8 , Kota Bogor - Jawa Barat

Salam Sukses Berkah

*Manajemen Hisanah Agency*

16/01/2017

Tanah Kavling Ekonomis Harga Bersahabat di Lokasi Strategis

Dekat Kawasan Harvest City 1000 Ha

Kalau ada Tanah Kavling dekat dengan TOL Cibubur dan TOL MM2100, juga berada di Kawasan Segitiga Emas Bekasi, itu strategis gak ya?

5 menit ke Water Joy Harvest City

15 menit ke Taman Buah Mekarsari

Udah gitu deket sama Harvest City, yaitu kawasan seribu hektar yang akan ada sekolah, kawasan olahraga dan wisata.

Hmmm....
Harga akan melambung 5 th mendatang.

Strategis banget kan??
Nunggu apalagi??
Buruan dapatkan sekarang!!!
Harga Mulai 80jt saja
Bayar bisa dicicil

Tersedia Luas Kavling 60 m2 dan 72 m2

Penasaran???

SOLD 50 UNIT DALAM SEHARI

Alhamdulillah masih ada beberapa unit lagi untuk Anda

Jangan sia-siakan kesempatan ini !!

Alhamdulillah pembelian menggunakan KPR SYARIAH

KPR Bank
BI Checking
Riba
Denda
Sita
Suku Bunga
Akad Bathil
Senang Keluarga Tenang

Hubungi Sekarang :

"Ketentraman Surga Dalam Keluarga Sakinah"
Sakinah Village berlokasi sekitar 300 mter dri Pintu Utara Harvest City.

Jln. Ciledug Raya, Kp. Cisaat Desa Kertarahayu Kec. Setu Kab. Bekasi

Akses dri Bekasi lewat Jln Setu, Kab. Bekasi.

Akses dri Cibubur dan Mekarsari lewat Pintu Selatan Harvest City lalu keluar di pintu utara (Cluster Sakura).

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hasanah Grup posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hasanah Grup:

Share

Category