08/07/2026
Banyak pemilik properti beranggapan bahwa semakin banyak agen yang memasarkan rumahnya, semakin besar peluang untuk terjual.
Sekilas terdengar masuk akal.
Namun di market premium, hasilnya tidak selalu demikian.
Ketika sebuah properti dipasarkan oleh banyak agen dengan foto, deskripsi, bahkan harga yang berbeda-beda, persepsi pasar bisa berubah.
Buyer mulai bertanya:
"Sebenarnya harga yang benar yang mana?"
"Mengapa begitu banyak agen menjual properti yang sama?"
"Apakah properti ini memang sulit terjual?"
Padahal dalam segmen premium, persepsi memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan kualitas aset itu sendiri. Itulah mengapa banyak pemilik properti memilih menggunakan exclusive agent.
Bukan karena ingin membatasi pemasaran. Melainkan agar strategi, positioning, komunikasi, dan negosiasi berjalan secara konsisten. Tentu, open listing maupun exclusive listing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Yang terpenting bukan memilih sistem yang paling populer. Tetapi memilih pendekatan yang paling sesuai dengan karakter aset dan tujuan penjualannya. Karena menjual properti premium bukan sekadar mencari pembeli. Melainkan menjaga nilai aset hingga bertemu dengan buyer yang tepat.