10/05/2026
Ada masa ketika hidup terasa seperti lorong panjang tanpa jawaban.Aku berjalan ke banyak arah, mengejar sesuatu yang bahkan tak mampu kusebut namanya sendiri.Kupikir dunia akan memberiku kebahagiaan lewat keramaian, pujian, dan pencapaian.Namun semakin jauh melangkah, justru semakin terasa kosong di dalam dada.Hingga akhirnya aku berdiri di puncak gunung…memandang langit yang luas tanpa batas,mendengar sunyi yang lebih jujur daripada ribuan suara manusia.Di sana aku sadar, ternyata yang lelah bukan kakiku…melainkan hatiku yang terlalu lama memikul kecewa.Lalu ketika kupandang hamparan laut yang tak bertepi,ombaknya seperti sedang berbicara kepada luka-luka yang selama ini kusembunyikan.Tentang kehilangan.Tentang harapan yang gugur diam-diam.Tentang air mata yang tak pernah sempat diceritakan kepada siapa pun.Dan di antara dinginnya angin gunung serta luasnya lautan itu,akhirnya kutemukan sesuatu yang selama ini kucari:bukan kemewahan,bukan pengakuan,bukan juga kemenangan atas dunia.Melainkan kelepasan…untuk berhenti memaksa takdir.Kelegaan…karena akhirnya aku belajar menerima bahwa tidak semua yang hilang harus kembali.Dan keikhlasan…untuk menjalani hidup ini tanpa dendam kepada keadaan,tanpa marah kepada Tuhan,serta tanpa membenci diri sendiri.Kadang alam mengajarkan hal yang gagal diajarkan manusia:bahwa hati yang tenang bukanlah hati yang memiliki segalanya,melainkan hati yang sudah berdamai dengan kenyataan.