13/10/2017
Bagaimana Caranya Berbudidaya Kurma yang Baik ???
Berikut adalah sedikit paparan tentang Tanaman Kurma, Bahan Tanam Kurma, dan Teknik Budidayanya untuk tujuan memasarkan stok bibit kami di Indonesia.
Catatan ini kami coba sadur dan merupakan fasilitasi kami dalam hasil resume dari beberapa sumber diantaranya pada komunitas Kurma Nusantara, apabila ada kesalahan silahkan dapat dikoreksi, dan apabila ada ilmu tambahan silahkan dapat disampaikan.
Bahan Tanam Kurma
Lazimnya terdapat tiga atau pilihan bibit berdasarkan asal/sumbernya, yakni bibit dari biji, bibit anakan samping, bibit yang diperoleh dari perusahaan kultur jaringan dan bibit cabutan.
Kami menyediakan bibit-bibit yang tertera dalam penjelesan dibawah ini, jika Anda berkenan membudidayakan Kurma silahkan hubungi kami melalui kontak dibagian lain halaman ini.
1. Bibit dari biji
Bibit jenis ini adalah pilihan yang kurang baik. Penggunaan bibit jenis ini sangat tidak direkomendasikan, karena akan menghasilkan tanaman yang tidak tentu (baik dari kualitas buah maupun jenis kelamin tanaman). Bibit jenis ini hanya akan menghasilkan maksimum 15-20% tanaman betina, dan hal itu baru dapat diketahui setelah tanaman berbunga, yaitu sekitar 3-5 tahun. Dalam pengalaman orang-orang thailand yang sudah mencoba, dari 1000 pohon yang ditanam, terdapat setidaknya 20-50 pohon saja yang betina. Untuk kualitas buah, terkadang rasa buah menjadi sangat pahit (sehingga tidak bisa dimakan) dan tidak jarang buah rontok dari pohonnya.
Pemilik KDP (Korat Date Palm) di Thailand, setelah berpengalaman lebih dari 8 tahun, saat ini tidak merekomendasikan menggunakan menanam bibit kurma yang ditanam dari biji ini dan hampir semua beralih 100% menggunakan kultur jaringan (khususnya Varietas Barhee hasil kultur jaringan).
2. Bibit dari anakan (off shoot)
Bibit katagori ini termasuk salah satu yang dianjurkan karena menduplikat hampir persis sifat indukannya. Namun yang harus diperhatikan, anakan yang dipilih harus berasal dari tanaman yang baik p**a. Untuk saat ini masih harus impor dari kebun-kebun kurma terbaik di thailand, UEA atau Israel.
Ada catatan, beberapa kasus - terdapat anomali sifat dan kondisi fisiologis tanaman baru yang diperoleh dari anakan seperti ini. Namun, relatif tidak banyak mengganggu.
3. Bibit dari Kultur Jaringan
Bibit jenis ini adalah pilihan yang sangat baik. Tanaman jika boleh dikatakan "persis", dia akan mirip 99% dengan induknya. Dengan tehnik ini penyedia bibit dalam pemilihan tetuanya harus berasal dari tanaman yang baik, yaitu yang buahnya besar, rasanya enak, pohonnya kuat dan sehat juga genjah. Pemilihan pohon induk ini diluar kendali kita, tetapi perusahaan penyedia bibit kultur jaringan seperti di UEA dan UK pasti akan menjaga reputasinya dengan memilihkan indukan yang terbaik bagi konsumennya.
Tanaman dari hasil kultur jaringan akan menghasilkan tanaman baru yang persis sama dengan indukannya. Bibit yang berbuah, yakni bibit yang 99% betina.
Pemilihan bibit jenis ini lebih baik daripada dari biji maupun anakan. Relatif murah dan memiliki kepastian berbuah yang tinggi.
Saat ini, bibit ini masih impor dari luar negeri.
4. Bibit cabutan
Bagi mereka yang ingin berbudidaya kurma yang sudah berbuah kini telah tersedia bibit cabutan kurma, sudah produktif.
Usia bibit biasanya diatas 3 (tiga) tahunan, namun mengingat ketahanan tanaman akibat pengiriman dan menjelang masa produksi optimal kurma yakni sejak usia 7 tahunan maka dipilih tanaman yang berusia 6 (enam) tahunan.
Mereka yang membeli dan menanam dari bibit usia 6 tahunan ini akan mendapatkan keuntungan selain jauh lebih cepat berbuah, salah satunya juga lebih cepat memperoleh bibit offshoot (anakan).
Kebanyakan klien kami masih memilih bibit kultur jaringan dibandingkan bibit jenis ini. Namun utamanya yang bermodal cukup, membeli bibit yang sudah berbuah seperti ini memberi kepastian yang lebih saji dan tinggal menunggu hasil.
✍Pemilihan Tanaman Jantan dan Betina.
- Apabila induk betina yang ditanam berasal dari kultur jaringan, maka induk jantan yang digunakan dapat berasal dari mana saj
a (biji ataupun kultur jaringan juga), namun yang paling baik apabila induk jantan juga berasal dari kultur jaringan juga.
Sebetulnya,tanpa tanaman jantanpun tanaman kurma berjenis kelamin betina pasti berbuah. Namun, dengan penyerbukan yang biasanya dilakukan oleh lebah- kualitas buah kurma betina itu akan lebih baik.
Dari beberapa pelanggan yang sudah order, mereka lebih memilih 1 paket barhee isi 6 atau 10 pohon plus 1 paket KL1 usia 12 bulanan atau yang usia 18 bulanan. Sehingga mereka berharap setidaknya lebih dari paket barhee mereka berbuah dan selebihnya dari jantan KL1. Mereka memilih KL1 sebagai pejantan karena relatif merupakan varietas yang sudah di-ASIA-kan yang lebih adaptif terhadap lingkungan hidup asia. Mengingat KL1 adalah varietas yang lahir di Thailand.
✍Cara Tanam, Media Tanam dan Pengelolaan Lahan
- Bila bibit kurma Anda sdh tiba. Segera menanamkan bibit pada lahan atau polybag minimal volume 3ltr. Penanaman harus hati2 jangan sampai gumpalan akar pecah atau rusak. Hindari menyentuh akar langsung dengan tangan. Tanam setinggi permukaan gumpalan akar atas jangan terlalu dibenam.
- Media tanam : Raciklah komposisi sbb1 tanah, 2 sekam/pasir,1 kompos, 1 arang sekam.
- Pemanfaatan larutan anti stress. Campurkan vitamin liquinoc growth b1 sebanyak 1 tutup botol dengan 4 ltr air. Semprot pada daun dan sisanya siram pada tanahnya. Tempatkan pada tempat ternaungi dari hujan langsung 60% cahaya masuk. Rawatlah selama 6bln sebelum dipindah ke tempat lebih luas. (Menyiram jangan kena daunnya kecuali penyemprotan pupuk atau anti hama!!!).
- Jarak tanam di lahan, 8x9 m. Lubang tanam 100 x 100 x 100 cm. Masukkan 1/3 bagian media tanam tadi, lalu campurkan segenggam NPK+UREA. Barulah masukkan bibit dan tanam.
- Kurma bisa ditanam dalam pot, min volume 100 literan. Anda bisa pesan pada kami Planter bag, ringan dan tahan lama.
✍Rasio Jantan & Betina
- Untuk tanaman yang berasal dari kultur jaringan, biasanya petani kurma akan menggunakan rasio 20 jantan dalam setiap 100 betina. Sedangkan kebun lain di Thailand yang menggunakan bibit dari biji menggunakan rasio yang juga tidak jauh berbeda.
✍Hama & Penyakit
- Hama utama tanaman kurma adalah kumbang badak. Hingga saat ini masih tidak ditemukan hama yang kuat lainnya selain kumbang badak. Biasanya kumbang badak menyerang tanaman usia 6 bulan ke atas.
- Penyakit busuk akar yang biasa terdapat pada kapsul hasil kultur jaringan dapat diatasi dengan menggunakan agen hayati _Trichoderma_.
✍Pemberian Nutrisi
- Pada 3 bulan pertama, sebenarnya tanaman tidak perlu diberi pupuk namun disarankan menggunakan larutan anti stress atau formula zat pengatur tumbuh lainnya hingga tanaman berusia 3 bulanan. Kemudian sejak usia 3 bulan pasca tanam, tanaman setiap sebulan sekali dapat diberi NPK 16-16-16 (memberi contoh Natures 16-16-16) dan setiap 3 bulan diberi pupuk kandang dari kotoran sapi.
✍Irigasi
- Sebaiknya selalu cek kelembaban tanah (moisture) pada daerah penanaman. Pemberian air pada tanaman tergantung pada cuaca dan umur tanaman. Thailand menggunakan teknologi irigasi tetes dari Israel. Mereka memberikan 5-15 liter air setiap dua hari sekali per pohon.
✍Penyerbukan Tanaman
- Tanaman kurma harus diserbuki secara buatan oleh manusia, yaitu dengan cara mengambil serbuk sari dari pohon jantan kemudian dikibaskan ke bunga betina.
-Jika tanaman sudah dewasa dan cukup tinggi, penyerbukan bisa menggunakan bantuan serangga. Dalam kawasan yang luas, bisa menggunakan bantuan lebah. Dalam kawasan yang terbatas bisa mengundang serangga, dengan meletakkan potongan daging segar ayam di batang pohon kurma jantan dan diikat.
✍Berapa Lama Tanaman Hingga Dapat Berbuah?
- Tanaman yang berasal dari biji dapat berbuah pada 7-10 tahun (berdasarkan hasil observasi dilapangan dan pohon betina), sedangkan tanaman hasil kultur jaringan dapat berbuah pada 40 bulanan setelah kapsul ditanam ke tanah. Saat ini di Thailand sudah bisa berbuah pada usia 1 tahun 8 bulan. Dan hampir semua pekebun di Thailand beralih dari Biji ke bibit Kultur Jaringan.
✍Varietas Kurma
- Varietas yang terbaik ditanam di Indonesia adalah Barhee, Abuman, Mozafati/Kaka,Deglet Nour dan Ajwa. semuanya sudah terbukti di berbuah dengan baik di Iklim Tropis.
- Adapun varietas lainnya juga, walaupun itu tidak disarankan dibudidayakan di Indonesia.
✍Ajwah & Barhee
- Buah dari varietas Barhee memiliki sifat crunchy sweet (manis dan krispi) seperti apel. Ajwa tidak bisa dipanen saat Ruthob karena rasa masih sepat. dan Ajwa memang khusus untuk fase tamar.
Selamat memiliki kavling
produktif
kampungqurban.com