26/11/2025
Bisnis Pinjol Makin Memprihatinkan, DPR: Bukan Solusi Finansial Masyarakat
TRIBUNVIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro mengingatkan bahaya maraknya pinjaman online (pinjol) setelah Polri mengungkap dua jaringan pinjol ilegal yang menjerat lebih dari 400 orang dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Dia menyebut kasus tersebut hanya gambaran kecil dari persoalan yang jauh lebih besar.
Dede menilai persebaran pinjol, baik yang berizin maupun ilegal, kini semakin memprihatinkan. Dia menegaskan, keberadaan pinjol tidak dapat dianggap sebagai solusi bagi kebutuhan finansial masyarakat.
"Pinjol tidak menjadi jalan keluar. Banyak yang mengira bisa menyelesaikan masalah, tapi justru masuk ke lingkaran utang yang lebih dalam," kata dia kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).
Legislator Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebut kemudahan akses justru membuat banyak orang tergoda mengambil pinjaman tanpa memahami konsekuensi biaya layanan, bunga, hingga penalti yang membayangi.
Situasi tersebut mendorong peminjam mengambil pinjaman baru dari aplikasi lain untuk menutup kredit sebelumnya.
Akibatnya, masyarakat terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang yang berisiko tinggi serta menimbulkan tekanan mental bagi peminjam maupun keluarga mereka.
"Dampaknya bisa meluas. Tekanan itu bisa mendorong tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA>> https://www.tribunnews.com/bisnis/7758413/bisnis-pinjol-makin-memprihatinkan-dpr-bukan-solusi-finansial-masyarakat
FOTO: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro. Persebaran pinjol, baik yang berizin maupun ilegal, semakin memprihatinkan dan Polri mengungkap dua jaringan pinjol ilegal menjerat 400 korbannya dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. (Sumber foto: dok.pribadi/instagram).