31/05/2022
BANGUNAN BERARSITEKTUR SYARI'AH
oleh : Prof Fahmi Amhar
Berbicara arsitektur Islam, orang sering teringat pada bangunan-bangunan peninggalan sejarah keemasan Islam, dari ujung Barat (Cordoba di Spanyol) melewati Istanbul di Turki, Samarkand di Asia Tengah, hingga ke ujung timur seperti di Ternate di Indonesia. Yang sering menjadi titik perhatian adalah bangunan seperti masjid atau yang serupa (Masjid Cordoba, Aya Sofia, Masjid Sultan Ahmet), namun juga sekolah (Al-Azhar) dan istana (Topkapi Palace).
Dalam era modern, arsitektur Islam diasosiasikan dengan arsitektur gaya timur tengah lengkap dengan lengkung-lengkung bak sebuah masjid dan hiasan kaligrafi di sekujur dinding.
Namun bila kita cermati, apa yang menonjol di atas belum memberikan secara lengkap makna di balik istilah “arsitektur Islam” – yang semestinya adalah suatu rancang bangunan yang didasari oleh aqidah Islam dan memenuhi norma-norma dalam syari’at Islam.
Ini berarti, tujuan dibuatnya bangunan itu adalah comply atau sesuai dengan tujuan syari’ah atau maqashidus syari’ah, yakni: melindungi jiwa, harta, keturunan, agama, akal, kehormatan, keamanan, dan negara.
Lalu bangunan berarsitektur syariah itu seperti apa?
1. Didesain tahan banjir, gempa, kebakaran, hama maupun polusi.
2. hemat energi, dalam pemakaian / pemeliharaan.
3. Penghuni wanita memiliki ruang privat yang hanya boleh dimasuki mahram; ruang sendiri untuk suami istri, anak lelaki dan anak wanita.
4. Memiliki ruang main anak, dan dirancang agar kecelakaan di dalam rumah minimum.
5. Memiliki ruang khusus taqarrub (mushola) dan suasana penuh pesan moral.
6. Memiliki ruang untuk mengembangkan diri dan meningkatkan ilmu / wawasan, seperti perpustakaan atau ruang multimedia.
7. Memberi rasa aman baik di luar maupun di dalam.
8. Didesain akrab dengan tetangga.
Jadikan hunianmu menjadi salah satu sebab datangnya banyak keberkahan dari Allah.
Desain rumah sesuai syariat, hubungi wa.me/6287760889534 (Call Center)