12/03/2024
☘️ *Keberkahan & Keutamaan Bulan Ramadhan*
(Urai Makna Falsafi dalam Karya Mbah Mbah Mahfudz Siddiq Jember dalam Buku _Risalah Puasa_ )☘️
*BMW*
12 Maret 2024
🍃 Rasa Syukur
Ragam Rahmat dan nikmat tiada batas, terlebih pada bulan Ramadan menjadikan kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas segalanya. Setidaknya, sebuah keyakinan yang harus tertanam dalam hati, bahwa tiada satupun aktivitas terlebih perihal baik terkecuali atas dasar Rahmat yang datangnya dari Allah SWT.
Sholawat berikut salam semoga senantiasa tertaut haturkan pada Baginda Nabi Muhammad SAW., pengemban tugas indah dan suci dari Allah SWT ; yakni tersampaikannya _risalah_ kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali demi terciptanya kehidupan yang sempurna.
🍃 Keberkahan & Keutamaan Bulan Ramadhan
Ramadan merupakan bulan istimewa yang telah diberikan Allah SWT. Berbeda dengan bulan-bulan yang lain, Ramadan memiliki keistimewaan yang sangat mendalam. Tidak sedikit firman Allah dan juga sabda Baginda nabi Muhammad SAW yang di dalamnya memuat keutamaan dan keberkahan pada bulan Ramadan.
Di antara keistimewaan bulan Ramadan ialah ;
💫diturunkannya Alquran pada bulan tersebut (Al-baqarah ; 185),
💫 Terbelenggunya setan, tertutupnya pintu menuju neraka, terbukanya Pintu surga.
💫 Senantiasa dikabulkannya doa-doa orang berpuasa.
💫 Dan banyak lagi dalil-dalil terkait keutamaan dan keberkahan pada bulan Ramadan.
🍃 Mengurai Makna Keutamaan & Keberkahan di Bulan Ramadhan dalam Karya Berjudul _Risalah Puasa_ .
Sebuah kata terungkap dalam karya Mbah Mahfud sidik terkait falsafah puasa, syahwat adalah kata terpilih sebagai sebuah pengantar bahwa, terkendalinya seseorang dalam kehidupan sehari-hari ialah bergantung pada terarahnya sikap dan sifat manusia sesuai dengan ranah penciptaan manusia.
Tugas sebagai khalifah, merupakan beban yang dimiliki umat manusia yang tak bisa lepas dari tanggung jawab mereka sebagai penduduk yang telah ditetapkan Allah untuk melestarikan kehidupan di dunia.
Bertaut kelindan atas mereka norma-norma yang telah ditetapkan Allah agar manusia yang secara falsafah bertugas sebagai khalifah di muka bumi betul-betul tereja wantahkan dengan baik. Para utusan diutus oleh sang maha kuasa untuk memberikan dan menyampaikan pesan-pesan dari Allah supaya mereka memiliki kemampuan menjadi sosok-sosok dalam melestarikan kehidupan di dunia.
Mbah Mahfud Shiddik, memberi pesan kepada kita agar senantiasa mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah kasus beliau mencontohkan, terkemuknya perang dunia 1 pada hakekatnya ialah akibat dari ketidakmampuan umat manusia mengatur ritme syahwat sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan Allah.
Ritme syahwat itulah yang kemudian menjadi bingkai kerusakan dengan kombinasi ragam konflik dan perpecahan yang berdampak pada terbunuhnya sesama umat manusia, rusaknya alam semesta.
Dalam bukunya risalah puasa, Mbah Mahfud dengan tegas menyatakan bahwa secara falsafi ditetapkannya kewajiban puasa, di antara tujuannya ialah untuk mengatur ritme syahwat umat manusia. Bergeraknya orang berpacu dalam berebut pada dasarnya sebagai dampak dari perebutan untuk memenuhi hasrat kebutuhan kehidupan mereka, semakin baik umat manusia dalam mengatur ritme syahwat di mana antar mereka tak saling berebut untuk kepentingan pribadi.
Oleh sebab itu terkuak sebuah klasifikasi hikmah puasa sebagai berikut ;
💫Puasa mengajarkan kepada umat manusia untuk dapat mengikat hasrat pemenuhan keseharian Karena Allah,
💫puasa juga mengajarkan kepada umat manusia untuk mengabdikan diri secara total kepada Allah,
💫Puasa mengajarkan bentuk kesabaran dan ketulusan atas apapun yang telah dan sedang dialami.
💫 Bahkan puasa mengajarkan kepada seluruh umat manusia untuk memiliki sifat peduli kepada siapapun dan apapun yang ada di sekitarnya.
🍃 Kesimp**an
Keutamaan dan keberkahan puasa akan diperoleh bagi siapapun yang mampu mengejawantahkan falsafah dari ajaran-ajaran dan makna tersembunyi dalam praktek kepuasan.
☘️_Wallahu A'lam_☘️