08/12/2017
Abdurahman Bin Auf Manusia Bertangan Emas (1)
Cerita inpiratif kali ini , yaitu tentang cerita sahabat nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf, beliau merupakan sahabat yang nabi yang kaya raya atau hartawan namun amat dermawan. kaya gimana kah cerita lika liku salah satu sahabat nabi ini, simak kisah kisah Abdurrahman bin Auf lengkap di bawah ini
Cerita Abdurrahman bin Auf, Manusia bertangan emas
Pada waktu jahiliah, namanya ialah Abdu Amr. Dia berasal dari Bani Zuhrah serta merupakan saudara sepupu Sa’ad bin Abi Waqqas. Dia juga mempunyai kaitan kerabat dengan Usman bin Affan, pasal istrinya ialah anak wanita dari Urwa binti Kariz (ibu Usman) dengan suami keduanya. Nama Abdu Amr baru diubah menjadi Abdurrahman bin Auf sehabis kesilamannya. Nama tersebut merupakan pemberian Rasulullah saw. yang menegaskan identitasnya sebagai seorang mukmin.
Abdurrahman bin Auf masuk lslam terhadap awal misi kerasulan, yaitu sebelum Rasulullah saw. melaksanakan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Keislamannya ini kira-kira dua hari sehabis Abu Bakar masuk lslam. Semenjak keislamannya sampai berp**ang menemui Tuhannya dalam usia 75 tahun, Abdurrahman bin Auf menjadi teladan yang cemerlang sebagai seorang mukmin yang mengagumkan. lnilah yang mengakibatkan Nabi saw. memasukkannya ke dalam sepuluh orang yang sudah dikasi kabar gembira sebagai ahli surga
Seperti halnya para sahabat lain yang pertama-tama masuk lslam, Abdurrahman bin Auf tak luput dari penyiksaan serta tekanan kaum kafir Quraisy. Namun, dia tetap sabar serta pendiriannya selalu teguh. Saat kaum kafir Quraisy menekan serta menyiksa kaum muslimin, dia adanya bersama Rasulullah serta para sahabat lain yang setia. walau penderitaan fisik menderanya, imannya tak tergoyahkan. Dia tetap memegang teguh akidah yang dia yakini kebenarannya serta setia mendampingi Rasulullah sebagai junjungannya
Ketika tekanan, siksaan, serta threat kaum kafir Quraisy pada kaum mukmin makin menaik serta Rasulullah saw. memerintahkan para sahabatnya buat berhijrah ke Habsyi (Ethiopia), Abdurrahman bin Auf diantaranya di barisan terdepan. DIa bersama sahabat yang merintis jalan hijrah ke Habsyi terhadap angkatan pertama, setelah itu kembali ke Mekas serta berangkat kembali ke Habsyi buat kedua kalinya
Saat turun perintah hijrah ke Madinah, serta Rasulullah memerintahkan para sahabatnya buat berhijrah, Abdurrahman bin Auf juga Berposisi di barisan terdepan dari kelompok Muhajirin. Dia bersemangat hijrah pasal terdorong buat menyelamatkan akidah lslamnya. Dia berhijrah dengan berbekal keimanan yang teguh kepada Allah serta kepercayaan yang kuat kepada Rasul-Nya. Sesampainya di Madinah, Perihal pertama yang dilaksanakan Rasulullah ialah mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Saat itu, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan seorang warga Madinah yang populer kaya serta pemurah. Nama sahabat Anshar itu Sa’ad bin Rabi’. Konglomerat Madinah yang dermawan itu sempat menawarinya harta serta istri, tapi Abdurrahman bin Auf menolak dengan halus
‘Aku memiliki banyak harta serta dua orang istri. Ambillah separo hartaku, serta pilihlah salah satu istriku yang menurutmu paling cantik. saya akan menceraikannya supaya kau bisa memperistrinya,” kata 5a’ad “Tidak, terima kasih. Tolong menunjukkan saja kepadaku di mana letak pasar di sini”. Jawab Abdurrahman
Abdurrahman jelas jelas seorang pengusaha. Bakat dasarnya ialah berdagang, serta itu telah dilakoninya dari ketika di Mekah. tersebutkan tidak terkejut jika dia cuma meminta Sa’ad tunjukkan kepadanya di mana pasar Madinah Berposisi. Dengan bahagia hati, Sa’ad pun tunjukkan pasar Madinah kepada Abdurrahman. disamping itu, Sa’ad juga memberitahukan hal-hal serius yang menurutnya bermanfaat sebagai bekal bagi Abdurrahman dalam memulai usahanya di Madinah
Begitulah, dari ketika Saad tunjukkan kepadanya pasar Madinah, Abdurrahman mulai berniaga. Dengan kecermatan serta keahliannya, dia mengelola perniagaannya, Maka, walau dia orang baru di lingkungan pasar itu’ bakat dagangnya yang luar biasa dengan cepat mengangkutnya menjadi seoranS pedagang sukses. Belum berapa lama dia berdaganS, terkumpullah uangnya sekadar cukup buat mahar menikah. Dia pun datang kepada Rasulullah memakai parfum yang wangi. Rasulullah menyambut kehadiran Abdurrahman seraya berkata. “Wah, alangkah wanginya kamu, Abdurrahman” “Saya hendak menikah, wahai Rasulullah” “Apa mahar yang akan kamu memberi kepada istrimu?” Tanya Rasulullah “Emas seberat biji kurma” “Adakan kenduri, meski cuma dengan menyembelih seekor kambing- Semoga
Allah memberkati pernikahanmu serta hartamu”. Sabda Rasulullah,
“Sejak itu dunia seakan datang kepadaku. Hidupku makmur serta bahagia, hingga seandainya saya angkat sesuatu batu, tersebutkan di bawahnya kudapati emas serta perak,” ungkap Abdurrahman
Memang begitulah kejadiannya. Abdurrahman senantiasa saja mendapati untung dalam berdagang. Barang apakah pun, bahkan yang kelihatannya tak begitu berharga, menjadi barang dagangan yang bernilai serta menghasilkan keuntungan begitu Berposisi di tangannya. Walhasil, dalam masa yang singkat, harta kekayaan Abdurrahman makin banyak serta berlimpah
Sebenarnya rahasia kesuksesan Abdurrahman tidaklah musykil. Yang menjadikan perniagaannya berhasil serta beroleh berkah ialah pasal dia senantiasa bermodal serta berdagang barang yang halal dan menghindarkan diri dari perbuatan yang haram, bahkan syubhat. disamping itu, yang memperbanyak keberkahan perniagaannya ialah pasal labanya tak dia gunakan buat memperkaya pribadinya sendiri. walau keuntungannya didapati dikarenakan berkah kepiawaiannya dalam berdagang, Abdurrahman tak pernah lupa membelanjakan beberapa hartanya di jalan Allah. disamping buat memperkokoh kaitan kekeluargaan dan membiayai sanak saudaranya, hartanya juga dipakai buat menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara lslam buat berjihad fi sabilillah Abdurrahman bin Auf juga diketahui sebagai orang yang berwatak dinamis. Apabila ia tak sedang salat di masjid serta tak sedang mengikuti peperangan bersama Nabi saw,. yang dia laksanakan ialah mengurus perniagaannya. Dia melewati segala kegiatannya itu dengan sepenuh hati, sehingga hasilnya tak pernah memilukan. tidak heran, kafilah-kafilahnya yang dipenuhi barang-barang muatan berbentuk gandum, tepung, minyak, pakaian, barang-barang pecah-belah, wangi-wangian, serta segala keperluan warga menjangkau hingga Mesir serta Syria. walau begitu, Abdurrahman tetaplah seorang ‘Abdurrahman”, hamba Allah yang Maha Pemurah. Dia jelas jelas seorang konglomerat yang kaya raya pasal kepiawaiannya dalam berdagang, tapi dia tak mengabaikan kewajibannya sebagai seorang hamba kepada Tuhannya. Bahkan kepeduliannya pada sesama benar-benar menegaskan kepemurahannya
Demikianlah Abdurrahman, kekayaannya yang berlimpah tak membuatnya lupa diri. Dia tidak pernah absen dalam tiap peperangan yang dipimpin Rasulullah, baik jiwa, raga, ataupun hartanya. Suatu hari, Rasulullah saw. berpidato membangkitkan semangat jihad serta pengorbanan kaum muslimin. Beliau berkata, “Bersedekahlah kalian, pasal aku akan mentransfer pasukan ke medan perang”
Mendengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas p**ang serta dengan cepat kembali ke hadapan Rasulullah “Ya, Rasulullah, aku memiliki uang empat ribu. Dua ribu aku pinjamkan kepada Allah, sisanya aku tinggalkan buat keluarga saya,” ucap Abdurrahman’
Cerita Abdurrahman bin Auf – lantas Rasulullah mendoakannya supaya dikasi keberkahan oleh Allah swt. Ketika Rasulullah saw. memerlukan banyak dana buat melawan tentara Romawi dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Saat itu, hitungan dana serta tentara yanS dibutuhkan tak sedikit, pasal hitungan tentara musuh amat banyak’ Di samping itu’ Madinah tengah merasakan musim panas. trip ke Tabuk yang jauh pun menjadi trip yang amat berat serta sulit. sedangkan itu dana yang tersedia cuma sedikit. Begitu p**a kendaraan tak mencukupi’ sampai-sampai banyak di antara kaum muslimin yang kecewa serta sedih pasal ditolak Rasulullah saw. Mereka tak diizinkan menjadi tentara yang akan turut berperang, Karena kendaraan buat mereka tak mencukupi. Mereka yang ditolak itu kembali p**ang dengan air mata bercucuran, pasal mereka juga tak memiliki apa-apa buat disumbangkan
Mereka yang tak diterima itu populer dengan sebutan Al-Bakb’ln (Orang-orang yang Menangis), sedangkan pasukan yang berangkat populer dengan sebutan Jaisyul ‘Usrah (Pasukan Susah). melawan pada waktu susah itu, Rasulullah mengimbau kaum muslimin yang berkecukupan supaya mengorbankan harta benda mereka buat jihad fi sabilillah’
Dengan patuh serta setia kaum muslimin memenuhi seruan tersebut. Abdurrahman bin Auf memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas’ menatap Perihal itu’ Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah saw,. “Agaknya Abdurrahman khilaf, wahai Rasulullah. Lihat saja, dia tak tidak membawa uang belanja sedikit pun buat keluarganya”
Maka, Rasulullah pun menanyakan kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja buat keluargamu?”
“Ada, ya Rasulullah. Mereka aku tinggali lebih banyak serta lebih baik alih alih yang aku sumbangkan”. jawab Abdurrahman’
“Berapa?” tanYa Rasulullah
“Sebanyak rezeki, kebaikan, serta upah yang dijanjikan Allah”. kata Abdurrahman mantap. Mendengar jawaban Abdurrahman, lagi-lagi Rasulullah mendoakan kebaikan untuknya
“Semoga Allah memberkatimu serta hartamu, Abdurrahman”. Demikian doa beliau
Setelah itu, pasukan muslimin berangkat ke Tabuk. Di dalamnya terkandung Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi saw. yang sudah merelakan pribadinya di garda depan perjuangan menegakkan agama Allah dan mengikhlaskan hartanya buat membiayai perjuangan yang jelas jelas memerlukan biaya sangat besar itu
Pada peperangan di Tabuk itu, Abdurrahman mendapati kemuliaan yang belum pernah didapati seorang pun dari kaum muslimin. Saat itu masa salat telah masuk, namun Rasulullah belum hadir. Maka, Abdurrahman diajukan oleh para sahabat menjadi imam buat memimpin salat berjamaah segenap kaum muslimin yang adanya. sehabis hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba. Beliau langsung mengikuti salat, bermakmum di belakang Abdurrahman. pembelajaran di Tabuk itu menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi Abdurrahman
Betapa tidak, dia menjadi imam bagi pemimpin umat serta pemimpin para nabi, yaitu Muhammad saw. Namun, Abdurrahman tak lalu menjadi sombong dengan kemuliaan itu. Dia tetap Abdurrahman layaknya diketahui sebelumnya: seorang konglomerat Madinah yang pemurah. tak kurang, bahkan lebih. Sekembalinya dari perang Tabuk, bisnis Abdurrahman makin maju. Harta kekayaannya yang hampir seluruhnya disumbangkan buat jihad fi sabilillah seakan-akan berebut kembali kepadanya. Rezeki yang diberikan oleh Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf pun menjadi orang terkaya di Madinah. Pernah suatu ketika, warga Madinah dibuat geger oleh kafilah dagangnya yang demikian banyak
Itulah cerita kisah Abdurrahman bin auf yang merupakan salah satu sahabat nabi muhammad yang kayar raya, semoga kita bisa meneladani sifat dermawannya. Aamin. kisah di atas masih adanya lanjutannya, silahkan baca cerita abdurrahman bin auf area kedua