Praktik baik

Praktik baik Sebagai pengajar banyak hal yang ingin dibagikan biar kita bisa maju bersama.

24/01/2026

50an dan Berani
Tips Hidup Bahagia dari Aku
Hai teman-teman aku ingin berbagi sedikit tentang hidup bahagia di usia 50 an
Kamu tahu, di usia 50 an, aku belajar bahwa hidup bahagia itu sederhana. Fokus pada hal positif, jaga kesehatan, dan nikmati waktu dengan orang-orang tercinta dan wakafkan waktu untuk orang banyak.

Jadi, apa yang membuat kamu bahagia? Bagikan di komentar yaaa

23/01/2026

Sabtu berolah raga.

28/12/2025

Panen sayur #

07/12/2025
07/12/2025
27/07/2025

Rata-rata manusia memiliki 60.000 pikiran per hari, dan lebih dari 80 persennya bersifat negatif atau berulang, menurut penelitian dari National Science Foundation. Ini artinya, jika isi pikiranmu kotor, berantakan, atau penuh sampah emosional, kamu sedang menjalani hidup dengan ruang dalam diri yang sempit.

Seseorang bisa terlihat produktif, ramah, dan sibuk di luar, tapi di dalamnya penuh kekesalan lama, kemarahan tak tersalurkan, penyesalan yang membatu, dan keraguan yang tidak kunjung reda. Layaknya kamar yang kelihatannya rapi, tapi penuh debu di bawah karpet, banyak dari kita menjalani hidup dengan hati dan pikiran yang tidak benar-benar bersih.

Kebersihan batin bukan urusan mistik. Ini soal kebugaran emosional yang bisa dilatih. Seperti halnya kamu mandi tiap hari, pikiran dan hati juga butuh disiram, disikat, dan dikeringkan dari hal-hal yang tak perlu tinggal terlalu lama di sana.

Michael Singer dalam The Untethered Soul menekankan pentingnya membiarkan pikiran dan perasaan lewat begitu saja tanpa harus diladeni. Sementara Susan David dalam Emotional Agility menyarankan kita untuk tidak bereaksi otomatis terhadap emosi, melainkan menyikapinya dengan fleksibilitas yang dewasa.

Apa saja bentuk latihan mental dan emosional sederhana yang bisa membersihkan batin?

1. Lihat pikiranmu, bukan jadi budaknya

Pikiran yang muncul tidak selalu benar. Singer mengibaratkan pikiran seperti penyiar radio yang cerewet: terus berbicara, tapi tidak selalu penting. Saat kamu belajar jadi pengamat pikiran alih-alih pengikutnya, kamu sudah menciptakan jarak emosional yang sehat.

2. Izinkan emosi hadir tanpa segera menilai

Susan David menyebut ini sebagai showing up. Banyak dari kita menolak rasa sedih, cemas, atau kecewa, karena dianggap “lemah” atau “tidak produktif”. Padahal, membersihkan batin bukan berarti menghilangkan emosi, tapi memberi ruang aman bagi emosi untuk hadir dan pergi dengan sendirinya.

3. Menulis untuk mengeluarkan, bukan menyensor

Journaling bukan tren semata. Dalam studi yang dipublikasikan oleh The Journal of Research in Personality, menulis ekspresif selama 20 menit per hari selama 3 hari berturut-turut membantu individu mengurangi gejala stres dan meningkatkan kejelasan berpikir. Dengan menulis, kamu mengeluarkan racun yang tidak bisa dibicarakan secara langsung.

4. Ucapkan: ini hanya pikiran, bukan fakta

Salah satu latihan dalam Emotional Agility adalah mengenali narasi otomatis di kepala kita dan memberi jarak dengan cara sederhana: menambahkan kalimat “Saya sedang berpikir bahwa…”. Ini mengubah “Aku gagal” menjadi “Saya sedang berpikir bahwa saya gagal”. Sekilas remeh, tapi secara neurologis, ini memindahkan pusat kendali dari sistem emosi ke sistem berpikir.

5. Sisihkan waktu untuk hening, bukan kabur

Banyak orang melarikan diri ke hiburan saat pikiran penuh. Tapi pelarian tidak pernah membersihkan, hanya menunda. Luangkan waktu lima sampai sepuluh menit sehari tanpa distraksi. Tidak harus meditasi formal, bisa dengan sekadar duduk diam tanpa ponsel. Hening adalah bentuk perawatan diri terdalam yang sering dilupakan.

6. Bereskan dendam yang tidak kamu sadari

Ada orang yang setiap pagi menyapa hari dengan wajah ramah, tapi di dalamnya menyimpan luka dari 10 tahun lalu. Pemaafan bukan urusan orang lain berubah, tapi soal kamu tidak mau lagi membawa beban yang bukan milikmu. Singer menyebut ini sebagai release of energy. Ketika kamu melepaskan, kamu membebaskan dirimu sendiri.

7. Perbanyak hadir daripada sibuk

Hati dan pikiran penuh bukan karena banyak kerjaan, tapi karena kita hadir di banyak tempat tanpa benar-benar hadir di satu pun. Membersihkan batin bisa dimulai dari tindakan sepele: makan tanpa gawai, mendengar teman bercerita tanpa menyela, atau menyelesaikan satu tugas tanpa multitasking. Kesadaran kecil, dampaknya luar biasa.

Bersih-bersih hati dan pikiran bukan tentang jadi sempurna atau selalu positif. Tapi tentang menciptakan ruang dalam diri, agar hidup tidak terus terasa sesak. Pembersihan ini bukan satu kali jadi, tapi kebiasaan yang bisa dilatih seperti kamu menyapu rumah sendiri.

Apa isi batin yang paling ingin kamu bersihkan hari ini?

Perjalan ku
01/07/2025

Perjalan ku

Address

Jalan Beringin Lasiana
Kupang
85228

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Praktik baik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category