01/02/2013
~NGUMBAH GAMAN~ Inilah warisan leluhur, yang
disebut pusaka,
pusaka adalah simbol wasiat,
petuah dan keluhuran
dapur pusaka sebagai strata
jabatan ricikan sebagai lambang filsafat
itu adalah pesan yang disebut
pusaka Pusaka adalah buku berisi
simbol ajaran
tidak kurang dan tidak lebih wis
ndang dicuci biar tidak
termakan karat.. Soal Yoni? hmmmm
pusaka yang hidup adalah
penyatuan
antara pemegang dan yang
dipegang Kenapa besi? Besi adalah rahmat yang
diturunkan dari langit
Dahsyat kekuatannya sesuai
janji ALLAH
Menegakkan keadilan di muka
bumi Bukan untuk membantai
Namun mengadili Nilai amanah
dalam besi
Nilai luhur tidak sekedar
diingat-ingat saja,
lebih utama dihayati dalam kehidupan sehari-hari
disimbolkan dalam bentuk warisan
pusaka sebagai
amanah orang tua.
Melalui nabi mulia menuturkan
sepenggal ayat tentang keistimewaan besi di
sisi Allah. "…Dan Kami turunkan besi
yang padanya terdapat
kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi
manusia ...." (Al Qur'an, 57:25) Besi diturunkan dari langit
melalui beragam keajaiban,
misalnya seperti bintang jatuh.
Besi adalah kiriman dari
bintang-bintang
yang meledak di ruang angkasa yang biasa disebut lintang
alihan (meteor-meteor)
secara bendawi sangatlah
nyata. Di dalamnya pun terdapat
kekuatan yang dahsyat
baik bentuk kerasnya maupun
unsur terkandung
Jadi apabila benar-benar bisa
nyrateni besi, maka akan mengeluarkan
kekuatan dahsyat tersebut.
Tetapi tidak sembarang orang
bisa
melakukan kecuali atas ijin
Allah Swt. Luar dalamnya besi sebagai
af’al Allah yang tanpa batas,
Allah memiliki sifat dhohir dan
bathin.
Sangat nyata apabila
dikehendakiNya pusaka-pusaka dari logam
langit ini
memiliki kekuatan yang
dahsyat.
Namun perlu diingat bahwa
benar-benar digunakan di jalan kebenaran dan
kebaikan,
sesuai tujuan diturunkannya
yakni menegakkan keadilan. Bahwa besi mengandung
amanah perjuangan Bahwa jaman
dahulu para nabi
menggunakan besi
sebagai kelengkapan
persenjataan, begitu p**a leluhur Jawa dalam
mempertahankan tanah air, keris
berperan penting sebagai
senjata.
Karena di Jawa senjata itu
yang lazim digunakan. Para Wali 9 pun menggunakan
Keris di pinggang,
Sultan Agung, Diponegoro
sampai Jendral Sudirman
juga identik dengan dengan
keris selain senapan mempertahankan tanah air
dari penjajah.
Menegakkan keadilan amar
makruf nahi mungkar. Keris
ditempa dengan cara
melipat-lipat diwasuh tahinya hingga liat
lalu dipijar,
didalamnya diselipi baja tua
dan pijar lagi. Tidak semua pandai
besi
mampu memijar aneka ramuan-ramuan logam
tersebut.
Karena suhu pemijaran sangat
panas, tentu pembuatan senjata
jenis
keris ini diperlukan laku tirakat dan
prihatin yang tinggi.
Sebelum menyentuh api maka
harus bersuci Terutama api di
dalam diri
dikuasai ~RAHAYU~
cak petir bugo