10/11/2021
*URUTAN PEMUPUKAN SAWIT*
1.DOLOMITE
Dolomit merupakan mineral yang mengandung kalsium serta Magnesium. Manfaat utama pupuk dolomit kelapa sawit ialah untuk meningkatkan pH tanah atau menetralkan kadar keasaman tanah. Hal ini penting karena akan membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungannya.
Pupuk dolomit dibuat menggunakan bahan baku Fosfor gipsun ammonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2). Pupuk ini berbentuk halus seperti tepung yang bersifat homogen dan berwarna putih kecoklatan.
Tips Menggunakan Pupuk Dolomit untuk Kelapa Sawit
Pupuk dolomit memang memiliki banyak manfaat,.Agar hasil dari pemberian pupuk menjadi optimal, ikuti tips menggunakan pupuk dolomit untuk kelapa sawit berikut ini :
Menaburkan pupuk dolomit secara merata ke area lahan sawit. Proses ini bisa dilakukan sebelum penanaman bibit tumbuhan. Kemudian diamkan area sekitar 2 atau3 minggu agar normal kembali sebelum penanaman bibit.
Taburkan dolomit secukupnya ke dalam lubang tanam kelapa sawit, lalu tutup dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Diamkan juga sekitar 2 atau 3 mingu agar normal kembali sebelum penanaman bibit.
Campurkan pupuk dolomit dengan pupuk ZA agar bisa menyediakan unsur hara dengan lengkap untuk kelapa sawit tanpa menurunkan keasaman tanah.
Manfaat Pupuk Dolomit
Sebagai jenis pupuk yang banyak mengandung unsur hara, pupuk dolomit juga memiliki berbagai manfaat lainnya, berikut manfaatnya :
1.Pupuk dolomit membantu tanah di sekitar tanaman sawit agar memiliki tingkah keasaman pH yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan tanaman sawit
2.Membantu tanaman sawit dalam memenuhi unsur haranya seperti kalsium (Ca) dan juga magnesium (Mg)
Mampu menetralisir tanah dan daerah disekitar tumbuhan dari kejenuhan atau kelebihan kandungan zat- zat yang dapat meracuni tanah dan tanaman. Kelebihan zat-zat ini akan memberikan dampak buruk bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit
3.Membantu mempercepat kelapa sawit dalam menyerap unsur hara yang terdapat di dalam tanah
4.Membuat kualitas struktur tanaman menjadi meningkat karena adanya unsur mikrobiologi dan kimiawi yang bekerja di tanah dengan baik. Hal ini membuat tanah di sekitar kelapa sawit menjadi lebih gembur dan memiliki sirkulasi yang lebih baik sehingga akar tanaman bisa menyerap air dan unsur hara dengan lebih baik
4.Membantu pembentukan klorofil atau warna hijau daun agar dau sawit menjadi berwarna hijau sempurna sehingga proses pembuatan makanan atau fotosintesis menjadi lebih optimal
Note: Ketika pH tanah masih asam di pupuk dengan pupuk sebagus apapun tidak akan di serap oleh tanah secara sempurna, di ibaratkan orang sakit di kasih makanan yang seenak apapun, gak akan mau makan dia, kalaupun mau makan jumlahnya sedikit. Sembuhin dulu sakitnya baru kasih makanan yang enak.
2.PUPUK YANG MENGANDUNG PHOSPATE SEPERTI (Rock Phospate, Tsp dan Sp 36 dll)
9 Fungsi dan Manfaat Pupuk TSP, SP36 dan SP18 untuk Tanaman Kelapa Sawit
1. Berperan dalam proses fotosintesis dan respirasi.
2. Penyusun asam nukleat.
3. Merangsang perkembangan akar tanaman kelapa sawit
4. Memperkuat akar dan batang kelapa sawit sehingga tidak mudah roboh.
5. Meningkatkan ketahanan tanaman kelapa sawit terhadap kekeringan.
6. Pembentukan biji dan penghasil buah kelapa sawit.
7. Meningkatkan bobot buah kelapa sawit.
8. Berperan dalam proses pemasakan buah kelapa sawit.
9. Mempercepat masa panen.
Kekurangan unsur phosphor menyebabkan daun tanaman berwarna keunguan dan tanaman tumbuh kerdil.
3.PUPUK YANG MENGANDUNG NITROGEN SEPERTI UREA 46%, ZA 23%, SS AMOFOS 16 %DLL
Unsur N (Nitrogen). Unsur hara N berfungsi sebagai penyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida serta klorofil. Pupuk nitrogen meningkatkan tinggi tanaman, panjang pelepah, lingkar batang, dan luas daun secara quadratik, lebih hijau, pertumbuhan tanaman secara keseluruhan menjadi lebih cepat serta meningkatkan kandungan protein pada hasil panen.
Gejala defisiensi N.
Pada tanaman di pembibitan yang masih muda sekali, daun menunjukkan warna hijau pucat. Warna pucat diikuti dengan warna kekuningan dan jaringan daun sangat kekurangan N sehingga menunjukkan gejala nekrosis. Pelepah daun yang sangat kekurangan N akan menghasilkan anak daun yang berwarna kuning. Tulang anak daun dan helaian anak daun mengecil serta bergulung ke dalam.
3.PUPUK YANG MENGANDUNG KALIUM 60% (KCL )
Pengertian pupuk KCL adalah salah satu penyubur tanah yang bersifat anorganik tunggal dengan konsentrasi tinggi. Yakni sekitaran 60 % K2O sebagai kalium klorida yang sangat cocok digunakan di berbagai tanaman yang toleran terhadap unsur Clorida serta digunakan pada tanah dengan kadar Clorida yang rendah.
Pupuk yang mengandung kalium harus dapat diterapkan di mana cadangan kalium tanah tidak memadai. Kalium bisa diterapkan sebagai pupuk langsung, atau sebagai bagian dari pupuk yang dicampur dengan senyawa nitrogen dan fosfor.
Berikut ini beberapa Manfaat Pupuk KCL untuk Tanaman, antara lain;
1. Meningkatkan hasil panen
Kandungan klorida dalam pupuk KCL bisa membantu meningkatkan hasil panen, yaitu dengan meningkatkan resistensi penyakit pada tanaman.
2. Meningkatkan kualitas
Salah satu fungsi unsur hara dalam kalium yang umumnya terkandung dalam pupuk KCL ialah untuk menghasilkan kualitas buah yang baik, seperti menjadikan buah lebih besar, lebih berat, dan lebih manis. Hal ini disebabkan kalium bisa membantu proses transfortasi glukosa di dalam tanah. Hal ini tentu saja dapat mengoptimalkan manfaat buah-buahan atau sayuran yang ditanam.
3. Memperkuat batang tanaman
Tanaman yang baik ialah tanaman yang memiliki batang yang kokoh dan kuat. Hal ini bisa menjadikannya bisa bertahan hidup lebih lama, dan tidak gampang ambruk atau rapuh sebelum bisa menghasilkan buah. Kandungan K2O dalam pupuk KCL bisa memberikan solusi untuk hal tersebut, ialah menjadikan tanaman lebih kuat dan terlihat kokoh.
4. Tanaman lebih tahan stress dan serangan hama penyakit
Hal tersebut akan dapat menjadikan tanaman lebih tahan terhadap resiko terjadinya stress serta kekeringan yang akhirnya dapat menyebabkan tanaman mati sebelum dapat menghasilkan buah. Kandungan kalium yang terdapat dalam manfaat pupuk KCL dapat mampu mencukupi kebutuhan tanaman untuk melindunginya terhadap gangguan hama serta penyakit-penyakit lain yang dapat menyerang tanaman. Sehingga nantinya tanaman bisa berpotensi menghasilkan panen yang lebih baik.
Pengaplikasian pupuk KCL akan sangat tepat pada saat tanaman telah mulai memasuki masa berbunga. Hal ini akan bisa membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji ataupun buah pada tanaman. Sehingga bisa menghasilkan biji atau buah yang sempurna, serta bisa mengurangi resiko kerusakan saat hasil panen tersebut diangkut ataupun pada masa penyimpanan.
4.Borate
Borat adalah unsur mikro yang di butuhkan tanaman tapi dengan jumlah sedikit
Beberapa kegunaan borax untuk tanaman antara lain :
1.Meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman serta produktivitasnya.
2.Memaksimalkan populasi dan aktivitas mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
3.Menjaga kondisi tanah, air permukaan, dan air tanah dari kontaminasi zat-zat berbahaya.
4.Menyediakan unsur boron yang dibutuhkan oleh tanaman. Borax mengandung B2O3 sekitar 47%. Setiap tanaman membutuhkan boron dalam jumlah yang cukup agar bisa menumbuhkan bunga, melakukan penyerbukan, dan menghasilkan buah.
Berikut ini dosis anjuran pemupukan memakai borax pada beberapa tanaman!
Kelapa sawit : 10-15 kg/ha
Palawija : 5-8 kg/ha
Tomat : 8-10 kg/ha
Jagung : 4-6 kg/ha
Kapas : 8-10 kg/ha
Padi : 5-8 kg/ha
Tembakau : 4-5 kg/ha
Kakao : 10-15 kg/ha
Cabai : 8-10 kg/ha
Kacangan : 5-8 kg/ha
Tanaman bunga : 5-8 kg/ha
Tanaman sayuran : 1-5 kg/ha
Tanaman buah : 5-8 kg/ha
Unsur boron yang terkandung di dalam boron sangat diperlukan oleh tanaman untuk mendukung kehidupannya. Tanaman yang kekurangan boron akan menjadi tidak normal. Batangnya kaku, daunnya menguning dan mengeriting, buah dan umbinya membusuk, serta kondisinya rapuh. Bahkan pada kondisi yang sangat parah, tanaman akan gagal dalam menghasilkan buah. Selain itu, pertumbuhan pucuk tanaman dan ujung akar pun akan terhambat.
6.Pupuk yang mengandung Unsur Tembaga (Cu)
Lahan gambut merupakan sebuah alternatif lahan yang bisa di gunakan untuk budidaya sawit, namun memiliki kekurangan salah satu unsur mikro yaitu CU atau tembaga. Kekurangan Cu bisa berakibat fatal pada budidaya kelapa sawit.
Pengunaan Cu cukup 15-25gram/batang.
Semoga bermanfaat ๐
Yang beda pendapat silahkan di skip.