27/10/2024
Kisah Segelas Susu
Suatu hari, seorang anak laki-laki miskin berusaha membayar biaya kuliahnya dengan berjualan tisu dan barang-barang kecil dari pintu ke pintu. Ketika menyadari bahwa di sakunya hanya tersisa beberapa sen, dan rasa lapar semakin mendera, ia memutuskan untuk meminta sesuatu untuk dimakan di rumah berikutnya.
Namun, ketika pintu dibuka, ia terkejut melihat seorang gadis kecil dengan mata hijau yang cantik. Anak laki-laki itu hampir kehilangan keberaniannya untuk meminta makanan, dan akhirnya ia hanya berani berkata, “Bisakah aku mendapatkan segelas susu?”
Gadis kecil itu, yang menyadari betapa laparnya anak tersebut, membawakan segelas besar susu untuknya. Anak laki-laki itu meminumnya dengan penuh syukur. Ia bertanya, “Berapa aku harus membayar untuk segelas susu ini?”
Gadis itu menjawab dengan lembut, “Kamu tidak perlu membayar apa pun. Ibuku bilang, kita tidak perlu membayar untuk kebaikan hati.”
Mendengar itu, anak laki-laki tersebut berkata, “Kalau begitu, aku berterima kasih sepenuh hati.”
Saat ia pergi meninggalkan rumah itu, tubuhnya terasa segar kembali, namun lebih dari itu, kepercayaan dirinya kepada Tuhan dan kebaikan manusia kembali menguat. Ia yang tadinya hampir menyerah dan berpikir untuk berhenti kuliah, sekarang merasa semangatnya untuk terus berjuang telah kembali.
Bertahun-tahun kemudian, gadis kecil itu tumbuh dewasa, namun ia jatuh sakit parah. Dokter-dokter setempat bingung menangani penyakit langka yang dideritanya. Akhirnya, mereka mengirimnya ke rumah sakit besar di kota, tempat para spesialis yang mungkin bisa menolongnya.
Salah satu dokter spesialis yang sangat terkenal di sana adalah Dr. Howard Kelly. Ketika ia mendengar nama kota asal pasien itu, pikirannya teringat pada sesuatu. Segera ia pergi ke kamar pasien dan mengenalinya langsung dari mata hijaunya. Ia tak ragu untuk mencurahkan seluruh tenaga dan keahliannya demi menyelamatkan wanita itu.
Setelah perjuangan panjang, akhirnya Dr. Kelly berhasil memenangkan pertempuran melawan penyakit itu. Saat tiba waktunya pembayaran, Dr. Kelly meminta rincian tagihan pasien tersebut. Dengan pena di tangannya, ia menulis sesuatu di pojok tagihan itu.
Ketika wanita itu menerima tagihannya, ia ragu untuk membukanya, yakin bahwa tagihan itu akan sangat besar dan ia akan kesulitan membayarnya seumur hidup. Namun, ketika ia melihatnya, matanya tertuju pada tulisan tangan di sudut tagihan tersebut.
Di sana tertulis:
“Lunas dengan segelas susu.” Tanda tangan:
Dr. Howard Kelly.
Seperti tertulis dalam Alkitab : "Barang siapa memberi bahkan segelas air dingin kepada salah seorang kecil ini karena ia murid-Ku, ia tidak akan kehilangan upahnya" (Mat. 10:42).