26/05/2025
Pujilah Anak, Tapi Biarlah Spesifik
Aku baru belajar teknik pujian yang menarik. Ketika saya belajar, baru saya mengerti mengapa pujian harus seperti itu.
Saya pikir semua orang tua harus tahu tentang teknik ini. Numpang share semoga bermanfaat
Kadang-kadang kita memuji anak-anak seperti ini:
"Anak mama cantik. "
"Anak ayah imut. "
"Yusuf akan melakukan itu. "
Bagus, itu sudah A. Tetapi kami mencoba meningkatkan ke A+, meningkatkan efek pujian lebih banyak lagi dengan membuatnya lebih spesifik.
Mengapa? Karena ketika kita spesifik, anak tahu apa yang sebenarnya baik, dan ia akan lebih cenderung mengulangi perilakunya.
Ulangi. Pengen bikin lagi.
Saya berbagi contoh sederhana memuji anak secara lebih spesifik.
1. Penampilan
"Cantiknya anak mama pake jilbab. Wajah terus terlihat bersinar! "
2. Kebersihan diri
"Gemesnya ketika si kecil sudah sikat gigi, senyumnya pun kelihatan bersih! "
3. Tanggung Jawab
"Mama terkesan abang yusuf bangun pagi tadi. Kakak bangun dulu, adik2 ikut semangat, semua lanjut mandi pagi. "
4. Bantu beresin rumah
"Pandai nya yunus menata sepatu setelah pulang sekolah. Mama s**a melihat rumah bersih seperti ini. "
5. Mencoba mengerjakan PR
“Ayah melihat Yumna bekerja keras untuk menyelesaikan tugas sekolah lebih awal. Ayah sangat bangga melihat Yumna sangat fokus! "
Mudah kan? Sebut saja apa yang kita puji. Khusus!
Ini adalah tips tambahan yang paling penting untuk membantu komunikasi sehat kita dengan anak-anak;
Gunakan kata-kata seperti,
"Mama kalah... "",
"Ayah takjub... "",
"Ibu yang bangga... "
Saat kita memuji, hubungkanlah dengan perasaan kita, agar anak merasa lebih dihargai dan terhubung dengan emosi.
Pujian spesifik = Anak merasa dicintai + Mendapatkan 'petunjuk' apa yang dia lakukan dengan benar
Kita bukan memuji hanya untuk membahagiakan anak kita, tapi karena kita ingin membantunya mengetahui kekuatannya sendiri.
Mari kita praktekkan.
Kredit: FB Dr Yuliana Ayob