08/05/2026
Di tepi air yang tenang,
perlahan rumah sujud itu tumbuh…
bukan sekadar bangunan dari semen dan batu,
tetapi tempat di mana hati-hati yang lelah akan pulang kepada Rabb-nya.
Masjid Jami’ An-Nur Jannah Al-Kareem
berdiri seperti doa yang dijelmakan.
Tiangnya ditegakkan dengan ikhtiar,
namun ruhnya dibangun oleh ketakwaan.
Sebab masjid bukan hanya tentang kubah yang menjulang,
melainkan tentang manusia yang ingin lebih dekat dengan langit.
Tentang air mata taubat di sepertiga malam.
Tentang dzikir yang membuat dada kembali lapang.
Tentang cinta…
yang tidak gaduh di lisan,
tetapi hidup di sajadah-sajadah panjang.
Dan lihatlah…
bahkan semesta seakan ikut menikmatinya.
Langit menunduk dengan awan-awan teduhnya.
Air memantulkan bayangnya seperti cermin keagungan.
Angin membawa tasbih yang tak terdengar,
namun terasa sampai ke hati.
Maa Syaa Allah…
indahnya bukan hanya terlihat oleh mata,
tetapi juga disentuh oleh jiwa.
Semoga setiap langkah pembangunan ini
menjadi amal jariyah yang terus mengalir,
menjadi cahaya bagi siapa pun yang ikut mendoakan, membantu, dan menghadirkannya.
Dan kelak…
di kawasan yang bukan hanya membangun rumah,
tetapi juga membangun iman ini,
akan lahir generasi yang tumbuh dekat dengan masjid, dekat dengan adab, dan dekat dengan Allah.
Cendrawasih Residence
tempat di mana hunian dan ketenangan jiwa berjalan beriringan.