29/08/2020
Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS az-Zumar: 53- 54).
REPUBLIKA.CO.ID, Dalam dua ayat Alquran ini, Allah memberikan jaminan kepa da seluruh umatnya untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat- Nya. Ayat ini membawa kabar gem bira bahwa Allah akan me ngampuni setiap dosa hamba- Nya baik yang besar maupun ke cil. Asalkan ia mau bertobat dan kembali kepada-Nya.
Ustaz Banu Muhammad, pengisi kajian di Masjid Universitas Indonesia (UI) Depok, mencontohkan sebuah kisah sahabat Nabi, yaitu Abu Mihjan. Seorang jagoan di medan perang, tetapi memiliki kecanduan untuk meminum khamar. Di beberapa riwayat bahkan men ce ritakan Abu Mihjan ini lebih dari empat kali terkena hukuman cam buk 40 jilid akibat kecanduannya ini.
Berulang kali ia ingin berhenti dan bertobat, tetapi berkali-kali ia terjerumus dalam masalah yang sama. Hingga akhirnya pada suatu waktu pecahlah Perang Qaadisiyyah, sementara ia dalam kondisi mabuk dan masih belum sadar sepenuhnya. Singkat cerita, Abu Mihjan tetap dibawa oleh pang lima perang saat itu, Sa'd Maalik Abi Waqqaash radhiyallahu 'anhu, ke medan perang da lam keadaan terikat.
Setelahnya, karena merasa menyesal akibat kebiasaannya meminum khamar dan mendapati ada perang hebat saat ia tidak sepenuhnya sadar, Abu Mihjan pun bertaubat. Dia menghentikan kebiasaannya minum khamar selama-lamanya.
"Dari kisah ini, yang bisa di petik adalah selevel sahabat Nabi pun, tidak mudah untuk keluar dari kebiasaan buruk. Tidak mudah menghentikan kebiasaan itu, namun kita juga jangan ber pu tus asa untuk bertobat dan me mohon ridha Allah SWT. Allah akan menyediakan pintu bagi orang-orang yang istiqamah," ujar Ustaz Banu kepada para jamaah.