27/05/2026
“YANG DISAMBELIH BUKAN HEWANNYA… TAPI KETERIKATAN KITA PADA DUNIA”
Takbir berkumandang.
Pisau diasah.
Hewan-hewan qurban mulai dibaringkan.
Namun sesungguhnya…
Idul Adha bukan hanya tentang darah yang mengalir di atas tanah.
Ia adalah tentang hati manusia yang sedang diuji, masihkah ia lebih mencintai dunia daripada Allah?
Allah ﷻ berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Lihatlah Ibrahim ‘alaihissalam.
Seorang ayah tua yang menunggu puluhan tahun untuk hadirnya seorang anak.
Ketika Ismail hadir, cintanya tumbuh begitu dalam.
Namun justru pada titik itu, Allah menguji
“Mana yang lebih besar di hatimu?
Aku… atau apa yang Aku titipkan kepadamu?”
Dan Ibrahim memilih taat.
Di situlah qurban menemukan makna terdalamnya, bukan sekadar menyembelih hewan, tapi menyembelih ego, hawa nafsu, dan keterikatan pada dunia.
Lihat p**a Hajar.
Seorang ibu yang ditinggalkan di padang tandus bersama bayi kecilnya.
Air habis. Langit sunyi. Padang yang gersang.
Tetapi ia tidak menyerah.
Ia berlari dari Shafa ke Marwa.
Hingga Tujuh kali.
Karena tawakal bukan berarti diam tanpa gerak.
Tawakal adalah hati yang yakin kepada Allah sambil kaki terus melangkah.
Hari ini…
padang ujian itu masih ada.
Sebagian diuji dengan sempitnya ekonomi.
Sebagian diuji dengan jabatan.
Sebagian lagi diuji dengan kenyamanan dunia yang perlahan menjauhkan dirinya dari Allah.
Qurban mengajarkan kita satu hal
jangan terlalu melekat pada dunia yang sementara.
Sebab apa pun yang kita cintai melebihi Allah, suatu hari bisa berubah menjadi ujian yang paling menyakitkan.
Maka Idul Adha bukan hanya momentum menyembelih kambing dan sapi.
Ia adalah panggilan untuk menempuh jalan Ibrahim
melepas yang fana…
demi meraih yang abadi.
Jika tulisan ini mengetuk hati Anda, sebarkan.
Karena mungkin ada hati yang mulai terlalu mencintai dunia… lalu lupa jalan p**ang menuju Allah.