31/07/2022
Para orang tua sering dihadapkan pada masalah klasik, yakni ketika anak-anak belum bisa mandiri. Bagi sebagian orang tua, ini wajar saja sebab tugas orang tua adalah memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan anak. Namun, perlu diingat, melayani bukan berarti memanjakan dan membiarkan anak terus-menerus tergantung kepada orang lain.
-
Agar Anak Menjadi Lebih Mandiri
https://muslimahnews.net/2022/07/30/9466/
-
Penulis: Naila Zayyan
Muslimah News, PENDIDIKAN ANAK — Para orang tua sering dihadapkan pada masalah klasik, yakni ketika anak-anak belum bisa mengurus kebutuhannya sendiri. Mungkin bagi sebagian orang tua, hal ini wajar sebab tugas orang tua adalah memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan anak-anak mereka. Namun, perlu diingat, melayani anak bukan berarti memanjakan dan membiarkan mereka terus-menerus tergantung kepada orang lain.
Untuk sekadar mengurusi kebutuhannya, misalnya, anak usia balita yang tangannya sudah dapat menjangkau bagian belakang tubuhnya, berarti seharusnya sudah bisa membersihkan diri sendiri setelah BAB/BAK. Untuk ini, kita perlu melatih mereka untuk melakukannya secara mandiri sehingga tidak terus-terusan meminta bantuan.
Contoh lain, kemandirian saat makan. Ketika kita melihat anak-anak sebenarnya sudah bisa makan sendiri tanpa harus disuapi, kita perlu melatih mereka sedini mungkin agar mereka mandiri sepenuhnya.
Rutinitas lain adalah saat mandi, memakai baju, membuat minuman, merapikan mainan, mengembalikan sepatu, aktivitas pulang sekolah, meletakkan tas atau baju kotor ke tempat yang seharusnya, dan seterusnya.
Semua kebiasaan kecil ini perlu kita latih pada diri anak agar ketika dewasa mereka menjadi pribadi yang mandiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.
-
Manfaat yang Sepadan
-
Persiapan sejak dini memang butuh kerja keras dan tantangannya mungkin cukup banyak, tetapi manfaatnya juga sepadan. Anak perempuan yang mandiri akan membantunya menjadi calon ibu yang kuat bagi keluarganya kelak. Sedangkan anak laki-laki yang mandiri dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab bagi keluarganya.
Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk melatih kemandirian anak.
Pertama, awali dengan keterampilan mengurus diri sendiri. Misalnya, mengambil makanan, makan sendiri tanpa disuapi, mengambil minum, cuci BAK/BAB, menyiapkan peralatan sekolahnya, dan seterusnya.
Kedua, berikan waktu untuk bermain bebas sekadar melepaskan penat dari rutinitas agar pikiran mereka bisa sejenak beristirahat dan rileks kembali.
Ketiga, biarkan mereka membantu tugas rumah, seperti menyapu, menyirami tanaman, membuang sampah, dan sebagainya. Hal ini untuk melatih anak-anak agar merasakan sendiri pekerjaan rumah tangga yang sebenarnya tidak sulit dan tidak berat, tetapi memerlukan tanggung jawab hingga pekerjaannya selesai.
Keempat, berikan kesempatan kepada anak untuk mengurus waktu sendiri dalam urusan sekolah dan bermain. Ini bertujuan melatih manajemen waktu mereka dan agar bisa bertanggung jawab dalam hal waktu.
Kelima, memberikan kesempatan untuk menentukan cita-cita mereka sendiri. Pahamkan mereka mengenai tanggung jawab dan konsekuensi dari setiap pilihan hidup. Bahwa setiap pilihan itu memiliki risiko dan tanggung jawab masing-masing. Ada risiko jika tidak sesuai keinginan dan ada tanggung jawab untuk mengupayakan dengan sungguh-sungguh agar cita-cita tersebut tercapai.
Keenam, ingatkan anak bahwa kita sebagai orang tua tidak akan selamanya bersama mereka. Saat dewasa nanti, anak-anak akan menjalani takdirnya masing-masing, entah berjodoh dengan siapa, bekerja di mana, dan seterusnya. Allah menetapkan qada atas hidup mereka.
Kelak, mereka akan menjadi orang dewasa yang berkeluarga dan memiliki anak. Oleh karenanya, gambarkan hal ini kepada anak bahwa suatu saat mereka akan memiliki tanggung jawab besar atas hidupnya sendiri, menjadi manusia mandiri, dan kita sebagai orang tua tidak bisa mendampingi mereka selamanya. Anak-anak kita harus menjadi manusia mandiri yang tidak selalu bergantung kepada orang lain.
Ketujuh, ingatkan bahwa setelah kehidupan dunia ini ada kehidupan akhirat yang panjang. Akhirat adalah alam kehidupan manusia yang sebenarnya. Di akhirat, nanti manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh nikmat dan kesempatan hidup yang Allah Swt. berikan selama di dunia.
-
Khatimah
-
Jika manusia beriman kepada Allah, taat kepada-Nya, niscaya mereka akan mendapatkan balasan berupa pahala dan surga. Begitu pun sebaliknya, jika manusia ingkar kepada Allah dan durhaka kepada-Nya, balasannya adalah dosa dan neraka. Konsekuensi iman inilah yang harus dimiliki anak-anak kita supaya mereka menjadi mandiri dan bertanggung jawab atas hidupnya. Insyaallah. [MNews/Gz]