23/11/2025
KRONOLOGIS SINGKAT:
Mahasiswa Kota Studi Manokwari telah mengantar jenazah almarhum saudari Onalince Bunai, mahasiswa asal Paniai yang menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari. Almarhum meninggal dunia pada hari Kamis, pukul 23.00 WIT di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat.
Pada pukul 01.00 dini hari, para mahasiswa membawa jenazah ke Asrama Paniai. Kemudian, pada hari Jumat, mulai dari pagi, siang, sore hingga malam, mahasiswa terus berkomunikasi dengan pihak keluarga dan Pemerintah Daerah (Pemda) Paniai untuk memohon dukungan pemulangan jenazah. Namun hingga malam hari tidak ada tanggapan dari Pemda Paniai.
Karena kondisi mendesak, pada hari Sabtu, mahasiswa mengambil inisiatif untuk memulangkan jenazah menggunakan kapal barang (Kapal Napan) yang berangkat pukul 16.00 WIT rute ManokwariโWasior. Perjalanan ditempuh satu malam di atas laut, dilanjutkan total tiga hari tiga malam hingga tiba di Wasior pada pagi hari.
Setibanya di Wasior, mahasiswa kembali berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan keluarga menyampaikan kesiapan untuk menjemput lewat jalur darat WasiorโNabire menggunakan mobil, hingga akhirnya jenazah tiba di Nabire dan kemudian dibawa pulang ke Paniai.
PENYAMPAIAN UNTUK PEMDA PANIAI
Perlu kami sampaikan kepada Pemda Paniai bahwa:
Mahasiswa/i yang berada di Kota Studi Manokwari adalah anak-anak Paniai yang sedang menimba ilmu. Apabila ada mahasiswa yang dipanggil oleh Sang Pencipta, maka Pemda Paniai sudah seharusnya hadir, bertanggung jawab, dan mendampingi proses pemulangan jenazah ke keluarga, sebab mereka adalah mahasiswa Paniai, bukan masyarakat umum yang sedang berada di kampung halaman.
Hal seperti ini mestinya menjadi perhatian serius.
Pemda Paniai dapat melihat contoh baik dari Pemda Dogiyai, yang selalu sigap memulangkan mahasiswa mereka kepada orang tuanya ketika terjadi musibah.
Pertanyaannya:
Mengapa hal yang sama tidak dapat dilakukan oleh Pemda Paniai?
Ini bukan soal menyinggung atau menyalahkan pihak manapun.
Ini tentang kesedihan yang ditinggalkan, tentang luka mendalam orang tua yang tidak akan sembuh sepanjang hidup mereka.
UNTUK SAHABAT ONALINCE BUNAI
Sahabat Onalince Bunai, selamat jalan.
Perjalananmu melintasi lautan untuk terakhir kalinya,
dari Manokwari, Wasior, Nabire, hingga kembali ke pangkuan orang tuamu di Paniai.
Terima kasih kepada semua mama-mama pendoa dan semua pihak yang telah membantu.
TYM ๐
Halo Pemerintah kabupaten paniai
Halo pemerintah kabupaten Paniai
Halo pemerintah kabupaten Paniai buka mata