22/08/2016
GILA!! NYESEL SAYA BELI PERUM SYARIAH!!
*Ini cerita konsumen Perumahan Syariah Property di kota lain
Beberapa bulan terakhir saya keliling mencari rumah impian untuk hadiah Istri tercinta. Berkeliling Kota Bekasi, mencari perumahan yang pas untuk masa depan bersama. Namun hampir setiap perumahan yang saya temui alhamdulillaah cocok, dp ringan, cicilan murah, oke banget lah pokoknya.
Saya pilih lah perumahan ######, lanjut booking fee, pas hendak di proses pengajuan kpr ditolak karena BI Checking medeteksi ada masalah dengan akun saya yang digunakan kawan untuk kredit mobil. Dan Batal akhirnya, BF melayang seketika. :cry:
Lanjut lagi, ke perumahan selanjutnya. Sudah BF, bahkan masuk DP cash. Akad di awal pertengahan tahun ini (2016) serah terima, sudah lewat beberapa bulan ternyata lahan masih semak belukar tanpa bentuk yg sedikit menyejukan mata. Kami husnudzon, kesabaran kami diuji. Sampai akhirnya menemukan fakta, lahan bersengketa. Batal, BF hangus, DP apa kabar, yg dijanjikan akan diangsur pengembaliannya. :cry:
Saya berpikir keras, apa yang salah?
Kenapa selalu gagal cari rumah. Karena rasanya sudah terlalu lama tinggal di kontrakan dan pondok mertua indah.
Tidak berhenti perjuangan mencari rumah, saya berhenti keliling yang banyak membuang waktu dan bensin, hehehee. Saya dapat Info dari kawan ada perumahan syariah yang infonya tanpa bank, tanpa bi checking, tanpa denda, dsb. Alhamdulillaah ketemu lah dengan akun Perumahan Syariah Property. Terdapat banyak list perumahan, saya cari wilayah yg terjangkau dan saya minati.
Setelah mendapatkan Info detail dan valid. Saya dan Istri pun langsung menuju lokasi yang di infokan, alhamdulillah pas dan tidak kesasar. :joy:
Belajar dari pengalaman sebelumnya, tak ingin kami mengulangi kesalahan yang sama. Saat itu p**a kami datangi kantor developer. Terjadilah percakapan sebagai berikut :
Saya : Assalamu'alaikum pak.
Developer : Waalaikumsalam, selamat datang di kantor kami. ada yg bisa kami bantu?
Saya : Kebetulan kami sedang cari rumah pak, alhamdulillah sya sudah survey lokasinya. Ini kira-kira pembangunan brp lama ya pak?
Developer : Baik, bagus jika bapak dan istri sudah cocok dgn lokasinya. Kami pembangunan hanya 6 bulan maksimal. Jika tak ada kendala, Insya Allah bisa dipercepat selesai di bulan ke empat.
Saya : Wah cepat sekali, ini DPnya harus cash atau bisa diangsur? Besar jg ya perum syariah DPnya.
Developer : Jika bapak berminat, DP bisa 6bulan. Besar karena bentuk komitmen konsumen pak, dan komitmen kami segera dibangun unit bapak.
Saya berdiskusi dengan Istri, membicarakan perihal DP dan cicilan yg ternyata wow. Walupun sebenarnya bukan masalah besar buat saya dan Istri. Saya pun menjelaskan terkait problem pencarian rumah sebelumnya. Ternyata ....
Saya : Baik pak, kalo bgtu DP saya angsur 2 bulan. Besok saya kembali lagi untuk bawa bukti Transfer DP 1 nya.
Developer : Sebentar, sebentar. Kok main dp dp aja ini. (sembari tertawa)
Saya : Saya merasa cocok dengan skema yang bapak jelaskan. Jd saya putuskan, OK.
Developer : Begini pak, jika bapak berminat. Silahkan lock unit dengan booking fee, itu tahapan awal. Selanjutnya bapak serahkan data kelengkapan yang mendukung diterimanya pengajuan kpr bapak. Setelah kami terima, kita akad. Baru bapak bisa bayar DP.
Saya : Wah, kok beda ya sama kebanyakan perumahan konvensional? DP dulu baru akad. :grimacing:
Developer : Dalam akad itu ada hak dan kewajiban yg perlu kita sepakati pak. Hak dan kewajiban bapak sebagai konsumen serta kami sebagai developer. Jadi meminimalisir tidak ada pihak yang dirugikan dalam jual/beli rumah ini. Kalo DP bapak dibawa kabur developer, sedangkan tidak ada perjanjian tertulis, bagaimana? Bapak tidak akan bisa menuntut developer. Sebaliknya jika kami bermasalah, bapak memiliki bukti untuk membawa masalah ini ke jalur hukum.
Saya : ......
Baik pak, tolong unit ini di lock. Sy transfer booking fee nya sekarang.
Masya Allaah, menurut saya benar-benar Gila. dan saya sangat sangat menyesal kenapa Properti Syariah semacam ini tidak ada sejak dulu. Saya menyesal, tidak segera melirik karena te
rgiur dengan skema konvesional yang kebanyakan menjerat konsumennya. Jika tidak tertipu, ya terjerat riba.
Alhamdulillaah,
Terima Kasih Perumahan Syariah Property
*Hasil diskusi panjang salah satu agen perumahan syariah (arbi) dengan konsumennya