02/08/2014
Fakta–Fakta Keajaiban Sholat Lima Waktu
>
Barang kali akhi ukhti sudah pernah mendengar
maupun membaca artikel tentang ini
sebelumnya, sebagaimana di search engine juga
terdapat banyak yang membahas tentang
tulisan ini. Namun demikian, tentu masih
banyak di antara akhi lagi ukhti sekalian yang
belum mengetahui. Karenanya, marilah
mencermati tulisan ini dengan seksama..
ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻛِﺘَﺎﺏ ﻣَّﻮْﻗُﻮﺗﺎ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﺇِﻥَّ
“Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah
kewajiban yang tertentu (telah ditetapkan)
waktunya.” (QS. An-Nisa:103).
Subuh Sebagai Terapi Paru-paru
Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak
terbit fajar sampai hampir terbit matahari.
Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk
proses terapi sistem pernapasan dan paru-
paru, karena pada pagi hari udara masih
bersih, oksigen masih segar.
Dari paru-paru, darah mengambil “bahan
bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya
keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi
yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar
kembali dan otak menjadi jernih.
Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga
mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada
waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari
sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses
detoksin (pembuangan zat racun) di bagian
paru-paru..
Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu
ini, penderita batuk akan mengalami batuk
hebat. Ini karena proses pembersihan
(detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.
Paru-paru dan usus besar merupakan organ
yang saling berpasangan. Usus besar
merupakan pengatur panas dalam perut.
Jantung termasuk organ yang memiliki sifat
panas. Apabila jantung memiliki sifat panas
yang berlebihan, dengan pernapasan yang
dilakukan pada saat udara benar-benar bersih,
kita dapat mengarahkan panas jantung ke
paru-paru dan dengan demikian mendinginkan
panas dalam perut.
Dzuhur Sebagai Terapi Jantung dan Usus Kecil
Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya
matahari dari tengah-tengah langit hingga
saat bayangan benda sama panjang dengan
benda tersebut.
Jantung merupakan organ yang biasa
dihubungkan dengan proses mental. Beberapa
bentuk tekanan emosional seperti pusing,
berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran
vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari
penyakit jantung. Kemunduran chi jantung
ditandai dengan kelemahan secara umum,
seperti bicara terengah-engah, pernapasan
yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.
Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai
dengan kaidah ilmu kesehatan China yang
berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi,
waktu yang tepat untuk melakukan terapi
organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00.
Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak
kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang.
Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk
relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air
wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa
menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini
mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi
jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-
pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu
mengalir untuk membawa sari-sari makanan
yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya.
Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang
sumpek akan tersegarkan kembali dan siap
melanjutkan aktivitas.
Ashar Sebagai Terapi Kandung Kemih
Waktu ashar adalah setelah habus waktu zuhur
hingga terbenam matahari. Dalam ilmu
kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00
merupakan waktu yang tepat untuk melakukan
terapi kandung kemih karena pada saat itu
mulai terjadi kesesuaian secara perlahan
antara hawa tubuh manusia dan hawa di
sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang
panas menuju dingin.
Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah
cairan tubuh menjadi air kencing dan
mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi
tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan
kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme
terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan
terjadi penumpukan cairan yang tidak
bermanfaat dan mengandung racun sehingga
mempengaruhi kerja organ-organ internal
lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan
tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan
menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang
tinggi, yang akhirnya mempengaruhi p**a kerja
ginjal.
Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk
meningkatkan daya kerja kandung kemih
sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang
diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang
berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.
Maghrib Sebagai Terapi Ginjal
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu
sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya
mega merah di sebelah barat.
Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang
berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol
tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung
jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan,
perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan
kedua organ internal ini tercermin pada kondisi
rambut kepala. Mereka memainkan peran yang
sangat penting dalam metabolisme air dan
mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga
keseimbangan panas dan dingin yang sangat
fundamental bagi tubuh.
Gejala-gejala kemunduran energi panas secara
signifikan berkaitan dengan kehilangan energi
atau panas. Serupa dengan kemunduran energi
dingin ginjal, ada dengungan pada telinga,
pusing, dan rasa sakit di punggung bawah.
Namun rasa sakit ini ditandai dengan rasa
dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya
kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan
gangguan pada jantung dan hati, sedangkan
kemunduran energi panas ginjal mengganggu
fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru.
Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu
pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu
yang tepat untuk melaksanakan terapi organ
ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa
udara semakin menurun, dan sistem organ juga
mulai menyesuaikan diri dengan energi di
sekitarnya.
Isya Sebagai Terapi Perikardium dan Triple
Burner (San Jiao)
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu
maghrib hingga menjelang shubuh.
San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan
China, yaitu sebuah organ fungsional yang
tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat
modern. Menilik makna kata asalnya, yaitu
lapisan yang terletak di bawah kulit dan di
antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan
teori bahwa organ ini sama dengan sistem
limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat
energetik dan tidak memiliki komponen fisik.
Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan
energi jantung dan mengarahkannya pada titik
Laogong yang terletak pada pusat telapak
tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan
dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah
stabilitas tingkat energi jantung. Titik
Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China
untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena
sakit demam.
Waktu yang tepat untuk melakukan terapi
organ perikardium adalah pada pukul 19:00 –
21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar
sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka,
diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam
tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri
dengan hawa di sekitarnya.
Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah
penurunan kerja organ internal yang telah
digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh
memasuki masa istirahat, terutama kerja
jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan
berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa
pendinginan keseluruhan sistem organ dan
saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian
disempurnakan dengan tidur pada malam hari.
Silahkan tulis 'Aaamiin' di komentar, semoga
do'a kita dikabulkan Allah SWT..
Mari, klik 'S**A' dan 'BAGIKAN' agar kita bisa
berbagai pengetahuan yang bermanfaat kepada
saudara-saudara kita yang lain.semoga lebih
barokah, Aamiin..