10/01/2026
Ketika Hiroshima dan Nagasaki hancur akibat bom atom di akhir Perang Dunia II, Kaisar Hirohito tidak menanyakan jumlah tentara yang tersisa. la justru bertanya, "Berapa jumlah guru yang tersisa?" Sebuah pertanyaan yang mencerminkan visi luar biasa: bahwa kebangkitan Jepang tidak akan datang dari kekuatan militer, melainkan dari pendidikan.
Para jenderal sempat bingung. Mereka siap melindungi sang Kaisar tanpa guru. Namun Hirohito menegaskan, Jepang kalah karena tidak belajar. Tanpa pengetahuan, mereka tak memahami kekuatan bom yang dijatuhkan Amerika. Jika ingin mengejar ketertinggalan, Jepang harus mulai dari pendidikan.
Atas perintah Kaisar, sekitar 45.000 guru yang tersisa dikumpulkan dan diberi arahan. Guru menjadi tumpuan utama untuk membangun kembali bangsa yang hancur. Dari ruang kelas, Jepang perlahan bangkit, membangun generasi baru yang berilmu dan berdaya saing.