30/06/2015
Setelah melewati berbagai tahapan penjaringan, DPD REI Riau bersama DPP REI menyerahkan rumah gratis program Ramadan Rumah Impian (RRI), Senin (29/6). Penyerahan dilakukan di dua tempat berbeda. Yakni di Permata Asri, Jalan Bupati Kampar pada siang hari, dan Perumahan Puri Sejahtera, Jalan Indra Puri pada petang harinya.
REI langsung melakukan serah terima kunci kepada penerima. Dua duafa yang beruntung itu adalah keluarga Feri dan keluarga Apridawati. Keduanya dianggap paling layak di antara 90 nama calon penerima yang datanya valid setelah verifikasi oleh panitia RRI. Feri sehari-harinya bekerja dengan berjualan roti keliling. Sementara Apridawati seorang janda yang menghidupi anak-anaknya dengan membuka jasa tambal ban.
Ketua Panitia Nasional RRI DPP REI Raymond Arfandy mengatakan, program RRI ini tidak hanya sekadar realisasi kepedulian para pengembang perumahan di bawah bendera REI. Namun juga cara REI memenuhi keperluan hunian bagi masyarakat yang tidak mampu memiliki atau membeli rumah.
Raymond menyebutkan, REI memandang hajatan sejuta rumah yang diharapkan pemerintah tidak akan terlaksana sepenuhnya, karena tidak semua masyarakat punya kemampuan membeli rumah.
‘’Dengan keterbatasan mereka, mungkin bermimpi pun untuk memiliki rumah mereka tidak punya. Kami berpikir, para pengembang yang ada di REI ini masih beruntung karena takdirnya menjadi pengusaha real estate, tapi masih banyak orang yang tidak beruntung dan mereka sangat memerlukan rumah. Maka pada tahun ini, bermula di Sulawesi Selatan, sebanyak 11 DPD REI seluruh Indonesia sudah melaksanakan program ini,’’ terang Raymond.
Raymond juga mengaku salut dengan antusiasme DPD REI Riau yang mampu mempersembahkan 7 unit rumah pada tahun pertamanya. Dia juga memuji bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan DPD REI mampu menyediakan banyak unit gratis dan juga membangun fasilitas penunjangnya di tahun pertama pelaksanaan. Pada kesempatan itu, Raymond mengingatkan, rumah ini tidak boleh dijual, tidak boleh dipindahtangankan dan harus dijaga sebagai keperluan.
Program RRI ini juga mendapat apresiasi sangat tinggi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman melalui Kepala Dinas Cipta Karya Dwi Agus Sumarno mengatakan, RRI punya nilai strategis untuk memenuhi keperluan rumah di Riau.
‘’Program ini juga merupakan inspirasi bagi kami. Pada tahun ini kami akan melakukan semenisasi. Tahun depan Pemprov Riau bisa ikut membangun rumah untuk masyarakat kurang mampu,’’ sebut Dwi.
Pada penyerahan di lokasi pertama kemarin, donatur John Satri mengungkapkan kelegaannya setelah rumah yang dihibahkannya ini sampai ke tangan penerimanya. Menurut John yang juga mantan Ketua DPD REI Riau, sumbangan ini merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang telah dicapainya setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia properti di Riau.
‘’Kami hanya berharap mudah-mudahan rumah ini bermanfaat dan benar-benar membantu. Sumbangan ini tulus dari kami sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah,’’ sebut John.
Sementara itu, Ketua DPD REI Riau Amran Tambi yang juga menjadi donatur untuk rumah kedua yang diserahkan kemarin mengatakan, program RRI ini hanyalah perangsang. Ia berharap, tidak hanya para anggota REI saja yang menyisihkan sebagian keuntungannya untuk masyarakat yang memerlukan. Tapi juga perusahaan dan pengusaha lainnya. Dirinya dan kawan-kawan pengembang siap memfasilitasi.
‘’Seperti tahun ini kami mendapat dukungan penuh dari pemprov dan pemko yang ikut membantu semenisasi jalan dan juga membangun rumah. Dengan dukungan pemprov dan pemko semoga tahun depan rumah bagi saudara kita yang memerlukan jumlahnya lebih banyak,’’ sebut Tambi.
Di lokasi penyerahan rumah kedua pada sore hari, sebagai penyumbang terbesar yakni tiga unit rumah, Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST MT mewakili pemerintah kota megimbau agar perusahaan lainnya mengikuti jejak DPD REI Riau. Firdaus menyebutkan, menyumbang sedikit keuntungan atas usaha yang telah dijalankan di daerah ini tidak akan mengurangi kekayaan.
‘’Kekayaan kita tidak akan berkurang dan tidak akan membuat rugi. Allah menjanjikan pengembalian yang lebih banyak. Apalagi ini bulan Ramadan, percayalah. Langkah ini juga mendukung program pemerintah. Semoga usaha para donatur yang menyumbangkan rumah ini semakin murah rezeki dan semakin maju bisnis dan usahanya,’’ sebut Firdaus.
Sementara itu, untuk kemudahan Bank BTN sebagai salah satu bank yang menjadi sponsor program RRI secara nasional mengemukakan komitmen mereka untuk mempermudah kepemilikan rumah. Kepala Kanwil Bank BTN III Wilayah Sumatera John Prasetyanto mengatakan, sebagai bank fokus pada pelayanan KPR, pihaknya akan selalu berusaha memberikan kemudahan kepemilikan rumah.
‘’Kami saat ini juga sudah menawarkan insentif dalam rangka mendukung program sejuta rumah pemerintah RI. Komitmen ini tertuang dalam nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Kemenpera terkait Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Lewat ini kami memberikan bunga KPR flat 5 persen sampai lunas dengan DP minial bisa hanya 1 persen. Angsuran juga bisa dilakukan hingga 20 tahun untuk meringankan pembeli,’’ sebut John.
Turut hadir saat penyerahan dua rumah tersebut, Kakanwil BPN Riau Drs H Harmansyah Salam, Wakil Kepala Wilayah BNI Pekanbaru RM Bambang Kusumadi. Juga hadir Komandan Denpom Riau Letkol CPM Tugino, Danyon Arhanudse Mayor Sri Rusyono, perwakilan AURI Mayor Maryanto.
Penyerahan dua rumah RRI kemarin berlangsung sukses. Sementara lima unit lagi akan diserahkan dalam pekan ini juga. Sesuai jadwal tanggal 2 Juli 2015 diserahkan dua unit, 4 Juli 2015 dua unit, dan penyerahan terakhir jika tidak ada perubahan akan dilaksanakan 11 Juli 2015.
Dua penerima rumah gratis program RRI tidak dapat menyembunyikan rasa haru mereka. Apalagi setelah menerima rumah, masing-masing juga mendapatkan santunan dari para donatur. Pada pagi hari di perumahan Permata Asri, Feri datang bersama istri dan tiga anaknya. Dia terlihat gembira dan seakan tidak percaya dengan apa yang diraihnya. Sementara sang istri, Martini berurai air mata.
‘’Kami sangat senang dan bahagia. Terima kasih tidak terhingga kepada semua pihak. Kalau tidak ada hadiah ini, entah kapan kami bisa punya rumah. Untuk makan saja kadang susah,’’ terang Martini, istri Feri.
Sebelumnya, untuk menyambung hidup, Feri dan keluarganya harus mengontrak di Jalan Hadisuwarno. Namun Feri gigih, ia tetap berusaha membuat dan menjajakan roti keliling di Harapan Raya. Kendati hidup pahit, Feri juga berusaha agar anak-anaknya tetap sekolah. Anak-anak Feri sangat beruntung karena diterima di sekolah gratis, seperti salah satu anaknya yang belajar di SMP Juara yang 100 persen gratis.
Feri mendapatkan rumah ini bermula dari usulan Nur Samsi, tokoh masyarakat di Tangkerang Tengah yang simpati kepada kegigihan Feri di tengah kesusahannya. Nur mengaku mendapat info dari baca koran Riau Pos hingga tergerak untuk membantu warganya.
‘’Kami berharap DPD REI Riau terus melaksanakan program ini, karena masih banyak yang memerlukan. Tahun ini saya memang mengusulkan Pak Feri, karena kondisinya memang sangat layak menerima hibah rumah. Saya sendiri merasa senang dan bangga, lewat kegiatan ini saya bisa membantu warga dan sesama, walaupun hanya sekadar mengusulkan,’’ sebut Nur yang ikut hadir saat penyerahan kemarin.
Sementara itu, penerima kedua, Apridawati tidak kalah mengharukan. Janda ini harus menanggung sendiri empat anaknya dengan bekerja sebagai penambal, meneruskan usaha mendiang suami. Apridawati di tengah-tengah kondisinya yang tidak sehat, terserang kanker stadium 3, tetap tidak menyerah. Dirinya terus berusaha menghidupi keluarga, kendati untuk tinggal saja dirinya harus mengontrak.
Apridawati hampir tidak bisa mengungkap kata-kata. Selain disebabkan oleh kanker yang dideritanya, Apridawati juga masih terkejut. Dia tidak tahu akan menerima rumah ini. Apalagi panitia juga memberikan sedikit kejutan, karena menutup kedua matanya sebelumnya penyerahan rumah yang berada di kawasan Jalan Indra Puri, Tenayan Raya, milik Ketua DPD REI Amran Tambi tersebut.