Akbar Mardianto

Akbar Mardianto Enaknya kita ngebahas apa yah... di page ini. �

10/11/2021

Jalan jalan ke Sumatra Barat
Jangan Lupa beli Durian
Eh, Si Abang yg Berjerawat
Jangan foto mulu, buruaaan...

😁😁


26/08/2021

Cara paling mudah order Taxi.... 😁


Berapa sih, tinggi bak muatan truck yang di rekomendasikan ?....Dalam upaya memastikan keselamatan dan kemanan lalu lint...
26/08/2021

Berapa sih, tinggi bak muatan truck yang di rekomendasikan ?....

Dalam upaya memastikan keselamatan dan kemanan lalu lintas tidak terkecuali terhadap kendaraan barang, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat keluarkan ketentuan baru yang mengatur mengenai bak kendaraan barang.

“Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menandatangani Surat Edaran Nomor: SE.2/AJ.307/DRJD/2018 Tentang Ketentuan Mengenai Bak Muatan Mobil Barang, dalam surat edaran tersebut diatur ketentuan baik untuk kendaraan barang dengan bak tertutup maupun untuk bak terbuka,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Baitul Ihwan.

Dijelaskan Baitul terkait ketentuan terhadap kendaraan barang bak tertutup, tinggi maksimal bak muatan tertutup paling tinggi 4.200 milimeter atau 4,2 meter dan tidak lebih dari 1,7 kali lebar kendaraan.

Lebih detail dikatakan Baitul terkait kendaraan barang baik bak terbuka maupun bak tertutup dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan Jumlah Berat Yang Diperbolehkan (JBB) di atas 3.500 kilogram dan JBB maksimal 3.500 kilogram.

“Untuk kendaraan dengan JBB di atas 3.500 kilogram, lebar bak terbuka harus memenuhi persyaratan, pertama tidak boleh melebihi 50 milimeter atau 0,5 meter dari ban terluar pada sumbu kedua atau ban bagian belakang, kedua lebar bak terbuka tidak boleh melebihi lebar kabin ditambah 50 milimeter sisi kiri dan 50 milimeter sisi kanan untuk kendaraan dengan sumbu belakang ban tunggal,” jelas Baitul.

Selain itu untuk kendaraan barang dengan JBB di atas 3.500 kilogram juga harus memenuhi syarat jarak antara bagian belakang kabin kendaraan dengan bak muatan paling sedikit 150 milimeter untuk kendaraan sumbu belakang tunggal dan 200 milimeter untuk kendaraan sumbu belakang ganda.

“Dalam hal ini untuk kendaraan barang dengan JBB di atas 3.500 kilogram, dinding terluar bak muatan bagian belakang juga diatur tidak boleh melebihi ujung landasan bagian belakang,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk kendaraan dengan JBB maksimal 3.500 kilogram selain panjang, lebar, dan tinggi ukuran bak muatan harus sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan bermotor dan daya angkut, ada beberapa hal yang juga dipersyaratkan seperti jarak antara bagian belakang kabin kendaraan dengan bak muatan paling sedikit 10 milimeter.

“Secara khusus untuk dinding terluar bak terbuka bagian belakang diijinkan melebihi dari ujung landasan bagian belakang maksimal 260 milimeter, akan tetapi untuk lebar bak terbuka tidak boleh lebih dari 50 milimeter dari ban terluar pada sumbu kedua ban bagian belakang dan tidak melebihi lebar kabin ditambah 50 milimeter sisi kiri dan 50 milimeter sisi kanan,” ungkapnya.

Pada surat edaran yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi pada awal Maret kemarin juga diatur soal ketentuan pemasangan perangkat pelindung (teralis) khususnya pada kendaraan barang bak terbuka dengan JBB maksimal 3.500 kilogram.

“Teralis dipasang pada jendela kabin belakang dari lantai bak muatan sampai menutupi jendela kabin belakang, tinggi teralis maksimal sisi samping kanan dan kiri dibuat lebih tinggi maksimal 150 milimeter dari atap kabin kendaraan, kalau teralis tidak ada ujungnya tinggi sisi samping kanan dan kiri maksimal 50 milimeter dari atap kabin kendaraan,” sebut Baitul.

Terkait ketentuan ini Baitul menegaskan Kementerian Perhubungan mewajibkan seluruh kendaraan barang sudah wajib dipasang teralis paling lama 6 bulan sejak surat edaran ini ditetapkan begitu juga untuk kendaraan yang sedang diproduksi wajib memenuhi ketentuan terkait pemasangan teralis.

Kementerian Perhubungan akan secara konsisten mengawal implementasi aturan ini dan tidak segan untuk menindak kendaraan barang yang beroperasi tidak sesuai ketentuan yang berlaku termasuk seperti menambah dimensi kendaraan agar dapat memuat lebih banyak. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kemanan angkutan jalan.

Sumber : dephub.go.id






Sudah taukah perbedaan Hoist & Crane ??... Yuk kita kenalan 🤗Secara harfiah, Hoist adalah salah satu jenis pesawat angka...
25/08/2021

Sudah taukah perbedaan Hoist & Crane ??... Yuk kita kenalan 🤗

Secara harfiah, Hoist adalah salah satu jenis pesawat angkat yang banyak digunakan untuk mengangkat dan menurunkan beban secara vertikal (tegak lurus). Sedangkan crane sendiri adalah sistem yang dirancang dan dibangun untuk menunjang operasional dan mobilitas hoist tersebut.

Sistem Kerja dan Tipe Hoist :
Dalam beberapa kasus yang dibutuhkan customer hanya perangkat hoist saja, mungkin untuk pergantian unit existing. Hoist dibagi menjadi 2 sistem kerja yaitu manual hoist dan electric hoist. Manual hoist tentunya memiliki harga yang relatif murah, tidak bergantung dengan sumber listrik, dan bobotnya tidak seberat electric hoist sehingga sangat cocok untuk daerah yang belum mendapatkan supply listrik.

Hoist pada umumnya dibagi menjadi 2 type yaitu Chain Hoist dan Wirerope Hoist. Kedua type ini memiliki kelebihan masing-masing. Kesamaannya adalah bahwa perawatan hoist sangat mudah dan frekuensi maintenance cukup 1-2 kali setahun dalam penggunaan normal di lapangan.

Secara pergerakan hoist bisa dipilih sesuai kebutuhan, seperti type fixed (up down) untuk aplikasi lift cargo, warehouse, maupun workshop. Ada juga type 4 point (up,down,left,right) yang digunakan untuk aplikasi monorail crane.

Sedangkan crane memiliki banyak jenis. Jika kita googling di internet, akan banyak muncul tower crane, mobil crane, dan hoist crane. Crane memang memiliki banyak jenis, namun fungsinya sama yaitu untuk mengangkat dan memindahkan beban berat.

Hoist crane dalam dunia industri dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di bidang manufaktur, industri makanan & minuman, warehouse, workshop, dan masih banyak lagi.

Pabrik/ gudang kalian, ada alat ini juga gak ? Kalo ada, udah tau kan namanya... 😍






Kapal General Cargo - Roro / Genro ShipBagi yang sering menggunakan jasa penyebrangan laut dengan menggunakan ferry, ten...
23/08/2021

Kapal General Cargo - Roro / Genro Ship

Bagi yang sering menggunakan jasa penyebrangan laut dengan menggunakan ferry, tentu sedikit banyaknya tahu tentang keberadaan berbagai macam kapal jenis RoRo (Roll on Roll off) di pelabuhan.

Selain dikenal dapat mengangkut penumpang, kapal RoRo juga terkenal ampuh untuk mengangkut beragam moda darat, mulai dari sepeda motor hingga kereta api sekalipun.

Selama bertahun-tahun, beberapa kemajuan teknologi telah terjadi di dalam kapal penghubung antar pelabuhan ini. Nah, Salah satu nya adakah Jenis Genro ini.

Kapal jenis Genro adakah Sebuah kapal kargo dengan daya angkut normal yang dilengkapi dengan fasilitas RoRo. Ukurannya sendiri terbilang lebih kecil dari Jenis Jenis Kapal roro kelas exim. dengan perkiraan daya angkut 2.000 hingga 30.000 DWT.

Naah, kalian udah pernah coba naik Kapal jenis Genro ini atau belum ? Boleh tulis pengalaman nya di kolom komentar yah...







Kenapa di Indonesia, sekarang tidak pernah di jumpai lagi truck dengan moncong ?Truk dengan moncong masih dijumpai di er...
22/08/2021

Kenapa di Indonesia, sekarang tidak pernah di jumpai lagi truck dengan moncong ?

Truk dengan moncong masih dijumpai di era tahun 1970-an hingga 1980-an. Truk model konvensional ini kini jarang beredar, bahkan tidak lagi ditemui, kecuali di Amerika Serikat. Di Amerika Utara truk konvensional masih mendominasi.

Dewasa ini truk yang populer adalah Cabin Over Engine (COE). Ciri truk tipe COE tidak memiliki hidung, sebab sesuai namanya posisi mesin dibenamkan di bawah kabin.

Bisa dikatakan mayoritas truk yang beredar di dunia, termasuk di Indonesia saat ini adalah tipe CEO, baik merek Eropa hingga Jepang, termasuk Isuzu. Apa sebab pabrikan truk meninggalkan desain kepala konvensional?

Thomas A. Wijanarko dari Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia menyebutkan bahwa faktor tidak banyak menyita ruang di badan truk dan daya angkut yang lebih besar menjadi alasannya.

Truk tanpa hidung dianilai punya efisiensi lebih baik terutama dalam ketersediaan ruang kargo, yang berimbas muatan barang menjadi lebih banyak. Disamping itu juga truk CEO punya visibilitas di lokasi terbatas dan manuver lebih baik.

"Kalau dengan moncong maka akan mengurangi dimensi kendaraan, yang seharusnya bisa digunakan sebagai bak atau boks muatan," kata Thomas dalam webinar bertajuk 'Basic Truk Bersama Isuzu' belum lama berselang .







KM. Nusantara Sejati. Selesai Muat di Tanjung Priok hari ini. Bersiap menuju makassar... Insyaallah tiba di Makassar tgl...
22/08/2021

KM. Nusantara Sejati. Selesai Muat di Tanjung Priok hari ini. Bersiap menuju makassar... Insyaallah tiba di Makassar tgl 26 Agustus 2021.




Kalau seandainya pake Truck Fuso, mungkin tidak seperti ini gayurnya. Naming fuso pun ada minusnya, Kendala di menunggu ...
21/08/2021

Kalau seandainya pake Truck Fuso, mungkin tidak seperti ini gayurnya. Naming fuso pun ada minusnya, Kendala di menunggu muatan sampai penuh dulu. Bisa gak nunggu, tapi kudu charter 1 unit. Dan pasti harganya, bikin usaha makin menjerit.

Bismillah saja, Insyaallah di maksimalkan alat safety nya hingga aman Dari sisi kendaraan, sopirnya Dan pengguna jalan lainnya. Semangat yah, pak sopir.... 🤩🤩






Maunya sih begitu, tapi bisanya begini.
21/08/2021

Maunya sih begitu, tapi bisanya begini.

Enaknya kita ngebahas apa yah... di page ini. �

Address

Pondokcabe-Udik
15435

Telephone

+6281383921515

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Akbar Mardianto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category