Museum Probolinggo

Museum Probolinggo Benda benda Sejarah Kuno Probolinggoe Peninggalan para penjajah

Probolinggo adalah salah satu daerah yang berada di sebelah utara pesisir Pulau Jawa, yang berdasarkan sejarahnya dulu, ketika jaman Kerajaan Majapahit dikenal dengan nama "Banger" dan kemudian pada pemerintahan tumenggung Djoyonegoro sekitar tahun 1770 nama "Banger" tersebut diganti menjadi Probolinggo yang artinya, Probo = Sinar, Linggo = Tugu, badan tangga, peringatan, tongkat. Seiring berjalan

nya waktu Probolinggo mengalami banyak sekali perubahan, termasuk system pemerintahan dari Probolinggo menjadi Kabupaten dan Kota Probolinggo dan resmi menjadi kota otonomi sejak tahun 1918. Berdasarkan jejak bukti sejarah tersebut, maka kami memberikan nama Museum dan Taman Budaya Kota Probolinggo dengan nama "Museum Probolinggo".

Kami Segenap Pengurus & Pimpinan Museum Probolinggoe MengucapkanDirgahayu Republik Indonesia Yang Ke - 72 TahunMerdeka a...
17/08/2017

Kami Segenap Pengurus & Pimpinan Museum Probolinggoe Mengucapkan

Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke - 72 Tahun

Merdeka atau Mati !!!

MUSEUM PROBOLINGGO Museum Probolinggo, Merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo, Museu...
15/02/2017

MUSEUM PROBOLINGGO

Museum Probolinggo, Merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo, Museum ini terletak di Jalan Suroyo No 7 Kota Probolinggo, jadi anda tidak akan sulit untuk menemukan letak dari museum ini, karena akses menuju kesana yang sangat mudah dijangkau, baik oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan sendiri atau dengan menaiki kendaraan umum. Museum ini mempunyai arsitektur bangunan yang khas peninggalan Belanda menjadikan Museum ini sangat kental dengan suasana masa lampau. Bangunan Museum ini dulunya merupakan sebuah Gedung Societiet Gebow Harmony yang difungsikan sebagai Ballroom (Kamar Bola), yang artinya merupakan tempat berkumpulnya kaum priyayi Belanda, berdansa, main billyard, berinteraksi, dll dan kemudian gedung ini dufungsikan sebagai Gedung Serba Guna yang biasanya digunakan oleh masyarakat atau instansi di Probolinggo untuk melakukan acara atau event – event tertentu. Disini anda dapat menjelajah Probolinggo dari zaman dahulu hingga saat ini dengan memakan waktu hanya 30 menit.

Gedung ini pertama dibangun pada tahun 1814 yang mempunyai gaya bangunan Empire Style. Denah simetris, beratap perisai, satu lantai, di serambi depan dan belakang terdapat pilar – pilar, serta memiliki gevel di atas serambi. Bangunan ini terbagi menjadi beberapa serambi antara lain serambi depan, ruang tengah, serambi belakang, serta sayap gedung yang terletak di kanan dan kirinya.Bangunan museum ini menghadap ke barat dengan Serambi depan yang merupakan sebuah ruang terbuka yang memiliki 6 buah kolom gaya doria. Dari serambi tersebut terdapat 5 buah pintu. 3 buah merupakan pintu menuju ruang tengah, dan masing-masing pintu menuju sayap gedung di kanan dan kiri ruangan atau serambi.

Sejarah Singkat Museum Probolinggo

Pada akhir tahun 2008, muncul sebuah kalangan yang peduli terhadap kelestarian sejarah Probolinggo untuk dapat memajukan kota Probolinggo dengan cara membangun sebuah museum. Ide ini dimotori oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dispobpar), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ), BIAS (British Indonesia Artists Society) dari Brighton Inggris dan beberapa personal yang turut andil untuk menggawangi proses berdirinya Museum dalam bentuk project proposal pendirian museum yang diajukan ke Wali Kota Probolinggo yang kala itu masih dibawah pemerintahan H.M Buchori SH,M.Si.

BIAS merupakan sebuah organisasi non profit yang bergerak dalam bidang pengembangan seni budaya hingga program pementasan silang antara seni-seniman Indonesia dengan United Kingdom. Organisasi ini dirintis tahun 2003 dan diresmikan pada Mei 2005.

Walikota Probolinggo H.M Buchori SH,M.Si. merespon sangat baik project proposal yang diajukan tersebut, kemudian tanggal 17 November Walikota Probolinggo memerintahkan Bappeda untuk dapat menindaklanjutinya. Bappeda mengomando serangkain rapat koordinasi untuk menindaklanjuti bersama Dispobpar, dan disusul dengan mengadakan rapat lanjutan yang pada waktu itu melibatkan pelaku dan pemerhati budaya seni Kota Probolinggo.
Kemudian pada tahun 2009 langkah untuk dapat mewujudkan pendirian Museum semakin nyata. Pada tertanggal 26 Agustus 2009 Wali Kota Probolinggo menerbitkan tiga keputusan penting terkait dengan pendirian Museum. yaitu Keputusan Walikota Probolinggo Nomor 188.45/261KEP/425.012/2009 tentang tim pembentukan Museum Probolinggo, Keputusan walikota nomor 188.45/262/KEP/425.012/2009 tentang tim pelaksana Museum Probolinggo dan Ketiga adalah keputusan walikota nomor 188.45/263/KEP/425.012/2009 tentang penetapan nama dan logo museum.

Suasana Di dalam Museum

Apabila anda datang kesana didepan Museum akan tampak sebuah plakat bertuliskan Museum Probolinggo yang bisa dijadikan tanda jika anda sudah sampai di lokasi tujuan. disini sudah disediakan area parkir yang luas, sehingga memudahkan pengunjung yang membawa kendaraan baik mobil atau motor. Setelah anda masuk ke area museum pertama anda akan disuguhi dengan pemandangan taman dan lengkap dengan replika tank tempur , pesawat tempur dan juga kereta api. Museum ini dibuka untuk umum sejak 26 Agustus 2009 dan diresmikan tanggal 15 Mei 2011, untuk dapat masuk kesana pengunjung bisa langsung masuk tanda ditarik biaya apapun.
Setelah anda masuk dari pintu utama, anda akan disuguhi dengan beragam patung replika yang merupakan benda – benda peninggalan sejarah. Beberapa patung tersebut berbentu replika patung Ganesha, Maha Surya, Bima, nandi, Dwarapala dan Arjuna Wiwaha. Di dalam ruangan ini anda juga akan diberikan informasi secara detail informasi mengenai replika patung dan juga peninggalan sejarah lainnya.

Kemudia setelah anda meninggalkan ruangan pertama, anda akan menuju ruangan yang didalamnya berisi peninggalan benda-benda pusaka seperti tombak, keris, patil, kapak, peluit kayu, sempoa, patung rara anteng dan jaka tengger, kecapi, naskah kuno dan juga keramik yang merupakan benda peninggalan sejarah dan ditemukan dari abad yang berbeda-beda. diruangan ini juga ditampilkan informasi – informasi yang menjelaskan mengenai nama-nama peninggalan dan sejarah lengkap dengan tahun ditemuakannya. Apabila anda menyusuri ruangan demi ruangan, anda akan mendapatkan berbagai informasi dan dapat melihat gambar-gambar atau foto – foto Probolinggo tempo dulu. Dan yang lebih menarik lagi adalah sebuah gambar lengkap dengan informasi mengenai sejarah Pemerintahan Probolinggo ( Gemeente ) dari jaman Belanda secara detail. disini juga dipajang foto – foto para petinggi Gemeente Probolinggo secara berurutan menurut tahun kepemimpinannya.

Di ruangan selanjutnya anda akan menemui replika – replika mengenai budaya dan tradisi masa kini di Probolinggo antara lain tradisi Karapan kambing, Lengger Probolinggo dilengkapi dengan alat musiknya, Kenong telo dan Jaran Bodhak . Selain itu disini juga dipamerkan sebuah replika patung wanita membatik yang dilengkapi dengan kain Batik Manggur ( Batik Khas Probolinggo ). Kemudian disini juga dipamerkan transportasi modern seperti vespa dan pakaian – pakaian yang biasa dikenakan oleh masyarakat modern Probolinggo pada saat ini.

Sumber : Visit Probolinggo

Museum Probolinggoe Museum Probolinggo, Merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo, Muse...
04/10/2016

Museum Probolinggoe

Museum Probolinggo, Merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo, Museum ini terletak di Jalan Suroyo No 7 Kota Probolinggo, jadi anda tidak akan sulit untuk menemukan letak dari museum ini, karena akses menuju kesana yang sangat mudah dijangkau, baik oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan sendiri atau dengan menaiki kendaraan umum. Museum ini mempunyai arsitektur bangunan yang khas peninggalan Belanda menjadikan Museum ini sangat kental dengan suasana masa lampau. Bangunan Museum ini dulunya merupakan sebuah Gedung Societiet Gebow Harmony yang difungsikan sebagai Ballroom (Kamar Bola), yang artinya merupakan tempat berkumpulnya kaum priyayi Belanda, berdansa, main billyard, berinteraksi, dll dan kemudian gedung ini dufungsikan sebagai Gedung Serba Guna yang biasanya digunakan oleh masyarakat atau instansi di Probolinggo untuk melakukan acara atau event – event tertentu. Disini anda dapat menjelajah Probolinggo dari zaman dahulu hingga saat ini dengan memakan waktu hanya 30 menit.

Gedung ini pertama dibangun pada tahun 1814 yang mempunyai gaya bangunan Empire Style. Denah simetris, beratap perisai, satu lantai, di serambi depan dan belakang terdapat pilar – pilar, serta memiliki gevel di atas serambi. Bangunan ini terbagi menjadi beberapa serambi antara lain serambi depan, ruang tengah, serambi belakang, serta sayap gedung yang terletak di kanan dan kirinya.Bangunan museum ini menghadap ke barat dengan Serambi depan yang merupakan sebuah ruang terbuka yang memiliki 6 buah kolom gaya doria. Dari serambi tersebut terdapat 5 buah pintu. 3 buah merupakan pintu menuju ruang tengah, dan masing-masing pintu menuju sayap gedung di kanan dan kiri ruangan atau serambi.
Visitprobolinggo.com
(Ndy)

Sumber : Indonesian History

09/12/2015

Nama - Nama Replica Batik Probolinggoe yang di Pamerkan In Museum Probolinggoe

Batik Jal Sepinang
Batik Kembang Waron
Batik Bulus Ngerong
Batik Bajul Ngantang
Batik Merak Menclok
Batik Gemek Taruk
Batik Terate
Batik Kembang Suro
Batik Godong Sukun
Batik Kembang Arubing
Batik Sogokan
Batik Nus Nusan
Batik Ulo Turu
Batik Perang Menang
Batik Widaran
Batik Kembang Genjret
Batik Panjang Gawang
Batik Kawung Bulan
Batik Namao Bulu
Batik Merak Ngigel

Itulah Nama - Nama Batik Probolinggoe yank di Pamerkan In Museum Probolinggoe

Lebih jelasnya silahkan anda datang langsung ke Museum Probolinggoe Untuk melihat langsung Koleksi Batik Probolinggoe Beserta Koleksi Benda - Benda Bersejarah Peninggalan Purbakala - Tionghoa & Kolonial Belanda Dll

Museum Buka Setiap Hari Selasa - MInggu
Jam berkunjung : 08.00 Pagi - 14.00 Siang WIB
Tiket Masuk : Gratis

BATIK≈APA ITU BATIK ?….Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “tit...
08/12/2015

BATIK

≈APA ITU BATIK ?….

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik“.

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

≈SEJARAH BATIK DI PROBOLINGGO

Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah Mangga dan Anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (Bayu, Angin, Anggur dan Mangga).

Sejarah tentang Batik Manggur dimulai pada tahun 1883, yang ditandai dengan pameran khusus Batik Probolinggo di Amsterdam Belanda dengan total 150 motif.

Batik Khas Kota Probolinggo dengan motif yang terkesan alami, diambil dari motif-motif yang bernuansa alam seperti motif Anggur, Mangga, Bayu, dan Angin, atau perpaduan dari unsur keempatnya, sehingga memberikan nuansa alami dan khas bagi para penggemar kain atau pakain batik.

Batik Khas Kota Probolinggo mempunyai nuansa keunikan seperti motif Anggur dan Mangga, karena Anggur dan Mangga ini merupakan salah satu ciri khas Kota Probolinggo.

Pembuatan corak atau motif Batik Khas Kota Probolinggo harus menguasai tekhnik pembuatan batik secara manual atau batik tulis dengan nuansa alami seperti unsur Bayu, Angin, Anggur dan Mangga (Bayuangga), sehingga batik mempunyai corak khas dan berbeda dengan batik-batik yang lain.

≈BATIK KHAS PROBOLINGGO

Jika sebelumnya telah membahas tentang batik dan sejarah batik di Probolinggo.
Sekarang , kita akan membahas tentang batik khas Probolinggo.
Nah , tau tidak Batik Khas Probolinggo apa saja ?….

* Batik Khas Probolinggo itu banyak motif atau coraknya , seperti:

Motif MANGGUR ( MANGGA dan ANGGUR)

Batik Khas Kota Probolinggo mempunyai nuansa keunikan seperti motif Anggur dan Mangga, karena Anggur dan Mangga ini merupakan salah satu ciri khas Kota Probolinggo,

“Batik Khas Kota Probolinggo yang asli dibuat secara tradisional atau jenis batik tulis yang bermoif alamiah, cara pembuatannya yaitu dengan cara menggambar batik, terus memakai malam, setelah itu diwarnai sesuai dengan motif. Kalau mangga biasanya berwarna hijau, kalau Anggur pakai warna ungu dan memakai water glass, dicuci rebus, kemudian dicuci memakai air hangat dan dikeringkan.

Motif SERIBU TAMAN

Dikatakan motif seribu taman karena Kota Probolinggo di setiap tempat akan selalu
ada taman atau tumbuhan yang di tanam di setiap penjuru kota / di jalan . Oleh karena itu Batik yang satu ini di beri nama batik SERIBU TAMAN dengan keindahan kota Probolinggo sendiri dan memberikan nuansa alami bagi para penggemarnya

Motif ANGIN

Batik khas Probolinggo juga bermotif angin karena Probolinggo terkenal dengan julukan BAYUANGGA yang berarti ( BAYU: angin , ANGGA : anggur dan mangga ). Maka dari itu batik ini bisa di sebut sebagai batik khas Probolinggo juga.

Untuk motif angin, biasa disebut juga motif angin gendeng. Angin gendeng merupakan fenomena rutin dalam waktu tertentu di Probolinggo. Musim angin kencang di kota pesisir ini biasanya ditandai saat masuk musim penghujan.

Kami Segenap Pengurus & Pimpinan Admin Museum Prooblinggoe Mengucapkan Selamat Hari Pahlawan 10 November
10/11/2015

Kami Segenap Pengurus & Pimpinan Admin Museum Prooblinggoe
Mengucapkan Selamat Hari Pahlawan 10 November

Mengunjungi Museum Probolinggo, Seakan Menjelajah Sejarah Gemeente Probolinggo dari masa ke masa Berkunjung ke Kota Prob...
06/11/2015

Mengunjungi Museum Probolinggo, Seakan Menjelajah Sejarah Gemeente Probolinggo dari masa ke masa

Berkunjung ke Kota Probolinggo menjadi salah satu tujuan perjalanan saya kali ini. Berbekal kamera dan juga alat tulis sayapun singgah di Kota Mangga ini setelah lama perjalanan 2 jam dari Pasuruan. Museum Probolinggo menjadi tempat tujuan saya datang di Kota ini. Setelah mendapatkan informasi dari seorang rekan yang tinggal di Probolinggo dan juga browsing di dunia maya mengenai tempat wisata bersejarah ini sayapun langsung esekusi.

Tidak sulit untuk menemukan salah satu aset sejarah Kota Probolinggo ini, terletak di Jalan Suroyo No 7 Kota Probolinggo, bangunan dengan arsitektur khas peninggalan Belanda ini berdiri megah dan kokoh. Tampak sebuah plakat bertuliskan Museum Probolinggo menjadi sebuah tanda jika saya sudah sampai di tempat tujuan. Setelah memarkir motor sayapun berjalan lebih kurang 2 meter dari plakat menuju ke Bangunan Museum. Selama perjalanan sayapun disuguhi dengan pemandangan taman lengkap dengan replika pesawat tempur, tank tempur dan juga kereta api.

Selanjutnya sayapun meminta izin untuk dapat masuk ke dalam museum. Walaupun awalnya saya ditolak karena hari Senin merupakan hari libur untuk museum di daerah namun karena saya dari luar kota akhirnya sayapun diperbolehkan masuk ke dalam gedung yang syarat akan sejarah Kota Probolinggo ini. Dan untuk masuk ke dalam museum ini tidak dikenakan biaya ataupun tarif khusus.

Museum yang di resmikan tanggal 15 mei 2011 ini memang memiliki banyak informasi sejarah tentang Kota Probolinggo. Sebelum diresmikan menjadi Museum Probolinggo, bangunan ini awalnya ialah sebuah gedung serba guna atau gedung societed gebow harmonie yang dulunya digunakan sebagai ballroom para priyayi Belanda untuk bersenang-senang seperti bermain bilyard, dansa dan sebagainya. Namun seiring berjalannya waktu dan juga untuk melestarikan c***r budaya akhirnya gedung ini menjadi Museum Probolinggo yang di dalamnya bercerita tentang Sejarah Gemeente Probolinggo dari masa ke masa.

Setelah masuk dari pintu utama saya disuguhi dengan beragam patung replika yang merupakan peninggalan sejarah. Beberapa patung itu yakni Ganesha, Bima, nandi, Maha Surya, Dwarapala dan Arjuna Wiwaha. Di ruangan inipun juga diberikan informasi secara detail mengenai informasi replika patung dan juga peninggalan sejarah lainnya.

Meninggalkan ruangan pertama, sayapun melangkah menuju ruangan selanjutnya yang berisi peninggalan benda-benda pusaka seperti tombak, keris, patil, kapak, patung rara anteng dan jaka tengger, peluit kayu, sempoa, kecapi, naskah kuno dan juga keramik peninggalan sejarah yang ditemukan dari abad yang berbeda-beda. Beberapa informasi di dalam museum ini dijelaskan mengenai nama-nama peninggalan sejarah lengkap dengan tahun penemuannya. Menyusuri ruangan demi ruangan di museum ini sayapun membaca berbagai informasi dan melihat gambar-gambar Probolinggo tempo dulu. Dan yang menarik perhatian saya ialah ketika sebuah gambar lengkap dengan informasi mengenai sejarah Gemeente (pemerintah) Probolinggo dari jaman Belanda secara detail.

Di ceritakan dalam sebuah poster raksasa di sudut ruangan museum tentang Gemeente Probolinggo yang merupakan cikal bakal dari kota Probolinggo yang berbentuk pemerintahan. Di dalamnya terdapat informasi tentang Probolinggo yang akhirnya menjadi kota Gemeente karena Probolinggo kala itu menjadi kota strategis secara tata letaknya karena dikelilingi beberapa pabrik gula dan perkebunan temabakau. Selain itu, karena Probolinggo merupakan kota pelabuhan yang dapat menampung hasil perkebunan dan mengekspor hasil perkebunannya sendiri menjadikan Probolinggo sebagai daerah yang strategis dan akhirnya menjadikannya sebagai daerah dengan bentuk Pemerintahan. Gemeente Probolinggo terus berkembang sesuai dengan zamannya kala itu hingga jaman penjajahan Belanda dan tepat pada 1 Juli 1918 akhirnya dibentuklah secara resmi untuk kali pertama Gemeente Probolinggo yang dewan perwakilannya terdiri dari delapan orang bangsa Eropa, empat bangsa Indonesia dan empat bangsa Asia. Dan dalam perkembangannya sistem Gemeente Probolinggo terus berjalan hingga saat ini.

Setelah membaca sejarah Gemeente Probolinggo, sayapun tiba di ruangan dengan bentuk lorong yang berisi foto-foto tempo dulu Probolinggo lengkap dengan tradisi dan para pimpinan pemerintahan kala itu. Di ruangan ini juga, saya dapat mengetahui Pimpinan Gemeente Probolinggo dari zaman belanda mulai dari Ferdinand Edmond Meyer yang menjadi Walikota di tahun 1928-1935 hingga saat ini yang dipimpin oleh H.M Buchori sebagai Walikota Probolinggo 2009-2014. Beberapa foto para petinggi Gemeente Probolinggo dipajang secara berurutan menurut tahun kepemimpinannya di ruangan ini.

Setelah puas, saya melanjutkan perjalanan menuju ruangan berikutnya yang berisi tentang alat transportasi kuno di probolinggo yakni Dokar Blasteran dan Cikar. Selain itu ada p**a alat yang dipakai masyarakat terdahulu untuk memasak dan pertanian seperti Ronjengan atau lesung.

Selesai di ruangan ini sayapun melanjutkan perjalanan ke ruangan selanjutnya yang berisi replika tentang budaya dan tradisi masa kini di Probolinggo diantaranya ada tradisi Karapan kambing, Lengger Probolinggo lengkap dengan alat musiknya, Jaran Bodhak dan Kenong telo. Selain budaya dan tradisi ada juga dipamerkan replika patung seorang wanita membatik lengkap dengan kain batik manggur yakni batik khas Probolinggo. Batik Manggur merupakan identitas atau ikon kota BayuAngga. Dinamakan Manggur karena motif utama batik ini yakni Mangga dan Anggur. Selain Batik Manggur dipamerkan di ruangan yang sama yakni alat transportasi modern seperti vespa, busana-busana yang dikenakan masyarakat modern Probolinggo saat ini. Sebuah perjalanan yang panjang untuk memahami sejarah Kota Probolinggo melalui Museum Probolinggo karena dari sejarah inilah, saya akhirnya mengenal Kota Mangga secara lebih detail. Bagi saya selama 30 menit menyusuri Museum Ini sayapun seakan ikut menjelajah Kota Probolinggo dari zaman dahulu hingga saat ini. Kamu juga bisa mengunjungi Museum Probolinggo ini setiap selasa-minggu lho di jam kerja jam 08.00-15.00 WIB. Dan yang pasti berwisata sejarah di Museum Probolinggo menjadikan kita kaya informasi akan sejarah.

Sumber : Mayasari Hantono Senin, 25 November 2013

Untuk saat ini Pihak Museum Probolinggo hanya menambahkan Batik Khas Koeta Probolinggoe Bagi kalian yang penasaran ingin...
14/10/2015

Untuk saat ini Pihak Museum Probolinggo hanya menambahkan Batik Khas Koeta Probolinggoe

Bagi kalian yang penasaran ingin melihat koleksi Batik Khas Koeta Probolinggoe
Silahkan saja berkunjung Ke Museum Probolinggo Jalan Suroyo
Tiket Masuk Gratis Tanpa di Pungut Biaya Sepeserpun

Saran & Kritik anda kami tunggu !!!!
Biar kita bisa berbenar bila ada kekurangan !!!!

Foto Museum Probolinggoe Saat Ikut Memeriahkan Pameran EXPO 2015 In MASPION SQUARE Daerah Wonocolo Surabaya
10/10/2015

Foto Museum Probolinggoe Saat Ikut Memeriahkan Pameran EXPO 2015 In MASPION SQUARE Daerah Wonocolo Surabaya

Museum Expo 2015 tahun ini bertempat di Maspion Square Surabaya PAMERAN BENDA KOLEKSI MUSEUM 16 S/D 20 Sept. 2015 MASPIO...
17/09/2015

Museum Expo 2015 tahun ini bertempat di Maspion Square Surabaya

PAMERAN BENDA KOLEKSI MUSEUM 16 S/D 20 Sept. 2015 MASPION SQUARE

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.73, Wonocolo, Kota Soerabaia, Jawa Timur 60238

PAMERAN BENDA KOLEKSI MUSEUM 16 S/D 20 Sept. 2015 MASPION SQUAREAlamat : Jl. Ahmad Yani No.73, Wonocolo, Kota Soerabaia,...
16/09/2015

PAMERAN BENDA KOLEKSI MUSEUM 16 S/D 20 Sept. 2015 MASPION SQUARE

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.73, Wonocolo, Kota Soerabaia, Jawa Timur 60238

Museum Probolinggo juga Ikut Pameran Museum In Koeta Pahlawan Soerabaia

19/01/2015

Address

Jalan Suroyo
Probolinggo
67211

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 14:00
Saturday 08:00 - 14:00

Telephone

(0335) 421731

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Museum Probolinggo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Museum Probolinggo:

Share

Category