11/09/2017
8 Tips Dalam Memilih Rumah Idaman
1. Harga Rumah Terjangkau
Ketika kebanyakan orang bermimpi memiliki rumah keluarga yang luas dan mewah, Anda tidak harus memaksakan hal tersebut jika anggaran tidak mencukupi. Mungkin saja pembiayaan rumah bisa dibantu dengan kredit pemilikan rumah atau disingkat KPR.
Namun jika Anda tidak nyaman melakukan cicilan dalam jangka waktu dan jumlah yang besar, ada baiknya untuk memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kemampuan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, developer perumahan, khususnya di kota-kota besar berlomba membangun hunian mungil dikarenakan lahan yang semakin terbatas.
2. Legalitas
Saat ini masyarakat mencari properti yang sudah memiliki status SHM (Sertifikat Hak Milik) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan).
Sertifikat Hak Milik atau SHM merupakan sertifikat kepemilikan penuh seseorang atas satu lahan atau tanah Oen pemegang sertifikat. SHM merupakan bukti kepemilikan terkuat atas satu lahan.
Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB adalah jenis sertifikat bagi para pemegang sertifikat yang hanya dapat memanfaatkan satu lahan untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Kepemilikan lahan HGB sendiri dipegang oleh negara. Biasanya, batas waktu SHGB sendiri memiliki batas waktu 20 hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang. Setelah melewati batas waktu tersebut, pemilik sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB.
Pastikan Anda membeli rumah dengan status Hak Milik dan HGB. Kedua status tersebutlah yang akan diterima oleh pihak bank.
3. Lokasi
Dalam pemilihan lokasi Anda bisa memilih apakah cukup dekat dengan tempat kerja? Kemudahan akses transportasi seperti KRL ataupun LRT? Aman tidaknya dari bahaya banjir? Seperti apa akses jalan utama menuju rumah? Apakah kondisinya penuh lubang atau sulit dijangkau karena terlalu sempit untuk dilewati mobil?
Selain wujud fisik dari rumah, kita juga harus menyertakan intuisi di dalamnya. Apa kesan pertama kali dalam beberapa detik pertama ketika Anda sedang berada di lokasi perumahan? Apakah rumah ini memberikan kesan bahagia atau justru menekan Anda?
4. Arah Rumah
Sebaiknya pilihlah rumah yang menghadap ke arah timur, yaitu arah datangnya sinar matahari pagi, karena lebih sehat dan malamnya kondisi rumah kamu tidak akan panas.
5. Posisi Rumah
Posisi rumah akan menentukan harga rumah di sebuah perumahan. Misalnya kita mendapatkan posisi rumah di pojokan, maka harganya akan lebih tinggi dibanding rumah yang terletak ditengah-tengah. Perlu diketahui posisi hook atau pojokan ini sering jadi incaran banyak pembeli karena kamu bisa mengembangkan rumahmu dengan ukuran yang lebih besar.
6. Status Rumah
Biasanya pengembang menyediakan dua pilihan, rumah siap huni atau rumah indent (pembelian barang dengan cara memesan atau membayar lebih dahulu).
Rumah siap huni biasanya rumahnya sudah jadi dan siap ditempati. Kamu bisa melihat rumah secara langsung dan bisa langsung menempati saat sudah membayar atau kreditnya disetujui bank.
Sementara rumah indent artinya kamu hanya bisa memilih lokasi dari gambar peta situs perumahan kemudian menunggu 8 bulan hingga dua tahun untuk proses pembangunan rumah.
7. Lingkungan
Jika Anda memiliki anak sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan anak. Seperti adanya fasilitas lapangan ataupun taman tempat mereka bermain. Adakah anak-anak seumuran di sekitarnya? Apakah kondisi lingkungan cukup aman dan kondusif untuk tumbuh kembang anak?
8. Dekat dengan Pusat Aktifitas
Lokasi rumah yang dekat dengan sekolah, kawasan perbelanjaan, rumah sakit, perpustakaan, tidak kalah penting untuk “memanjakan” keluarga kecil Anda.
Lebih baik lagi jika sejumlah fasilitas tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dengan begitu anak-anak bisa mencapai sekolah dengan mudah sehat dan murah. Yang terpenting, akses orangtua menuju tempat bekerja juga bisa perlu diperhitungkan.