28/06/2020
Tanggal 28 Juni 1944 merupakan hari paling kelam yang dialami masyarakat Kalbar, pd hari itu mnurut informasi trdapat 21 rb msyarakt Kalbar dibunuh secara keji oleh tentara Jepang, namun mnurut Jepang yg meninggal hanya 1.000 org. Masyarakat yg dibunuh berbagai kalangan sprti Raja2, pengusaha, cendikiawan, jurnalis, bahkan dr masyarakat biasa. Pd hr kelam itu mereka dibawa tentara Jepang ke Mandor (kab Landak) utk dibunuh.
Disaat masyarakat pribumi ketakutan mnghadapi tentara Jepang, datang lah sosok Pemimpin baru dr Meliau yg bernama Pang Suma, dia putra Dayak yg melakukan gerilya melawan penjajah. Bangsa Jepang yg saat itu melemah akibat bom atom di Nagasaki dan Hiroshima Jepang oleh sekutu Amerika diserang kaum pribumi yg dpimpin Pang Suma. Akhirnya tentara Jepang mundur dan tepat setahun kemudian bangsa ini merdeka.
Pangsuma wafat dtahun yg sama saat bangsa ini merdeka, jasadnya dkebumikan di Meliau. Sebagai jasa2 yg tlah dberikan Pang Suma diangkat Pahlawan Nasional thn 2007, namanya diabadikan sbg nama jalan dan Gedung Olah Raga Kalbar, selain itu Tugu Pang Suma dibangun tepat dipersimpangan Tayan Hilir (Simpang Ampar).
Tgl 28 Juni ditetapkan menjadi hari berkabung Daerah Kalimantan Barat