Farid Wahyu Dyatmika

  • Home
  • Farid Wahyu Dyatmika

Farid Wahyu Dyatmika Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Farid Wahyu Dyatmika, Property developer, .

🏠 Jangan Tergiur Harga Murah, Cek Dulu Risikonya!Beli rumah bukan cuma soal harga miring, tapi soal keamanan jangka panj...
27/02/2026

🏠 Jangan Tergiur Harga Murah, Cek Dulu Risikonya!
Beli rumah bukan cuma soal harga miring, tapi soal keamanan jangka panjang. Jangan sampai niat untung malah buntung karena dokumen bermasalah atau bangunan rapuh! 😱

Pastikan investasi properti Anda aman dan legal bersama ahlinya.

Ingin Konsultasi Gratis?
📲 Hubungi: 0895-3362-40015 (FARID)

Apakah berjualan properti Milyaran itu sulit ?Per tanggal 13 Februari 2026 ini, saya baru jalan hampir 3 minggu bekerja ...
13/02/2026

Apakah berjualan properti Milyaran itu sulit ?

Per tanggal 13 Februari 2026 ini, saya baru jalan hampir 3 minggu bekerja di Panarama sebagai sales. Jujur, awalnya saya juga mikir segmen 1,9 sampai 8 M itu pasti sempit. Tapi dalam waktu singkat, sudah ada 3 konsumen tertarik di tipe Sentiasa start 4,1 sampai 8 M, dan 2 lagi di tipe Akara start 1,9 sampai 3 M. Loh, kok bisa secepat itu?

Banyak orang bilang pasar lagi lesu. Tapi data Bank Indonesia beberapa waktu terakhir justru menunjukkan penjualan properti residensial di segmen tertentu tetap tumbuh, apalagi didorong kelas menengah atas yang daya belinya relatif stabil. Indonesia juga terus mencetak jutaan kelas menengah baru dalam satu dekade terakhir. Artinya, uang itu ada. Cuma memang tidak semua produk cocok dengan semua orang.

Yang menarik, di sini sudah ada full management untuk perawatan dan maintenance kawasan. Jadi pembeli bukan cuma beli bangunan, tapi beli sistem. Di segmen atas, orang tidak hanya cari rumah, mereka cari kemudahan, privasi, dan waktu yang tidak terbuang. Kadang yang mahal itu bukan harganya, tapi ketenangannya. Loh, kok bisa harga tinggi justru terasa masuk akal? Karena yang dibeli bukan temboknya, tapi lifestyle dan efisiensi hidupnya.

Dari sini saya belajar, mungkin yang sulit itu bukan jualan properti milyaran. Yang sulit adalah menjual ke orang yang salah dengan cara yang salah. Begitu ketemu target market yang tepat dan sistem yang rapi, prosesnya jauh lebih terukur. Menurut kamu gimana? Setuju atau tidak? Jangan lupa like, tulis pendapat kamu di kolom komentar, dan follow akun ini ya.

Ditulis: Farid Wahyu Dyatmika

12/02/2026

Gak semua orang sukses itu tinggal di tengah kota.

Tadi saya visit ke rumah Pak Adit, konsumen Panarama.
Rumahnya di tengah desa. Tenang, sederhana, gak neko-neko.

Tapi pas pintu garasi dibuka…
Isinya bikin melongo. 🚗✨
Mobil-mobil gelap yang sering kita lihat di jalan, ternyata “markasnya” di sini.
Vespa-vespa mahal juga lengkap.

Beliau juragan konveksi. Kebaya, fashion, produksi besar.
Kerjanya rapi, bisnisnya jalan, hasilnya nyata.

Kadang yang terlihat biasa dari luar, ternyata menyimpan cerita besar di dalam.
Dan orang-orang seperti inilah yang paham arti value, bukan sekadar gengsi.

Google Maps: Kezia Wardrobe Salatiga
IG:

11/02/2026

Gen Z sekarang mulai sadar…
tinggal di desa itu bukan soal jauh dari kota, tapi soal dekat dengan manusia.

Masih bisa saling sapa, kumpul tanpa janji, dan ngerasain hangatnya kebersamaan.
Hidup jadi lebih sederhana, tapi lebih bermakna.

Karena ternyata, yang bikin betah bukan ramainya tempat…
tapi ramainya rasa kebersamaan.

Kenapa ya… tanah dan rumah itu katanya aset paling aman, tapi giliran mau dijual malah susah banget laku? Banyak orang b...
06/02/2026

Kenapa ya… tanah dan rumah itu katanya aset paling aman, tapi giliran mau dijual malah susah banget laku? Banyak orang baru sadar fakta ini setelah butuh dana cepat, sementara asetnya justru diam tak bergerak.

Fenomena yang sering terjadi, orang beli tanah karena murah atau ikut-ikutan, tanpa benar-benar tahu masa depan wilayahnya. Padahal tanah itu bukan soal hari ini, tapi soal apa yang akan tumbuh di sekitarnya lima sampai sepuluh tahun ke depan. Loh, kok bisa harga naik tapi tetap susah dijual? Karena nilai tanpa demand itu cuma angka.

Secara data, kenaikan nilai tanah paling konsisten terjadi di area yang mengalami pembangunan infrastruktur, pertumbuhan penduduk, dan aktivitas ekonomi baru. Jalan tol, kawasan industri, pusat pendidikan, sampai pengembangan wisata terbukti mendorong harga tanah naik signifikan. Tanah yang berada di area stagnan bisa bertahun-tahun harganya jalan di tempat.

Insight pentingnya di sini, tanah itu investasi jangka panjang berbasis proyeksi, bukan spekulasi. Yang bikin tanah mudah dijual bukan cuma luas dan murahnya, tapi cerita masa depan wilayahnya. Loh, kok tanah di pinggir kota bisa laku mahal sementara yang di desa sepi tidak? Karena pembeli membeli potensi, bukan sekadar lokasi.

Sebelum memutuskan beli tanah, mungkin sudah saatnya kita bertanya lebih dalam, area ini mau dibawa ke mana dan siapa yang nanti butuh tanah ini. Menurut kamu gimana? Setuju atau tidak? Jangan lupa like, tulis pendapat kamu di kolom komentar, dan follow akun ini ya.

Ditulis: Farid Wahyu Dyatmika

31/01/2026

Hunian mewah dengan pemandangan alam yang sangat indah, berada di segitiga emas Jawa Tengah.
Di Panarama Villa & Resort, kenyamanan, prestise, dan potensi investasi bertemu dalam satu kawasan eksklusif.
Bukan sekadar tempat tinggal, tapi simbol kualitas hidup.

📲 Hubungi Farid: 0895-3362-40015





26/01/2026

Katanya uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Tapi di Panarama Villa & Resort, kamu bisa punya villa view alam, udara sejuk pegunungan, suasana tenang, dan investasi properti menjanjikan dalam satu tempat.
Hunian nyaman, aset masa depan.

📲 Hubungi Farid: 0895-3362-40015





Hari terakhir menjadi SPV Marketing di Kemala Nawasena Residence dan melanjutkan karier di Panarama Villa and Resort. Ti...
24/01/2026

Hari terakhir menjadi SPV Marketing di Kemala Nawasena Residence dan melanjutkan karier di Panarama Villa and Resort. Tiga hari pertama kerja, saya sudah mendapat penawaran di tempat baru. Secara logika, harusnya langsung pindah. Tapi ada tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

Banyak orang tidak sadar, tantangan terbesar di dunia properti bukan di produknya, tapi di proses manusianya. Data industri menunjukkan sebagian besar transaksi gagal bukan karena harga, melainkan karena sales tidak memahami kebutuhan konsumen dan terlalu fokus mengejar penjualan cepat.

Dalam kurun waktu 15 hari menjadi SPV Marketing, tim yang saya pegang berhasil menjual 1 unit rumah seharga 850 juta secara cash. Loh, kok bisa secepat itu? Di saat banyak yang bilang pasar sedang berat, keputusan besar justru lahir dari pendekatan yang tenang, rasional, dan penuh kepercayaan.

Strategi yang dipakai sebenarnya sama dan sering dianggap sepele. Kuasai product knowledge, gali kebutuhan konsumen secara jujur, lalu berikan solusi yang tepat. Banyak riset pemasaran membuktikan konsumen properti lebih percaya pada sales yang edukatif dibanding yang agresif. Insightnya, kepercayaan seringkali lebih mahal dari diskon.

Semoga Kemala Nawasena Residence ke depannya semakin baik, timnya solid, penjualannya lancar, dan membawa manfaat untuk banyak orang. Menurut kamu gimana? Setuju atau tidak? Jangan lupa like, tulis pendapat kamu di kolom komentar, dan follow akun ini ya.

Ditulis: Farid Wahyu Dyatmika

17/01/2026

Hari ke-sepuluh saya menjadi SPV Marketing di Kemala Nawasena Residence. Alhamdulillah, satu keputusan besar akhirnya datang. Seorang konsumen yang merupakan bos salah satu provider internet di Jawa Tengah serius akan membeli ruko senilai 1 miliar rupiah. Tujuannya jelas, beliau ingin mengembangkan bisnisnya di Salatiga, bukan sekadar simpan aset.

Yang menarik, banyak orang masih menganggap ruko hanya cocok buat toko biasa. Padahal, di lapangan saya sering melihat justru ruko yang dekat pusat pendidikan dan permukiman padat punya perputaran paling cepat. Apalagi saat ini kebutuhan internet, kos, dan usaha penunjang mahasiswa tumbuh diam diam tanpa banyak disadari.

Secara data, jumlah mahasiswa di kawasan Salatiga terus meningkat tiap tahun karena keberadaan kampus seperti STIE AMA dan UIN Salatiga. Wilayah dengan aktivitas kampus terbukti mendorong permintaan kos, jasa internet, laundry, hingga kuliner. Ditambah lagi, penetrasi internet di Indonesia sudah menembus lebih dari tiga perempat populasi, dan bisnis ISP terus berebut lokasi strategis untuk ekspansi.

Di sinilah ruko Kemala Nawasena jadi masuk akal. Kalau dipakai untuk ruko kos atau usaha berbasis internet, arus kasnya bukan cuma dari sewa, tapi dari ekosistem sekitar. Loh, kok bisa satu ruko nilainya bukan cuma bangunan, tapi mesin uang jangka panjang? Banyak orang baru sadar setelah peluangnya diambil orang lain.

Makanya saya jadi berpikir ulang, apakah kita selama ini salah melihat ruko hanya dari harga, bukan dari potensi hidup di sekitarnya. Menurut kamu gimana? Setuju atau tidak? Jangan lupa like, tulis pendapat kamu di kolom komentar, dan follow akun ini ya.

Ditulis: Farid Wahyu Dyatmika

14/01/2026

KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN, kalimat tersebut benar adanya. Ketika kamu merasa, kamu punya potensi yang lebih, kamu jangan pernah takut untuk mencoba dan memulai. Saya lulusan S1 Pelayaran, tapi saya memutuskan untuk tidak berlayar.

Setelah lulus, saya melamar hampir semua lowongan kerja yang ada. Dari yang sesuai jurusan sampai yang sama sekali tidak ada hubungannya. Sampai akhirnya, tanpa rencana, saya terdampar di pulau bernama properti. Padahal kalau melihat data, sektor properti dikenal sebagai industri dengan risiko tinggi, modal besar, dan konflik yang tidak sedikit. Loh, kok bisa orang justru masuk ke sana tanpa latar belakang apa pun?

Satu tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan dari sinilah uang mulai terkumpul, mimpi mulai punya bentuk, dan relasi luar biasa datang di usia saya yang masih 24 tahun. Faktanya, banyak anak muda hari ini terjebak di zona aman, padahal laporan ketenagakerjaan menunjukkan lulusan sarjana paling banyak mengalami job mismatch. Artinya, gelar tidak selalu menentukan arah hidup.

Di balik itu semua, pahit saya rasakan. Ditipu, dikhianati, bertemu mafia tanah, dihadang LSM, hukum, bahkan aparat. Sampai akhirnya saya hafal pola dan skema permainan bisnis ini. Dari situ saya sadar, peluang besar memang ada, tapi hanya satu hal yang tidak boleh dijual yaitu nama baik. Jangan menipu, jangan berbohong, jangan jual janji palsu. Anehnya, justru di industri keras seperti ini, integritas adalah pembeda paling langka. Loh, bukankah seharusnya yang licik lebih cepat kaya?

Saya dulu tidak pernah membayangkan perjalanan hidup bisa berubah sejauh ini. Tapi satu hal yang saya pelajari, setiap proses selalu punya pelajaran, bukan hanya hasil. Sekarang saya jadi lebih hati hati, lebih sadar, dan memilih berbagi pengalaman agar orang lain tidak perlu mengulang kesalahan yang sama. Menurut kamu, keluar dari zona nyaman itu nekat atau justru langkah paling waras?

Ditulis: Farid Wahyu Dyatmika

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Farid Wahyu Dyatmika posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Realtor/realty Service?

Share