07/05/2024
MEKANISME KERJA GLIO
- GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman,
- GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi persaingan tempat hidup dan nutrisi sehingga melindungi tanaman dari gangguan pathogen
- GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman
- GLIO mengandung dua bahan aktif Gliocladium sp. dan Trichoderma harzianum yang saling menguatkan kerja pengendalian penyakit tanaman
Sasaran Tanaman :
Cabai, tomat, kubis, terong, bawang merah, bawang daun, semangka, melon, apel, anggur, kapas,anggrek, tembakau, sawit, kakao, panili, lada, pisang, jahe, karet, cengkeh, kopi, dll.
Pathogen (sumber infeksi penyakit)
Fungsi /sasaran utama :
- Layu fusarium cabai (Fusarium oxysporum)
- Rebah semai (Phytium sp. , Rizoctonia sp. , Sclerotium sp.)
- Penyakit layu (Fusarium sp. , Pseudomonas sp.)
Fungsi/sasaran lainnya :
- Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. ,Gloeosporium sp.)
- Akar Gada/bengkak (Plasmodiphora sp.)
GLIO terutama bersifat preventif (pencegahan) dan mengendalikan penyakit yang berada di tanah
Petunjuk Penggunaan
- Penggunaan langsung, pada tanaman hortikultura dan pangan diberi 1 - 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami
- Penggunaan dianjurkan bersama pupuk kandang, 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25 - 50 kg, diamkan +- 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
- Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2 - 3 kg kg lalu diamkan +- 1 minggu baru digunakan, dosis 2 - 3 sendok makan pada tanaman terserang.
- GLIO bisa dicampur untuk perlindungan benih/bibit dipersemaian
Peringatan
1. Jangan dicampur dengan pestisida kimia
2. Simpan ditempat yang sejuk (suhu 25 - 30 derajat C) dan terlindung dari sinar matahari langsung.